Portal Berita Ekonomi Selasa, 20 Agustus 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:14 WIB. PGN - PGN mengincar 63 wilayah jaringan distribusi gas.
  • 09:53 WIB. AS - Depdag AS akan tangguhkan hukuman pembatasan ke Huawei selama 90 hari 
  • 09:52 WIB. BRI - Bank BRI mendapat tambahan kuota FLPP 394 unit.
  • 09:27 WIB. BRI - BRI mendorong pertumbuhan kredit UMKM dengan masuk pada segmen super mikro.
  • 09:12 WIB. BCA - Bank BCA sosialisaikan biaya QRIS ke merchant.
  • 08:56 WIB. IHSG - IHSG naik 0,24% di awal pembukaan perdagangan sesi I.
  • 08:42 WIB. Infrastruktur - PP Infrastruktur bekerja sama membangun SPAM Regional Ir. H. Djuanda.
  • 08:19 WIB. Pilpres AS - Trump mengatakan Mike Pence akan jadi pasangannya pada pilpres 2020.
  • 07:46 WIB. Afganistan - Presiden Afganistan: Komitmen kuat kami perangi Daesh dan jaringan teroris sampai hancur
  • 07:34 WIB. The Fed - Trump mengharapkan The Fed menurunkan suku bunga 1% lagi.
  • 07:04 WIB. New Delhi - PM India Modi mengatakan kepada Trump siap melakukan deal perdagangan.
  • 23:23 WIB. Washington - Trump mengatakan perang dagang dengan China tidak akan menyebabkan resesi.
  • 23:09 WIB. Brexit - PM Johnson mengingatkan Jerman dan Prancis agar deal sebelum Brexit terjadi.

Impor Besi dan Baja Membludak, Indonesia Mesti Belajar dari Filipina dan Malaysia

Impor Besi dan Baja Membludak, Indonesia Mesti Belajar dari Filipina dan Malaysia - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Importasi besi atau baja, baja paduan, dan produk turunannya ke pasar dalam negeri terus membludak. Hal ini masih menjadi permasalahan utama bagi produsen baja nasional.

Peningkatan impor tersebut selain menghimpit produsen baja lapis nasional yang pangsa pasarnya kian tergerus, juga secara langsung berimbas pada menurunnya permintaan produk hulu, yaitu cold rolled coil (CRC) dan hot rolled coil (HRC) dalam negeri yang merupakan bahan baku dari produk baja lapis.

Chairman The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA), Silmy Karim mengatakan, peningkatan importasi telah membuat industri baja nasional semakin tidak sehat, di mana utilisasi produsen baja nasional terus menurun karena produk impor.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terjadi peningkatan importasi besi dan baja pada kuartal pertama 2019 sebesar 14,65% (2,7 juta ton) jika dibandingkan dengan periode yang sama 2018 (2,4 juta ton). Diketahui peningkatan tersebut tidak hanya terjadi pada produk hulu, namun juga pada produk hilir, seperti baja lapis (coated sheet).

Baca Juga: BMAD Berakhir, Krakatau Steel Kembali Suplai 60 Ribu Ton Baja ke Australia

"Baik di hulu maupun hilir ikut mengisi pangsa pasar yang seharusnya diisi oleh produk dalam negeri," jelas Silmy Karim dalam keterangannya yang diperoleh di Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Lanjut Silmy, tutupnya National Steel Corporation (NSC) di Filipina pada 2009 dan Megasteel di Malaysia pada 2016 lalu dapat dijadikan bahan evaluasi. Industri-industri baja hulu di negara-negara tersebut akhirnya mati akibat masuknya importasi di produk hilir, yang akhirnya secara langsung berdampak pada utilisasi industri hulu.

Dalam upaya mengendalikan importasi dan memperbaiki neraca perdagangan nasional, produsen baja nasional mengapresiasi respons positif pemerintah melalui pemberlakuan Permendag nomor 110/2018 sebagai upaya mengendalikan importasi baja yang diharapkan memberikan dampak positif bagi industri baja nasional, seperti peningkatan utilisasi melalui peningkatan penggunaan produk dalam negeri dan pengendalian importasi.

Baca Juga: Pemain Lokal Industri Baja Yakin Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri

Namun, saat ini masih terdapat hal yang harus ditindaklanjuti segera oleh pemerintah, yaitu berkenaan dengan penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang mengatur terkait implementasi pemeriksaan di pelabuhan kedatangan (border inspection) dan/atau PLB sebagaimana diatur dalam Permendag 110/2018.

"Dalam kaitan dukungan terhadap keberlangsungan industri baja nasional, konsistensi dan komitmen yang kuat dalam menjamin kesesuaian implementasi Permendag nomor 110/2018 harus dilakukan oleh pemerintah agar situasi industri baja nasional kembali sehat," pungkas Direktur Utama Krakatau Steel itu.

Tag: Baja, Impor

Penulis: Bambang Ismoyo

Editor: Rosmayanti

Foto: Reuters/Hannibal Hanschke

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,805.79 3,767.53
British Pound GBP 1.00 17,341.48 17,167.55
China Yuan CNY 1.00 2,028.57 2,008.38
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,274.00 14,132.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,674.92 9,575.84
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,819.76 1,801.59
Dolar Singapura SGD 1.00 10,301.67 10,195.51
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,832.72 15,669.56
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,424.66 3,387.34
Yen Jepang JPY 100.00 13,429.30 13,293.20

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6296.715 10.058 651
2 Agriculture 1367.022 -18.342 21
3 Mining 1602.506 -9.104 49
4 Basic Industry and Chemicals 849.321 11.042 72
5 Miscellanous Industry 1152.482 -13.439 49
6 Consumer Goods 2407.438 -2.047 53
7 Cons., Property & Real Estate 504.676 3.105 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1216.912 10.006 74
9 Finance 1269.470 2.096 91
10 Trade & Service 790.421 -2.680 162
No Code Prev Close Change %
1 MCOR 129 174 45 34.88
2 FIRE 1,880 2,350 470 25.00
3 ARTO 535 665 130 24.30
4 BLUE 615 740 125 20.33
5 AGRS 260 312 52 20.00
6 TALF 350 410 60 17.14
7 BBMD 2,240 2,600 360 16.07
8 ATIC 770 860 90 11.69
9 ICON 98 108 10 10.20
10 ITIC 800 875 75 9.38
No Code Prev Close Change %
1 DAYA 360 304 -56 -15.56
2 YELO 179 152 -27 -15.08
3 SOSS 360 312 -48 -13.33
4 DKFT 296 262 -34 -11.49
5 PUDP 438 390 -48 -10.96
6 TFCO 715 640 -75 -10.49
7 CANI 210 188 -22 -10.48
8 GLOB 540 486 -54 -10.00
9 MDIA 155 140 -15 -9.68
10 OCAP 292 266 -26 -8.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 4,210 4,180 -30 -0.71
2 ERAA 2,000 1,930 -70 -3.50
3 ASII 6,500 6,425 -75 -1.15
4 MNCN 1,305 1,275 -30 -2.30
5 SWAT 125 129 4 3.20
6 HMSP 3,020 3,020 0 0.00
7 BTPS 3,170 3,350 180 5.68
8 TLKM 4,280 4,340 60 1.40
9 BBCA 29,800 30,075 275 0.92
10 ANTM 1,120 1,085 -35 -3.12