Portal Berita Ekonomi Rabu, 21 Agustus 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:13 WIB. Korea- Mercedes-Benz telah investasikan 87 miliar Won di pusat logistik Korsel dalam 5 tahun terakhir
  • 12:54 WIB. Timika  -Sekitar seribu warga turun ke jalan serukan anti rasialisme Rabu (21/8).
  • 12:01 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,58% di akhir sesi I.
  • 11:40 WIB. Kripto - Rakuten Wallet luncurkan layanan perdagangan aset kripto di apps smartphone
  • 11:36 WIB. Resesi - 34% ekonom yang disurvei NABE menyatakan perlambatan ekonomi AS mengarah resesi pada 2021
  • 11:18 WIB. Greenland - Trump menunda pertemuan dengan pemimpin Denmark terkait penolakan penjualan Greenland.
  • 11:04 WIB. UAS - MUI akan memanggil Ustad Abdul Somad terkait pernyataan soal salib.
  • 08:59 WIB. AP II - AP II sedang membidik 16 bandara di Benua Afrika.
  • 08:39 WIB. AP I - AP I mematangkan perjanjian kontrak untuk pengelolaan bandara di dalam negeri dan luar negeri.
  • 08:11 WIB. Iran - Menlu AS Pompeo: AS akan bertindak kalau Iran kirim minyak ke Suriah.
  • 07:06 WIB. Facebook - Penambahan fitur privacy diperkirakan akan menurunkan revenue Facebook.
  • 06:41 WIB. Inggris - Inggris akan menunda pengumuman gubernur Bank of England sampai Brexit.

Lokakarya di Belanda, Kemendag Ungkap Kunci Utama Peningkatan Ekspor

Lokakarya di Belanda, Kemendag Ungkap Kunci Utama Peningkatan Ekspor - Warta Ekonomi
WE Online, Den Haag -

Kementerian Perdagangan menggelar lokakarya intelijen pasar dengan mendongkrak daya saing di pasar global sebagai upaya meningkatkan ekspor Indonesia.

Lokakarya ini diperuntukkan bagi 24 perwakilan perdagangan yaitu Atase Perdagangan, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), dan beberapa fungsi ekonomi Perwakilan RI di seluruh dunia. Acara ini berlangsung di Den Haag, Belanda pada 22?24 Juli 2019 dan dihadiri Duta Besar RI untuk Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja.

"Intelijen pasar yang baik merupakan kunci utama pengembangan pasar untuk produk barang dan jasa Indonesia serta dasar menjalankan strategi memenangkan persaingan perdagangan internasional. Kegiatan ini dimaksudkan mempertajam metode penggalian informasi pasar secara langsung dari tangan pertama yaitu buyers, tenaga ahli, sumber-sumber terkait, serta melalui pameran dagang," terang Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Arlinda saat membuka lokakarya, Den Haag, Kamis (25/7/2019).

Baca Juga: Tingkatkan Ekspor, Kemendag Lakukan Kunjungan ke Importir Rempah di Belanda

Menurut Arlinda, informasi mengenai perkembangan pasar dan berbagai latar belakang terbentuknya sebuah permintaan pasar tidak mudah ditemukan, tetapi perlu digali dari sumber-sumber yang memang memiliki kecakapan dan pengetahuan di bidangnya. Untuk itu, para pejabat perwakilan perdagangan RI di luar negeri perlu mengetahui dan mempraktikkan teknik mendapatkan informasi yang tepat dan akurat.

"Dalam menghadapi tantangan dalam meningkatkan ekspor Indonesia, perwakilan perdagangan Indonesia diharapkan memperkuat perannya melalui reorientasi fungsi perwakilan perdagangan dari agen pemerintah menjadi agen bisnis dan intelijen bisnis. Kemendag memahami bahwa riset pasar yang berkualitas berperan penting pada peningkatan kinerja ekspor yang menjadi salah satu tugas utama perwakilan perdagangan di luar negeri," ujar Arlinda.

Lokakarya ini merupakan kerja sama antara Direktorat Jenderal PEN dengan the Center for the Promotion of Imports from Developing Countries (CBI) Belanda. Sinergi Ditjen PEN dengan CBI ini telah berlangsung sejak 2014?2017. Pada saat itu, sinergi keduanya dimaksudkan untuk mendorong ekspor produk bahan makanan ke pasar Eropa.

Baca Juga: Penuhi Standar Ekspor, Indonesia-Belanda Siap Promosikan E-Cert

Sebelumnya, Kemendag dan CBI berhasil memberikan manfaat yang sangat besar dalam membantu para pelaku usaha produk bahan makanan yang mengekspor ke pasar Eropa. Indonesia menawarkan berbagai macam produk tersebut dan memiliki potensi untuk bersaing dengan produk kalangan kelas atas (high end).

Bersamaan dengan penyelenggaraan lokakarya, Kemendag juga melakukan kerja sama dengan CBI untuk mengembangkan produk-produk dekorasi rumah agar bisa masuk ke pasar Eropa. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LOI) antara Kemendag dengan CBI.

Belanda menempati peringkat pertama di Uni Eropa sebagai pasar terbesar untuk ekspor produk
dekorasi rumah Indonesia. Total ekspor produk dekorasi rumah dari Indonesia ke Belanda pada
2018 sebesar USD 109 juta. Pada periode 2014?2018, jumlah ekspor produk tersebut
menunjukkan tren yang meningkat sebesar 3,38 persen.

"Secara umum, tren ekspor produk dekorasi rumah Indonesia ke Uni Eropa masih harus terus
digenjot ekspornya. Sehingga, intelijen pasar berguna mencari peluang pasar. Dengan program
baru ini, diharapkan Kemendag bisa terus menjaga dan meningkatkan kerja sama yang baik,
sehingga dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi kedua negara," tutup Arlinda.

Tag: Ekspor, indonesia-belanda, Kementerian Perdagangan (Kemendag)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Kumairoh

Foto: Kemendag

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,820.93 3,782.86
British Pound GBP 1.00 17,441.04 17,266.80
China Yuan CNY 1.00 2,034.56 2,014.40
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,330.00 14,188.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,718.61 9,620.88
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,827.15 1,808.98
Dolar Singapura SGD 1.00 10,354.05 10,249.96
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,904.87 15,745.84
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,435.63 3,398.32
Yen Jepang JPY 100.00 13,462.98 13,325.82

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6295.738 -0.977 651
2 Agriculture 1349.159 -17.863 21
3 Mining 1600.305 -2.201 49
4 Basic Industry and Chemicals 848.690 -0.631 72
5 Miscellanous Industry 1151.944 -0.538 49
6 Consumer Goods 2425.964 18.526 53
7 Cons., Property & Real Estate 504.801 0.125 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1229.883 12.971 74
9 Finance 1260.435 -9.035 91
10 Trade & Service 788.732 -1.689 162
No Code Prev Close Change %
1 DIGI 1,685 2,000 315 18.69
2 DAYA 304 360 56 18.42
3 ARTA 340 390 50 14.71
4 VINS 96 109 13 13.54
5 JKON 478 540 62 12.97
6 FORU 89 100 11 12.36
7 COWL 200 220 20 10.00
8 CCSI 266 292 26 9.77
9 DWGL 172 188 16 9.30
10 PSDN 154 168 14 9.09
No Code Prev Close Change %
1 PDES 1,330 1,000 -330 -24.81
2 BLUE 740 635 -105 -14.19
3 FISH 2,890 2,500 -390 -13.49
4 ITIC 875 780 -95 -10.86
5 IBFN 222 202 -20 -9.01
6 APEX 575 525 -50 -8.70
7 ICON 108 99 -9 -8.33
8 ARMY 232 214 -18 -7.76
9 MKNT 57 53 -4 -7.02
10 KBLM 338 316 -22 -6.51
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 4,180 4,100 -80 -1.91
2 MDKA 5,750 5,975 225 3.91
3 MCOR 174 174 0 0.00
4 PGAS 1,995 1,920 -75 -3.76
5 TLKM 4,340 4,470 130 3.00
6 MNCN 1,275 1,260 -15 -1.18
7 ERAA 1,930 1,875 -55 -2.85
8 BTPS 3,350 3,200 -150 -4.48
9 MAMI 89 90 1 1.12
10 BMRI 7,350 7,375 25 0.34