Portal Berita Ekonomi Selasa, 11 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 0,63% pada level 24.377.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 1,48% pada level 2.386.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,39% pada level 22.329.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,75% pada level 3.379.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,53% pada level 2.545.
  • 16:03 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,02% terhadap Yuan pada level 6,96 CNY/USD.
  • 16:02 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,15% terhadap Dollar AS pada level 14.648 IDR/USD.
  • 16:00 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,19% pada level 6.043.

PLBC Rampung, Kapasitas Produksi Pertamax Jadi 1,668 Juta Barel Per Bulan

PLBC Rampung, Kapasitas Produksi Pertamax Jadi 1,668 Juta Barel Per Bulan
WE Online, Jakarta -

PT Pertamina (Persero) melalui Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC) yang dimulai sejak 2015 kini telah selesai dan bisa beroperasi penuh. Dengan selesainya proyek ini, maka jumlah produksi Kilang Cilacap bertambah dan kualitasnya sesuai dengan standar EURO 4.

Sebelumnya, Kilang Balongan telah lebih dulu berhasil memproduksi BBM dengan standar EURO 4. 

EURO 4 merupakan standar mutu gas buang kendaraan yang ditetapkan oleh negara-negara Uni Eropa untuk menjaga kualitas udara. Semakin tinggi standar EURO yang ditetapkan maka semakin kecil batas kandungan karbondioksida, sulfur dan partikel yang berdampak negatif pada manusia dan lingkungan. 

Kapasitas produksi yang bertambah di Kilang Cilacap terutama untuk produk Pertamax. Kapasitas produksi Pertamax di Kilang Cilacap yang sebelumnya sekitar 1 juta barel per bulan kini bertambah 668 ribu barel per bulan menjadi 1,668 juta per bulan.

Baca Juga: Atasi Gelembung Gas di Sumur Migas Laut Jawa, Pertamina Gandeng Perusahaan Asal US

Hal ini pun mendapat apresiasi seperti terlihat dalam kunjungan Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar yang didampingi Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan jajaran lainnya di Refinery Unit IV Cilacap, Jumat (19/7/2017).

"Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung program ini hingga bisa selesai dan memberikan dampak luar biasa untuk negara dan masyarakat," jelas Nicke dalam keterangannya, (21/7/2019).

Ia menambahkan, ada 3 program utama Pertamina dalam mengembangkan kilang ke depannya. Yang pertama adalah meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan oleh kilang sehingga menjawab isu lingkungan. Kedua adalah untuk meningkatkan kapasitas kilang, dan ketiga adalah pengembangan untuk sektor petrokimia.

Baca Juga: Pertamina Resmikan SPBU BBM Satu Harga di Rote Ndao NTT

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Ignatius Tallulembang juga menjelaskan dengan meningkatnya produksi Pertamax dari Kilang Cilacap, maka dapat memgurangi impor bahan baku Pertamax.

"Hal ini berdampak positif pada cadangan devisa negara dan bahkan berkontribusi terhadap GDP Indonesia sebesar 0,12%," paparnya.

Investasi yang digelontorkan untuk proyek ini mencapai US$392 juta dengan melibatkan sekitar 2.500 tenaga pekerja, dimana lebih dari 70% di antaranya adalah pekerja lokal Cilacap.

Kilang Cilacap merupakan salah satu kilang besar Pertamina dengan kapasitas operasi 348.000 barel per hari atau sekitar 33,4% dari total kapasitas kilang nasional.

Baca Juga: Kembangan Kilang Cilacap, Pertamina Gandeng Lagi Perusahaan Minyak Arab

Tag: PT Pertamina (Persero), energi

Penulis: Bambang Ismoyo

Editor: Kumairoh

Foto: PT Pertamina (Persero)

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,952.16 3,912.41
British Pound GBP 1.00 19,383.54 19,189.20
China Yuan CNY 1.00 2,127.16 2,105.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,823.75 14,676.25
Dolar Australia AUD 1.00 10,628.63 10,521.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,912.67 1,893.61
Dolar Singapura SGD 1.00 10,804.48 10,693.08
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,492.03 17,312.10
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,535.36 3,494.35
Yen Jepang JPY 100.00 14,015.08 13,871.69
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5157.834 13.941 698
2 Agriculture 1196.835 14.709 23
3 Mining 1430.960 10.921 48
4 Basic Industry and Chemicals 760.125 10.099 80
5 Miscellanous Industry 917.814 -18.704 52
6 Consumer Goods 1912.827 11.449 58
7 Cons., Property & Real Estate 291.005 3.307 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 887.705 -3.693 78
9 Finance 1124.737 1.036 93
10 Trade & Service 636.358 1.343 174
No Code Prev Close Change %
1 MTPS 139 187 48 34.53
2 SGER 108 145 37 34.26
3 BPTR 74 99 25 33.78
4 KJEN 1,100 1,375 275 25.00
5 TOYS 545 680 135 24.77
6 DUCK 314 386 72 22.93
7 ARGO 1,485 1,805 320 21.55
8 ATIC 575 690 115 20.00
9 GHON 1,355 1,600 245 18.08
10 KOIN 100 118 18 18.00
No Code Prev Close Change %
1 GSMF 100 93 -7 -7.00
2 POLU 1,000 930 -70 -7.00
3 FREN 143 133 -10 -6.99
4 PEGE 143 133 -10 -6.99
5 GOLD 202 188 -14 -6.93
6 RIGS 232 216 -16 -6.90
7 PGLI 190 177 -13 -6.84
8 GLVA 322 300 -22 -6.83
9 POLI 1,245 1,160 -85 -6.83
10 RONY 118 110 -8 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 KAEF 3,180 3,330 150 4.72
2 TOWR 1,080 1,085 5 0.46
3 TKIM 6,675 7,200 525 7.87
4 FREN 143 133 -10 -6.99
5 TLKM 2,980 2,970 -10 -0.34
6 INAF 3,190 3,330 140 4.39
7 INKP 8,575 9,675 1,100 12.83
8 PURA 126 126 0 0.00
9 DOID 278 294 16 5.76
10 MDKA 2,050 1,980 -70 -3.41