Portal Berita Ekonomi Sabtu, 29 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:59 WIB. Straits Times - 3.142 (24/2), 3.158 (25/2), 3.117 (26/2), 3.111 (27/2), 3.011 (28/2).
  • 09:58 WIB. IHSG - 5.807 (24/2), 5.787 (25/2), 5.688 (26/2), 5.535 (27/2), 5.452 (28/2).
  • 09:56 WIB. KOSPI - 2.079 (24/2), 2.103 (25/2), 2.076 (26/2), 2.054 (27/2), 1.987 (28/2).
  • 09:54 WIB. Hang Seng - 26.820 (24/2), 26.893 (25/2), 26.696 (26/2), 26.778 (27/2), 26.129 (28/2).
  • 09:30 WIB. Shanghai Composite - 3.031 (24/2), 3.013 (25/2), 2.987 (26/2), 2.991 (27/2), 2.880 (28/2).
  • 09:27 WIB. Nikkei 225 - 22.605 (25/2), 22.426 (26/2), 21.948 (27/2), 21.142 (28/2).
  • 09:25 WIB. FTSE 100 - 7.156 (24/2), 7.017 (25/2), 7.042 (26/2), 6.796 (27/2), 6.580 (28/2).
  • 09:23 WIB. S&P 500 - 3.225 (24/2), 3.128 (25/2), 3.116 (26/2), 2.978 (27/2), 2.954 (28/2).
  • 09:22 WIB. Dow Jones - 27.960 (24/2), 27.081 (25/2), 26.957 (26/2), 25.766 (27/2), 25.409 (28/2).
  • 09:19 WIB. Nasdaq - 9.079 (24/2), 8.834 (25/2), 8.873 (26/2), 8.436 (27/2), 8.461 (28/2).

Usaha Tambang Moncer, Selamatkan Keuntungan United Tractors

Usaha Tambang Moncer, Selamatkan Keuntungan United Tractors - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

PT United Tractors Tbk (UNTR) pada semester pertama tahun buku 2019 membukukan pendapatan bersih sebesar Rp43,3 triliun atau meningkat sebesar 11% dibandingkan dengan semester pertama tahun 2018 sebesar Rp38,9 triliun. 

 

Sekretaris Perusahaan UNTR, Sara Loebis mengatakan bahwa sejalan dengan peningkatan pendapatan bersih, Perseroan membukukan laba bersih sampai dengan bulan Juni 2019 mencapai Rp5,6 triliun atau meningkat sebesar 2% jika dibandingkan dengan laba bersih pada periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp5,5 triliun. 

 

“Pertumbuhan laba bersih tersebut didorong oleh kinerja yang lebih baik dari segmen usaha Kontraktor Penambangan dan adanya kontribusi baru dari segmen usaha Pertambangan Emas, namun terdapat penurunan kinerja segmen usaha Mesin Konstruksi dan Industri Konstruksi,” ucpanya, dalama keterangan resmis, di Jakarta, Selasa (30/7/2019). 

 

Baca Juga: Bisnis Kontraktor Pertambangan Melaju, UNTR Raih Laba Bersih Sebesar Rp3,1 Triliun

 

Ia menyebutkan bahwa segmen usaha Mesin Konstruksi berkontribusi 28%, Kontraktor Penambangan 44%, Pertambangan Batu Bara 16%, Pertambangan Emas 8% dan Industri Konstruksi 4% terhadap total pendapatan bersih konsolidasian.

 

Dimana, segmen usaha Mesin Konstruksi mencatat penurunan penjualan alat berat Komatsu sebesar 20% menjadi 1.917 unit, dibandingkan dengan 2.400 unit pada semester pertama tahun 2018. Penurunan tersebut disebabkan oleh melemahnya penjualan alat berat dari sektor pertambangan dan perkebunan. Namun, Komatsu tetap mampu mempertahankan posisinya sebagai market leader alat berat, dengan pangsa pasar domestik sebesar 36% (berdasarkan riset pasar internal). 

 

Pendapatan Perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat sama dengan periode yang sama tahun 2018 yaitu sebesar Rp4,4 triliun. Penjualan produk merek lainnya yaitu UD Trucks mengalami penurunan dari 417 unit menjadi 302 unit, dan penjualan produk Scania turun dari 533 unit menjadi 291 unit. Penurunan penjualan UD Trucks dan Scania dikarenakan pengaruh penurunan harga batu bara dimana kedua produk tersebut banyak digunakan di sektor pertambangan.

 

Secara total, pendapatan bersih dari segmen usaha Mesin Konstruksi turun 13% menjadi sebesar Rp12,1 triliun dibandingkan Rp13,9 triliun pada periode yang sama tahun 2018.

 

Baca Juga: Akan Akuisisi Tambang, UNTR Alokasikan Capex US$800 Juta

 

Kemudian, bidang usaha Kontraktor Penambangan dioperasikan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA). Sampai dengan bulan Juni 2019, PAMA membukukan peningkatan pendapatan bersih sebesar 11% menjadi Rp19,3 triliun. PAMA mencatat peningkatan volume produksi batu bara sebesar 7% dari 56,6 juta ton menjadi 60,8 juta ton, sementara itu volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) meningkat 5% dari 445,5 juta bcm menjadi 469,0 juta bcm.

 

Sementara, bidang usaha Pertambangan Batu Bara dijalankan oleh PT Tuah Turangga Agung (TTA). Total penjualan batu bara sampai semester pertama tahun 2019 mencapai 4,9 juta ton termasuk 674 ribu ton batu bara kokas, naik apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 sebesar 4,4 juta ton. Pendapatan unit usaha Pertambangan Batu Bara mencatat peningkatan sebesar 13% menjadi Rp6,8 triliun.

 

Sedangkan, bisnis pertambangan Emas dijalankan oleh PT Agincourt Resources yang mengoperasikan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Sampai dengan bulan Juni 2019 total penjualan emas dari Martabe Gold Mine sebanyak 194.000 ons, sedangkan pendapatan bersih unit usaha Pertambangan Emas sampai dengan bulan Juni 2019 adalah sebesar Rp3,6 triliun.

 

Baca Juga: Simak Analisis Teknikal Saham Oke Hari Ini, Mulai dari BSDE Sampai UNTR

 

Selain itu, bidang usaha Industri Konstruksi dijalankan melalui PT Acset Indonusa Tbk (ACSET). Sampai dengan semester pertama tahun 2019, ACSET membukukan pendapatan bersih sebesar Rp1,5 triliun dari sebelumnya sebesar Rp1,7 triliun pada periode yang sama tahun 2018. Penurunan tersebut berasal dari kontribusi yang lebih rendah dari segmen infrastruktur seiring dengan beberapa proyek yang saat ini hampir rampung.

 

Namun demikian, hingga semester ini ACSET mencatat rugi bersih sebesar Rp404 miliar dari sebelumnya mencatat laba bersih sebesar Rp73 miliar pada periode yang sama tahun 2018. Hal tersebut disebabkan karena adanya keterlambatan penyelesaian beberapa proyek Contractor Pre-Financing (CPF) dan proyek struktur yang menyebabkan peningkatan biaya pendanaan (funding cost), biaya overhead dan biaya percepatan penyelesaian proyek. Nilai kontrak baru yang diperoleh ACSET pada triwulan kedua tahun 2019 mencapai Rp1,4 triliun.

 

Adapun, PT Bhumi Jati Power (BJP) yang 25% sahamnya dimiliki oleh anak perusahaan Perseroan saat ini sedang mengembangkan pembangkit listrik tenaga uap berkapasitas 2x1.000 MW di Jepara, Jawa Tengah. Hingga kuartal kedua tahun 2019, progres pembangunan konstruksi proyek ini telah mencapai 73% dan dijadwalkan akan memulai operasi secara komersial pada tahun 2021. BJP merupakan perusahaan patungan bersama antara anak usaha Perseroan, Sumitomo Corporation dan Kansai Electric Power Co Inc.

Baca Juga

Tag: PT United Tractors Tbk, Emiten

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,811.97 3,773.23
British Pound GBP 1.00 18,437.93 18,248.81
China Yuan CNY 1.00 2,042.08 2,021.50
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,305.17 14,162.83
Dolar Australia AUD 1.00 9,384.19 9,287.98
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,834.82 1,816.45
Dolar Singapura SGD 1.00 10,239.92 10,134.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,719.95 15,562.12
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,393.87 3,356.12
Yen Jepang JPY 100.00 13,084.40 12,953.02
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5452.704 -82.990 682
2 Agriculture 1156.743 -50.789 22
3 Mining 1339.068 -29.655 49
4 Basic Industry and Chemicals 758.761 -11.631 77
5 Miscellanous Industry 989.388 -61.478 51
6 Consumer Goods 1742.939 -57.034 57
7 Cons., Property & Real Estate 427.133 -6.007 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 956.774 -8.995 78
9 Finance 1249.335 -4.431 92
10 Trade & Service 671.288 -5.587 168
No Code Prev Close Change %
1 YPAS 134 179 45 33.58
2 KPAL 110 143 33 30.00
3 MTSM 170 220 50 29.41
4 COCO 720 895 175 24.31
5 NICK 278 342 64 23.02
6 VRNA 100 120 20 20.00
7 MEGA 5,400 6,400 1,000 18.52
8 JECC 5,700 6,575 875 15.35
9 RALS 900 1,035 135 15.00
10 DWGL 260 296 36 13.85
No Code Prev Close Change %
1 REAL 96 64 -32 -33.33
2 BBMD 2,340 1,755 -585 -25.00
3 ZONE 486 368 -118 -24.28
4 LMSH 204 157 -47 -23.04
5 LMAS 74 58 -16 -21.62
6 STTP 10,000 8,000 -2,000 -20.00
7 DMMX 149 120 -29 -19.46
8 JMAS 620 500 -120 -19.35
9 HDIT 595 482 -113 -18.99
10 CAMP 262 214 -48 -18.32
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 4,130 4,190 60 1.45
2 MNCN 1,290 1,285 -5 -0.39
3 BBCA 31,450 31,450 0 0.00
4 TLKM 3,470 3,490 20 0.58
5 PGAS 1,385 1,280 -105 -7.58
6 BMRI 7,350 7,275 -75 -1.02
7 ANTM 600 575 -25 -4.17
8 UNVR 7,150 6,825 -325 -4.55
9 TOWR 835 805 -30 -3.59
10 ASII 5,950 5,525 -425 -7.14