Portal Berita Ekonomi Senin, 06 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:09 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.618 USD/troy ounce.
  • 08:08 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 32,60 USD/barel.
  • 08:07 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 26,57 USD/barel.

Waspada, Penderita Kanker di Indonesia Terus Meningkat

Waspada, Penderita Kanker di Indonesia Terus Meningkat - Warta Ekonomi

Kepala Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Aru Sudoyo mengatakan, jumlah penderita penyakit kanker di Indonesia terus meningkat. Salah satu penyebabnya akibat kondisi lingkungan yang terus menghasilkan bahan karsinogen.

"Tidak ada penurunan (jumlah penderita). Peningkatannya justru amat sangat," kata dia dalam konferensi pers Rumusan Rakornas 2019 YKI di Jakarta, belum lama ini.

Selain faktor lingkungan, kata Aru, peningkatan jumlah penderita kanker juga disebabkan lantaran gaya hidup yang semakin tidak sehat. Dalam 20 tahun terakhir, kata dia, ada transisi atau perubahan gaya hidup yang jelas sekali terlihat di dalam masyarakat.

Perubahan gaya hidup yang di maksud adalah gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, begadang, kurang berolah raga, dan terlalu banyak makan seiring meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Perubahan gaya hidup yang menjadi semakin tidak sehat itu meningkatkan jumlah penyakit tidak menular di Indonesia.

Rumusan Rakornas 2019 YKI menyebutkan, angka kejadian penyakit kanker di Indonesia sebanyak 1.362 per 1 juta penduduk. Kejadian kanker tertinggi di Indonesia untuk laki-laki adalah kanker paru sebesar 194 per 1 juta penduduk dengan kematian 109 per 1 juta penduduk.

Selanjutnya, kanker hati sebesar 124 per 1 juta penduduk dengan rata-rata kematian 76 per 1 juta penduduk.

Sedangkan, angka kejadian untuk perempuan yang tertinggi adalah kanker payudara sebesar 421 per 1 juta penduduk dengan rata-rata kematian 170 per 1 juta penduduk. Angka tertinggi kedua dari jenis kanker yang banyak diderita perempuan adalah kanker leher rahim sebesar 234 per 1 juta penduduk dengan rata-rata kematian 139 per 1 juta penduduk.

Aru menyarankan, agar masyarakat bisa melakukan pencegahan sebelum penyakit kanker terdeteksi pada stadium lebih lanjut. Langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat tentu dengan mengubah perilaku atau gaya hidup yang lebih sehat, dengan banyak berolahraga, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi makanan yang banyak mengandung karsinogen.

Dia menambahkan, persentase penyakit tidak menular di Indonesia saat ini sudah mencapai 70 persen. Penyakit tidak menular itu di antaranya diabetes, hipertensi, dan kanker.

"Jadi, kita menghadapi satu masalah yang amat besar, yaitu meningkatnya penyakit tidak menular," ujar dia.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupaya menurunkan prevalensi penyakit kanker yang terus meningkat. Kendati demikian, upaya ini harus dilakukan dalam jangka waktu panjang, minimal lima tahun.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihantono mengaku, tren kasus penyakit kanker di Indonesia terus meningkat. Kemenkes, kata dia, terus melakukan upaya untuk menurunkan prevalensi penyakit ini.

Upaya menurunkan kasus kanker harus dilakukan dalam waktu jangka panjang dan konsisten, minimal lima sampai 10 tahun.

"Upaya itu termasuk perilaku hidup bersih jadi faktor dasar, common risk dikurangi, seperti alkohol, rokok, dan kontak dengan polutan," ujar dia.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Kanker, Kesehatan

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Republika

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,398.86 4,352.78
British Pound GBP 1.00 20,494.27 20,285.43
China Yuan CNY 1.00 2,336.23 2,311.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,546.32 16,381.68
Dolar Australia AUD 1.00 10,032.03 9,928.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,134.68 2,113.30
Dolar Singapura SGD 1.00 11,569.24 11,453.32
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,964.34 17,779.04
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,803.75 3,758.13
Yen Jepang JPY 100.00 15,340.55 15,185.09
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4623.429 91.744 687
2 Agriculture 936.003 11.914 22
3 Mining 1225.526 31.432 49
4 Basic Industry and Chemicals 652.518 51.220 78
5 Miscellanous Industry 736.691 0.113 51
6 Consumer Goods 1712.721 8.686 57
7 Cons., Property & Real Estate 326.084 -0.307 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 825.116 22.729 79
9 Finance 990.464 18.601 92
10 Trade & Service 596.613 2.104 170
No Code Prev Close Change %
1 REAL 61 82 21 34.43
2 KOBX 67 90 23 34.33
3 BTON 130 165 35 26.92
4 DOID 109 137 28 25.69
5 KBLI 400 500 100 25.00
6 SAMF 272 340 68 25.00
7 SAPX 935 1,165 230 24.60
8 DNAR 250 310 60 24.00
9 TMAS 80 99 19 23.75
10 PJAA 480 590 110 22.92
No Code Prev Close Change %
1 SRAJ 200 186 -14 -7.00
2 KRAH 486 452 -34 -7.00
3 BBHI 86 80 -6 -6.98
4 JAST 505 470 -35 -6.93
5 HRME 535 498 -37 -6.92
6 KONI 494 460 -34 -6.88
7 POLL 9,450 8,800 -650 -6.88
8 SRTG 3,080 2,870 -210 -6.82
9 AGII 470 438 -32 -6.81
10 MAPA 1,705 1,590 -115 -6.74
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,870 2,890 20 0.70
2 REAL 61 82 21 34.43
3 BRPT 830 1,000 170 20.48
4 BBCA 27,050 27,475 425 1.57
5 ELSA 181 204 23 12.71
6 MEDC 432 480 48 11.11
7 FREN 62 76 14 22.58
8 PGAS 800 800 0 0.00
9 LPPF 1,160 1,095 -65 -5.60
10 PAMG 107 104 -3 -2.80