Portal Berita Ekonomi Senin, 23 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:16 WIB. Valas - Dollar terhadap Euro diperdagangkan pada level 1,1020 $/Euro
  • 08:14 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.512 $/ounce
  • 08:14 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 64,96 $/barel
  • 08:13 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,74 $/barel
  • 07:52 WIB. Libya - Turki,  UEA,  Perancis,  Jerman,  Italia,  Inggris dan AS dukung NOC Libya satunya-satunya perusahaan yang sah
  • 07:37 WIB. Tunis - Turis Inggris di Tunisia sempat dilarang tinggalkan hotel akibat Thomas Cook terlambat bayar.
  • 00:12 WIB. Paris - Perusahaan penerbangan low cost XL Airways (Prancis) minta diselamatkan Air France.
  • 00:04 WIB. Washington - PBB: 90 perusahaan besar berjanji akan mengurangi emisi gas demi dunia yang lebih hijau.
  • 23:56 WIB. London - Primark (Inggris) yakin bisa mendapat pasar pakaian dan sepatu US$300 miliar di AS.
  • 23:44 WIB. Iran - Menlu Pompeo: Walau menambah pasukan di teluk, AS tidak bermaksud perang dengan Iran.
  • 20:52 WIB. Brazil - Presiden Brazil sudah tanda tangani peraturan liberalisasi ekonomi dengan mengurangi birokrasi
  • 16:30 WIB. China - AIIB akan investasi US$1,09 M untuk 6 proyek di Asean

Masyarakat Empat Negara Ini Gemar Melancong, Indonesia?

Masyarakat Empat Negara Ini Gemar Melancong, Indonesia? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Mastercard Global Destination Cities Index: Origins mengungkap Tiongkok daratan, Korea, Jepang, dan Taiwan kini termasuk di antara 10 negara gemar melancong berdasarkan jumlah wisatawan. Pengunjung internasional dari Tiongkok daratan, Republik Korea, Jepang, dan Taiwan yang bermalam berkontribusi sebesar 18,5% terhadap pengeluaran perjalanan global (global travel expenditure) di 200 kota terbaik di dunia, meningkat 11% dari satu dekade lalu.

Wisatawan yang berkunjung untuk urusan bisnis dan berlibur, dari 10 negara asal teratas jumlahnya  hampir separuh (49,1%) dari jumlah kedatangan wisatawan internasional yang bermalam di 200 destinasi tersebut. Selain itu, 48,4% dari total pengeluaran mereka menunjukkan manfaat dari wawasan ini dapat membantu pemerintah, para pedagang (merchant) serta industri wisata global, yang berkontribusi sebesar 8,8 triliun dolar Amerika dan 319 juta pekerjaan di tahun 2018, dalam mengambil keputusan.

Baca Juga: Waze Sebut Navigasi Kunjungan ke Restoran dan Ritel Naik Pesat di Musim Liburan

Rupert Naylor, Senior Vice President, Data & Services, Asia Pacific, Mastercard, mengungkapkan, hal yang sangat menarik dari perspektif Asia Pasifik adalah fakta bahwa pengeluaran dari kawasan ini tidak hanya berkontribusi hampir dua kali lipat dalam satu dekade terakhir terhadap pengeluaran perjalanan global, namun ternyata belum sepenuhnya menyentuh permukaan dalam hal persentase penduduk yang melakukan perjalanan keluar negeri.

Jika di lihat di negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, Tiongkok daratan, India, dan Indonesia, yang hanya 1, 0,5, dan 1,7 perjalanan satu malam ke destinasi internasional dilakukan oleh per 100 penduduk, itu angka yang sangat signifikan. Angka-angka tersebut sangat kontras dengan Australia, dimana 42,7 perjalanan internasional satu malam per 100 penduduk. Hal itu menunjukkan potensi perjalanan dan pariwisata yang luas dan berkembang dari negara-negara tersebut.

“Ini kesempatan besar bagi pemerintah lokal dan pelaku bisnis untuk memanfaatkan wawasan ini agar dapat membuat perencanaan yang lebih baik, serta mempromosikan perjalanan, pariwisata, dan penawaran ritel mereka,” ungkap Rupert Naylor.

Baca Juga: Gelontorkan Rp28 Triliun, Labuan Bajo Mau Disulap Jadi Destinasi Wisata Dunia

Temuan menarik lainnya yang menggambarkan potensi pertumbuhan ekonomi kawasan ini dari sektor perjalanan dan pariwisata adalah, negara-negara di Asia Pasifik meliputi 40% dari 20 negara asal teratas dalam indeks, dengan Australia berada di peringkat 11, India di peringkat 12, Indonesia di peringkat 19, dan Malaysia di peringkat 20.

Jumlah penduduk Republik Korea dan Taiwan yang melakukan perjalanan keluar negeri semakin meningkat, menembus dan mencatat peningkatan yang signifikan dalam daftar 10 teratas, naik enam dan empat peringkat secara berurutan sejak 2009.

Sedangkan Indonesia, negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia, berada di peringkat 19 dalam indeks Origins (dengan 4,6% Compound Annual Growth Rate/CAGR). Wisatawan dari Indonesia berada di peringkat ketujuh dalam pertumbuhan pengeluaran perjalanan dalam satu dekade terakhir (9,7%), menunjukkan daya beli masyarakat yang meningkat.

Wisatawan dari Asia sebagian besar masih memilih untuk mengunjungi destinasi yang berada dalam kawasan Asia sehingga berkontribusi terhadap pertumbuhan antar negara Asia. Selain itu, Amerika Serikat tetap menjadi destinasi favorit urutan ketiga untuk berlibur dan urusan bisnis bagi wisatawan dari Tiongkok daratan, dan destinasi nomor satu yang paling banyak dikunjungi oleh penduduk Jepang dan Australia (bila menjumlahkan total pengunjung ke semua kota GDCI di setiap negara).

Baca Juga: 6 Tips Liburan Buat Kamu Si Workaholic

10 negara asal teratas tersebut adalah:

    Amerika Serikat
    Tiongkok Daratan
    Jerman
    Britania Raya
    Perancis
    Republik Korea
    Jepang
    Kanada
    Rusia
    Taiwan

Tag: Pariwisata

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Kumairoh

Foto: Unsplash

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.96 3,736.24
British Pound GBP 1.00 17,748.95 17,572.01
China Yuan CNY 1.00 2,001.27 1,981.48
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,155.00 14,015.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,608.41 9,511.98
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.08 1,789.13
Dolar Singapura SGD 1.00 10,276.61 10,169.80
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,648.35 15,492.18
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,384.74 3,348.06
Yen Jepang JPY 100.00 13,113.77 12,980.46

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6231.473 -12.997 654
2 Agriculture 1373.405 5.845 21
3 Mining 1665.437 14.211 49
4 Basic Industry and Chemicals 880.940 -6.688 73
5 Miscellanous Industry 1168.551 -4.934 49
6 Consumer Goods 2224.357 -12.734 53
7 Cons., Property & Real Estate 500.602 -0.838 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1228.506 14.718 75
9 Finance 1256.024 -5.058 90
10 Trade & Service 796.555 -5.213 163
No Code Prev Close Change %
1 AHAP 56 75 19 33.93
2 KPAL 560 680 120 21.43
3 TIRA 244 286 42 17.21
4 SAPX 870 1,000 130 14.94
5 POLI 1,165 1,335 170 14.59
6 SMMA 10,000 11,000 1,000 10.00
7 POWR 1,010 1,100 90 8.91
8 HOTL 155 168 13 8.39
9 ABMM 1,805 1,950 145 8.03
10 SSTM 454 490 36 7.93
No Code Prev Close Change %
1 HOME 113 84 -29 -25.66
2 KRAH 1,500 1,135 -365 -24.33
3 VINS 136 103 -33 -24.26
4 OKAS 258 216 -42 -16.28
5 APEX 550 462 -88 -16.00
6 JKON 500 428 -72 -14.40
7 ALKA 488 420 -68 -13.93
8 FILM 480 416 -64 -13.33
9 TRIM 170 150 -20 -11.76
10 GGRP 945 855 -90 -9.52
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,270 1,250 -20 -1.57
2 HOME 113 84 -29 -25.66
3 MAMI 140 147 7 5.00
4 FREN 163 166 3 1.84
5 YELO 176 176 0 0.00
6 BBRI 4,220 4,160 -60 -1.42
7 IPTV 530 520 -10 -1.89
8 TLKM 4,210 4,290 80 1.90
9 KPAL 560 680 120 21.43
10 SWAT 118 120 2 1.69