Portal Berita Ekonomi Rabu, 21 Agustus 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:18 WIB. Greenland - Trump menunda pertemuan dengan pemimpin Denmark terkait penolakan penjualan Greenland.
  • 11:04 WIB. UAS - MUI akan memanggil Ustad Abdul Somad terkait pernyataan soal salib.
  • 08:59 WIB. AP II - AP II sedang membidik 16 bandara di Benua Afrika.
  • 08:55 WIB. IHSG - IHSG dibuka melemah 0,08% di awal sesi I.
  • 08:42 WIB. Oil - Kenya akan ekspor minyak mentah 400 ribu barel pada 2019
  • 08:39 WIB. AP I - AP I mematangkan perjanjian kontrak untuk pengelolaan bandara di dalam negeri dan luar negeri.
  • 08:11 WIB. Iran - Menlu AS Pompeo: AS akan bertindak kalau Iran kirim minyak ke Suriah.
  • 07:53 WIB. Fakfak - Rabu (21/8) pagi kerusuhan pecah di Fakfak, kios dibakar, ATM dirusak.
  • 07:06 WIB. Facebook - Penambahan fitur privacy diperkirakan akan menurunkan revenue Facebook.
  • 06:41 WIB. Inggris - Inggris akan menunda pengumuman gubernur Bank of England sampai Brexit.
  • 00:44 WIB. AS - Apple TV+ akan dikeluarkan November sebagai pesaing NetFlix dan Amazon Prime
  • 23:06 WIB. Italia - PM Giuseppe Conte merencanakan untuk mundur.
  • 22:47 WIB. China - Pendapatan Baidu capai 26,3M Yuan atau naik 1% (y on y)  di Q2

Dinilai Ganggu Program Presiden, Poyuono: Minta Jokowi Pecat Direksi Mandiri

Dinilai Ganggu Program Presiden, Poyuono: Minta Jokowi Pecat Direksi Mandiri - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, Arief Poyuono meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) memecat semua Komisaris dan Direksi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, terkait error system terhadap saldo pada 1,5 juta nasabah Bank Mandiri di berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, Direksi Bank Mandiri harus di evaluasi, bahkan diganti terkait peristiwa hilangnya atau berkurangnya saldo nasabah di bank Mandiri.

"Sangat tidak masuk akal bank terbesar di Indonesia dan bank yang publik listed di pasar saham, mengalami kekacauan sistim IT nya yang meyebabkan kepanikan Dan kerugian nasabah akibat saldo para nasabah pada berkurangnya." katanya dalam keterangan yang diterima WE Online, Senin (22/7/2019).

Baca Juga: Saldo Nasabah Berubah Drastis, OJK Segera Panggil Bank Mandiri

Baca Juga: Jokowi Dilantik, Habib Rizieq Pulang?

Lanjutnya, ia mengatakan dalam permasalahan tersebut tidak hanya cukup meminta maaf, melainkan ada pertanggung jawaban Direksi dan Komisaris yang dinilai membuat kekacauan sistem keuangan dan bisnis di Indonesia. Oleh karena itu, ia pun meminta Presiden Jokowi untuk memecat direksi Mandiri.

"Nah, Presiden Joko Widodo segera meminta kepada meneg BUMN untuk pecat semua Direksi Dan komisaris Bank Mandiri yang tidak punya kapasitas dan professional sebagai banker untuk ngurus bank Mandiri." ucapnya.

Sambungnya, "Jelas ya kalau sistim IT yang di maintenance terus saldo nasabah bisa berkurang itu sangat tidak mungkin terjadi pasti ada sesuatu yang enga beres di bank Mandiri ya. Terkait sistim IT nya  bisa jadi ada kegiatan yang bakal merugikan bank Mandiri secara sengaja." ucapnya.

Menurutnya, dari peristiwa tersebut menjadi hambatan keberhasilan aktivitas bisnis di Indonesia yang dikembangkan oleh pemerintahan Jokowi.

"Akibat peristiwa tersebut Juga bisa menyebabkan kepercayaan publik Dan nasabah terhadap keamanan Dana mereka jika di simpan di bank Mandiri mulai dipertanyakan Dan diragukan. Nah sudah cukup bukti ya kalau Direksi Dan Komisaris Bank Mandiri memang layak untuk di copot semua nya." tukasnya.

Tag: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Joko Widodo (Jokowi), Rini Soemarno, Arief Poyuono

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Vicky Fadil

Foto: Boyke P. Siregar

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,821.73 3,783.66
British Pound GBP 1.00 17,391.66 17,217.94
China Yuan CNY 1.00 2,034.38 2,014.22
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,333.00 14,191.00
Dolar Australia AUD 9,718.61 9,620.88
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,826.88 1,808.72
Dolar Singapura SGD 1.00 10,348.74 10,244.73
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,891.00 15,732.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,428.95 3,392.54
Yen Jepang JPY 100.00 13,448.11 13,313.63

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6295.738 -0.977 651
2 Agriculture 1349.159 -17.863 21
3 Mining 1600.305 -2.201 49
4 Basic Industry and Chemicals 848.690 -0.631 72
5 Miscellanous Industry 1151.944 -0.538 49
6 Consumer Goods 2425.964 18.526 53
7 Cons., Property & Real Estate 504.801 0.125 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1229.883 12.971 74
9 Finance 1260.435 -9.035 91
10 Trade & Service 788.732 -1.689 162
No Code Prev Close Change %
1 DIGI 1,685 2,000 315 18.69
2 DAYA 304 360 56 18.42
3 ARTA 340 390 50 14.71
4 VINS 96 109 13 13.54
5 JKON 478 540 62 12.97
6 FORU 89 100 11 12.36
7 COWL 200 220 20 10.00
8 CCSI 266 292 26 9.77
9 DWGL 172 188 16 9.30
10 PSDN 154 168 14 9.09
No Code Prev Close Change %
1 PDES 1,330 1,000 -330 -24.81
2 BLUE 740 635 -105 -14.19
3 FISH 2,890 2,500 -390 -13.49
4 ITIC 875 780 -95 -10.86
5 IBFN 222 202 -20 -9.01
6 APEX 575 525 -50 -8.70
7 ICON 108 99 -9 -8.33
8 ARMY 232 214 -18 -7.76
9 MKNT 57 53 -4 -7.02
10 KBLM 338 316 -22 -6.51
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 4,180 4,100 -80 -1.91
2 MDKA 5,750 5,975 225 3.91
3 MCOR 174 174 0 0.00
4 PGAS 1,995 1,920 -75 -3.76
5 TLKM 4,340 4,470 130 3.00
6 MNCN 1,275 1,260 -15 -1.18
7 ERAA 1,930 1,875 -55 -2.85
8 BTPS 3,350 3,200 -150 -4.48
9 MAMI 89 90 1 1.12
10 BMRI 7,350 7,375 25 0.34