Portal Berita Ekonomi Jum'at, 23 Agustus 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:41 WIB. Jepang - Yokohama resmi jadi lokasi resort yang berbasis kasino
  • 16:16 WIB. EV - LG Chem Korsel gandeng Tianqi Lithium Kwinana untuk amankan bahan utama baterai EV
  • 16:06 WIB. Korea - Pengadilan Seoul perintahkan Audi Volkswagen Korea untuk bayar 1 juta won/US$825 ke penggugat yang mengalami kerusakan mental
  • 15:51 WIB. India - Impor bensin naik menjadi 230 ribu ton pada Juli, tertinggi sejak 2011
  • 14:56 WIB. KPK  - Laode M Syarif dan Basaria Panjaitan tidak lolos tes capim KPK.
  • 14:43 WIB. Korea - Pemerintah Metropolitan Seoul akan bangun rumah untuk generasi muda dengan manfaatkan properti publik yang tidak dipakai
  • 12:03 WIB. Pasar Modal - OJK: Total penghimpunan dana lewat penawaran umum di pasar modal mencapai Rp112,4 T sampai 19 Agustus (ytd) 
  • 11:04 WIB. AP I - AP I meraih penghargaan Top GRC #3 Stars dalam ajang apresiasi Top GRC 2019.
  • 10:41 WIB. INKA - Dua negara di benua Afrika tertarik untuk membeli kereta api dari INKA.

OJK Mau Kasih Insentif Buat Produk ETF, Kayak Apa?

OJK Mau Kasih Insentif Buat Produk ETF, Kayak Apa? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) ingin mengenjot transaksi pada produk reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif (Exchange Traded Fund/ETF). Untuk itu, OJK akan mempelajari usulan dari BEI untuk memberikan insentif kepada delaer partisipan yang merupakan anggota bursa (AB). 

 

“Dalam rangka mengefisiensikan transaksi ETF serta meningkatkan frekuensi ETF di BEI, OJK, BEI dan SRO sedang mengkaji untuk bisa memberikan insentif kepada dealer partisipan dan investor ETF,” kata Kepala Ekskutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen, di Jakarta, Kamis (25/7/2019). 

 

Baca Juga: Produk ETF Makin Ramai, OJK Bilang Gini

 

Hoesen menjelaskan bahwa insentif yang akan diberikan yakni dengan mengurangi biaya transaksi bursa atau levy fee bagi transaksi pada produk-produk ETF. Hal ini diciptakan agar transaksi ETF yang dilakukan oleh para delaer partisipa bisa lebih efisien. 

 

“Salah satu kebijakan yang sedang dikaji bersama SRO terkait rencana ETF, terkait pembebasan biaya transaksi untuk transaksi atas ETF yang dilakukan dealer paticipant dalam menjalankan fungsinya sebagai market maker. Membeli ETF sendiri beli sahamnya juga harus beli di market kan feenya banyak sekali. Supaya lebih efisien nanti kita lihat, mungkin biaya transaksinya bisa dikurangkan. Yang dibebaskan levy fee itu kebijakan Bursa, OJK menyetjui usulan SRO. Usulan sudah masuk sedang dipelajari,” terangnya. 

 

Baca Juga: Indo Premier Resmi Luncurkan ETF Perindo i-Grade

 

Hoesen berharap, dengan adanya insentif yang akan dikeluarkan tersebut akan semakin banyak investor yang akan berinvestasi di produk-produk ETF.   Selain itu, juga dimaksudkan agar para Manajer Investasi (MI) berlomba-lomba untuk menerbitkan produk ETF. 

 

“Harapannya kalau lebih efisien  imbal hasil indeks akan lebih banyak karena potongan biaya berkurang,” ucapnya.

 

Untuk diketahui, biaya transaksi bursa atau levy fee saat ini berlaku 0,03% dari nilai transaksi. Selain itu, setiap transaksi juga dikenakan biaya transaksi perantara efek dan pajak pertambahan nilai.

Tag: Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI)

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: OJK

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,818.36 3,780.40
British Pound GBP 1.00 17,524.82 17,349.62
China Yuan CNY 1.00 2,029.13 2,009.01
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,320.00 14,178.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,680.32 9,581.49
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,826.86 1,808.70
Dolar Singapura SGD 1.00 10,334.13 10,225.75
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,859.40 15,699.30
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,420.11 3,382.16
Yen Jepang JPY 100.00 13,444.75 13,307.68

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6255.597 16.352 650
2 Agriculture 1368.973 -5.285 21
3 Mining 1590.040 13.201 49
4 Basic Industry and Chemicals 841.616 6.098 72
5 Miscellanous Industry 1172.077 33.290 49
6 Consumer Goods 2403.300 9.451 53
7 Cons., Property & Real Estate 498.204 1.562 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1216.314 -8.753 74
9 Finance 1252.950 0.692 90
10 Trade & Service 785.361 -0.724 162
No Code Prev Close Change %
1 YPAS 366 456 90 24.59
2 FIRE 2,100 2,440 340 16.19
3 ANDI 1,950 2,250 300 15.38
4 AKPI 412 472 60 14.56
5 POLL 3,560 4,000 440 12.36
6 KBLM 310 348 38 12.26
7 ALKA 434 486 52 11.98
8 PORT 565 630 65 11.50
9 LPLI 119 132 13 10.92
10 CCSI 292 322 30 10.27
No Code Prev Close Change %
1 AGRS 330 248 -82 -24.85
2 APEX 640 530 -110 -17.19
3 CANI 190 161 -29 -15.26
4 SSTM 500 426 -74 -14.80
5 ARTA 380 330 -50 -13.16
6 FOOD 170 151 -19 -11.18
7 NELY 155 138 -17 -10.97
8 OKAS 104 93 -11 -10.58
9 ERAA 1,655 1,480 -175 -10.57
10 GTBO 177 159 -18 -10.17
No Code Prev Close Change %
1 ERAA 1,655 1,480 -175 -10.57
2 ADRO 1,020 1,085 65 6.37
3 BBRI 4,070 4,080 10 0.25
4 MNCN 1,260 1,255 -5 -0.40
5 ASII 6,325 6,575 250 3.95
6 UNTR 19,975 20,500 525 2.63
7 TLKM 4,450 4,380 -70 -1.57
8 MAMI 89 89 0 0.00
9 BBCA 30,000 29,975 -25 -0.08
10 PGAS 1,805 1,830 25 1.39