Portal Berita Ekonomi Selasa, 20 Agustus 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:27 WIB. BRI - BRI mendorong pertumbuhan kredit UMKM dengan masuk pada segmen super mikro.
  • 09:12 WIB. BCA - Bank BCA sosialisaikan biaya QRIS ke merchant.
  • 08:56 WIB. IHSG - IHSG naik 0,24% di awal pembukaan perdagangan sesi I.
  • 08:42 WIB. Infrastruktur - PP Infrastruktur bekerja sama membangun SPAM Regional Ir. H. Djuanda.
  • 08:19 WIB. Pilpres AS - Trump mengatakan Mike Pence akan jadi pasangannya pada pilpres 2020.
  • 07:46 WIB. Afganistan - Presiden Afganistan: Komitmen kuat kami perangi Daesh dan jaringan teroris sampai hancur
  • 07:34 WIB. The Fed - Trump mengharapkan The Fed menurunkan suku bunga 1% lagi.
  • 07:04 WIB. New Delhi - PM India Modi mengatakan kepada Trump siap melakukan deal perdagangan.
  • 23:23 WIB. Washington - Trump mengatakan perang dagang dengan China tidak akan menyebabkan resesi.
  • 23:09 WIB. Brexit - PM Johnson mengingatkan Jerman dan Prancis agar deal sebelum Brexit terjadi.
  • 22:39 WIB. Huawei - AS memberi tambahan 90 hari bagi Huawei untuk membeli dari suplier AS.

Eagle High Plantation Yakin Harga CPO Bakal Moncer Lagi

Eagle High Plantation Yakin Harga CPO Bakal Moncer Lagi - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) menilai, peningkatan konsumsi minyak nabati di Asia dan Afrika saat pemberlakuan moratorium lahan kelapa sawit diyakini akan mendorong kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO).

 

Direktur BWPT, Henderi Djunaidi mengatakan bahwa pola penurunan harga CPO hanya bersifat temporer, lantaran industri komoditas masuk ke dalam kategori bisnis jangka panjang yang tentunya mengalami fluktuasi harga.

 

"Sebenarnya basis bisnis kami ini komoditas yang sifatnya long-term, sehingga menjadi hal yang biasa jika terjadi volatile di tengah perjalanan. Tetapi kalau ditarik garis lurus jangka panjang, tren harga CPO terus mengalami kenaikan," ujar Henderi, di Jakarta, Jumat (26/7/2019). 

 

Baca Juga: BWPT Catat Laba Bersih Naik 102%

 

Ia menuturkan bila pertumbuhan jumlah populasi dan peningkatan konsumsi CPO di benua Asia dan Afrika diyakini akan mendorong kenaikan harga. "Terlebih lagi, kebijakan pemerintah yang melakukan moratorium sudah efektif, sehingga supply akan terbatas," ucapnya.

 

Lebih lanjut Henderi menyebutkan, rencana implementasi B20 menjadi B30 juga menjadi aspek tambahan yang akan meningkatkan harga CPO. "Makanya, kami ada rencana membangun dua pabrik di Kalimantan Timur. Sekarang sedang mengurus perizinan," imbuhnya.

 

Baca Juga: Eagle High Plantations Menyediakan Pembiayaan untuk Konservasi di Kalimantan Tengah

 

Dalam kesmepatan yang sama, Direktur BWPT, Gelora Sinuraya menyatakan, saat ini perseroan memiliki lahan seluar 140 ribu hektar dan tidak ada rencana manambah luasan lahan. "Adanya moratorium, maka fokus kami saat ini adalah mengelola tanaman yang ada. Kami harus bisa bertahan hidup dengan memaksimalkan produksi," kata Gelora. 

 

Selain itu, lanjut dia, BWPT juga konsentrasi mengelola keuangan dan operasional perkebunan secara efektif dan efisien serta mengoptimalkan sumber daya manusia yang berorientasi pada peningkatan produktivitas. "Tanaman sawit kami masih muda, sedangkan perusahaan lain memiliki pohon yang berusia mencapai 18 tahun," imbuhnya.

 

Baca Juga: Operasikan PKS Baru di Papua, Eagle High Efisien Kelola Hasil Panen

 

Sebagaimana diketahui, pada Kuartal I-2019, produksi tandan buah segar (TBS), CPO dan pabrik kelapa sawit (PK) masing-masing meningkat 40 persen (year-on-year), 33 persen dan 25 persen menjadi 359,966 ton, 74,718 ton dan 11,431 ton.

 

Sedangkan, pendapatan BWPT pada Kuartal I-2019 tercatat senilai Rp637,99 miliar atau meningkat 1 persen (yoy), seiring dengan penurunan harga yang cukup tajam, sehingga perseroan masih membukukan rugi bersih sebesar Rp262 miliar.

 

 

 

Tag: PT Eagle High Plantations Tbk, Emiten, Minyak Kelapa Sawit Mentah (Crude Palm Oil/CPO)

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Antara/Rahmad

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,805.79 3,767.53
British Pound GBP 1.00 17,341.48 17,167.55
China Yuan CNY 1.00 2,028.57 2,008.38
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,274.00 14,132.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,674.92 9,575.84
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,819.76 1,801.59
Dolar Singapura SGD 1.00 10,301.67 10,195.51
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,832.72 15,669.56
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,424.66 3,387.34
Yen Jepang JPY 100.00 13,429.30 13,293.20

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6296.715 10.058 651
2 Agriculture 1367.022 -18.342 21
3 Mining 1602.506 -9.104 49
4 Basic Industry and Chemicals 849.321 11.042 72
5 Miscellanous Industry 1152.482 -13.439 49
6 Consumer Goods 2407.438 -2.047 53
7 Cons., Property & Real Estate 504.676 3.105 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1216.912 10.006 74
9 Finance 1269.470 2.096 91
10 Trade & Service 790.421 -2.680 162
No Code Prev Close Change %
1 MCOR 129 174 45 34.88
2 FIRE 1,880 2,350 470 25.00
3 ARTO 535 665 130 24.30
4 BLUE 615 740 125 20.33
5 AGRS 260 312 52 20.00
6 TALF 350 410 60 17.14
7 BBMD 2,240 2,600 360 16.07
8 ATIC 770 860 90 11.69
9 ICON 98 108 10 10.20
10 ITIC 800 875 75 9.38
No Code Prev Close Change %
1 DAYA 360 304 -56 -15.56
2 YELO 179 152 -27 -15.08
3 SOSS 360 312 -48 -13.33
4 DKFT 296 262 -34 -11.49
5 PUDP 438 390 -48 -10.96
6 TFCO 715 640 -75 -10.49
7 CANI 210 188 -22 -10.48
8 GLOB 540 486 -54 -10.00
9 MDIA 155 140 -15 -9.68
10 OCAP 292 266 -26 -8.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 4,210 4,180 -30 -0.71
2 ERAA 2,000 1,930 -70 -3.50
3 ASII 6,500 6,425 -75 -1.15
4 MNCN 1,305 1,275 -30 -2.30
5 SWAT 125 129 4 3.20
6 HMSP 3,020 3,020 0 0.00
7 BTPS 3,170 3,350 180 5.68
8 TLKM 4,280 4,340 60 1.40
9 BBCA 29,800 30,075 275 0.92
10 ANTM 1,120 1,085 -35 -3.12