Portal Berita Ekonomi Selasa, 02 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:06 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka positif 0,58% pada level 25.623.
  • 21:05 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka positif 0,14% pada level 3.060.
  • 16:17 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,38% terhadap Yuan pada level 7,10 CNY/USD.
  • 16:14 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 1,11% pada level 23.995.
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,20% pada level 2.921.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 2,25% pada level 2.608.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 1,19% pada level 22.325.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,07% pada level 2.087. 
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,91% pada level 6.222. 

Diduga Monopoli Parkir, PPPI Minta KPPU Tegas dan Cegah Praktik Aplikasi OVO

Diduga Monopoli Parkir, PPPI Minta KPPU Tegas dan Cegah Praktik Aplikasi OVO
WE Online, Jakarta -

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) membuka kemungkinan menyelidiki perusahaan penyedia aplikasi dompet digital, OVO. Penelaahan itu dilakukan setelah KPPU memperoleh informasi berdasarkan laporan yang masuk ke komisi terkait dugaan monopoli parkir menggunakan OVO di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta.

Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Pengelola Parkir Indonesia (PPPI), Anggawira menanggapi hal ini mengatakan KPPU harus tegas terhadap penyediaan transaksi non-tunai karena saat ini Telah terjadi perubahan sistem pembayaran parkir di Jakarta ini mulai menyediakan pembayaran non-tunai jangan sampai terjadinya monopoli skema pembayaran oleh sistem tertentu.

“Ya, menurut kami memang harus ada peraturan yang jelas mengenai transaksi jasa perparkiran ini, pemerintah juga perlu menyediakan payung  hukum yang jelas jangan sampai merugikan antar pengelola parkir, penguna dan juga ada kebocoran penerimaan negara," ujar Anggawira, Kamis (25/7/2019).

Baca Juga: KPPU Teliti OVO Karena Monopoli Pembayaran Parkir Mall

Menurut PPPI, apa yang dilakukan oleh pihak OVO sebagai penyedia jasa perparkiran yang menggunakan pembayaran non-tunai dengan aplikator tunggal merupakan salah satu bentuk praktik monopoli usaha.

“Saya meminta KPPU bisa segera menindaklanjuti secara tegas permasalahan ini dan jika memang benar, bisa mencegah transaksi non-tunai di monopoli salah satu penyedia saja yang akan berdampak tidak sehatnya persaingan usaha pengelola parkir dan guna menjaga iklim bisnis perparkiran tetap wajar dan tidak merugikan antar pengelola parkir, dan tentunya potensi pendapatan daerah seperti di DKI ini kami hitung bisa mencapai Rp3 triliun saat ini pendapatan yang masuk kurang dari Rp1 triliun, artinya ada lost yang cukup besar, jadi sebelum ada kenaikan tarif parkir sangat penting regulasi serta pengawasannya jangan sampai bocornya besar sekali," kata Anggawira.

Baca Juga: Parkir Liar Kuliner dan Oleh-Oleh Jadi Biang Macet di Pantura

Anggawira juga menjelaskan harus ada keberpihakan terhadap pengusaha pengelolah parkir agar bisa bersaing secara sehat dan menumbuhkan pengusaha-pengusaha baru di bidang pengelolah parkir.

"Dengan tren pembayaran digital ini, saya pikir perlu ada aturan lain yang khusus membahas perparkiran ini, bukan hanya dari peraturan daerah saja, tetapi peraturan pemerintah pusat juga," tutup Anggawira.

Sebagai catatan, selain OVO yang juga mulai masuk ke dalam bisnis parkir pembayaran non-tunai yang berbasis server, misalnya Go-Pay, LinkAja dan DANA. Pembayaran non-tunai yang berbasis chip ada flazz, Jakcard, Mandiri e-money, Tapcash dan lainnya untuk membayar parkir di sejumlah titik parkir.

Baca Juga

Tag: Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI), OVO

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Kumairoh

Foto: Istimewa

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,882.91 3,843.25
British Pound GBP 1.00 18,199.19 18,015.22
China Yuan CNY 1.00 2,046.41 2,025.73
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,574.51 14,429.49
Dolar Australia AUD 1.00 9,881.52 9,780.31
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,880.34 1,861.61
Dolar Singapura SGD 1.00 10,360.04 10,254.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,209.77 16,047.04
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,397.32 3,355.70
Yen Jepang JPY 100.00 13,541.31 13,402.83
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4847.507 93.895 692
2 Agriculture 966.684 1.753 22
3 Mining 1270.446 32.245 49
4 Basic Industry and Chemicals 759.541 13.808 78
5 Miscellanous Industry 854.205 -4.191 52
6 Consumer Goods 1820.498 13.773 58
7 Cons., Property & Real Estate 326.467 3.510 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 883.534 19.450 78
9 Finance 995.519 33.004 93
10 Trade & Service 611.583 4.950 172
No Code Prev Close Change %
1 ASBI 270 336 66 24.44
2 DIVA 940 1,145 205 21.81
3 BBTN 760 925 165 21.71
4 AKSI 117 141 24 20.51
5 MBTO 59 70 11 18.64
6 TMPO 127 148 21 16.54
7 DUCK 470 540 70 14.89
8 PJAA 466 535 69 14.81
9 PANS 745 855 110 14.77
10 ETWA 64 73 9 14.06
No Code Prev Close Change %
1 DFAM 400 372 -28 -7.00
2 STTP 8,300 7,725 -575 -6.93
3 ARKA 1,300 1,210 -90 -6.92
4 LAND 318 296 -22 -6.92
5 NATO 535 498 -37 -6.92
6 CASS 188 175 -13 -6.91
7 VICO 116 108 -8 -6.90
8 ADES 960 895 -65 -6.77
9 OCAP 150 140 -10 -6.67
10 POLI 1,050 980 -70 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,950 3,180 230 7.80
2 BBTN 760 925 165 21.71
3 PURA 75 77 2 2.67
4 TKIM 3,970 4,260 290 7.30
5 BBCA 25,950 26,800 850 3.28
6 TLKM 3,150 3,250 100 3.17
7 ICBP 8,150 8,475 325 3.99
8 BMRI 4,470 4,620 150 3.36
9 BBNI 3,830 3,970 140 3.66
10 INDF 5,750 6,025 275 4.78