Portal Berita Ekonomi Minggu, 19 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:22 WIB. Gold Spot - 1.545 USD/troy ounce (13/1), 1.549 USD/troy ounce (14/1), 1.555 USD/troy ounce (15/1), 1.552 USD/troy ounce (16/1), 1.557 USD/troy ounce (17/1).
  • 09:20 WIB. Brent Oil - 64,20 USD/barel (13/1), 64,49 USD/barel (14/1), 64,00 USD/barel (15/1), 64,62 USD/barel (16/1), 65,10 USD/barel (17/1).
  • 09:18 WIB. WTI Oil - 58,08 USD/barel (13/1), 58,23 USD/barel (14/1), 57,81 USD/barel (15/1), 58,52 USD/barel (16/1), 58,78 USD/barel (17/1).
  • 09:15 WIB. USD/CNY - 6,8937 (13/1), 6,8841 (14/1), 6,8909 (15/1), 6,8789 (16/1), 6,8597 (17/1).
  • 09:13 WIB. USD/IDR - 13.668 (13/1), 13.670 (14/1), 13.665 (15/1), 13.630 (16/1), 13.637 (17/1).
  • 09:11 WIB. USD/JPY - 109,94 (13/1), 109,98 (14/1), 109,89 (15/1), 110,16 (16/1), 110,14 (17/1).
  • 09:09 WIB. GBP/USD - 1,2990 (13/1), 1,3018 (14/1), 1,3038 (15/1), 1,3079 (16/1), 1,3010 (17/1).
  • 09:06 WIB. EUR/USD - 1,1135 (13/1), 1,1128 (14/1), 1,1151 (15/1), 1,1137 (16/1), 1,1091 (17/1).
  • 09:05 WIB. Straits Times - 3.251 (13/1), 3.270 (14/1), 3.256 (15/1), 3.278 (16/1), 3.281 (17/1).
  • 09:02 WIB. IHSG - 6.296 (13/1), 6.325 (14/1), 6.283 (15/1), 6.286 (16/1), 6.291 (17/1).
  • 08:59 WIB. KOSPI - 2.229 (13/1), 2.238 (14/1), 2.230 (15/1), 2.248 (16/1), 2.250 (17/1).
  • 08:57 WIB. Hang Seng - 28.954 (13/1), 28.885 (14/1), 28.773 (15/1), 28.883 (16/1), 29.056 (17/1).
  • 08:54 WIB. Shanghai Composite - 3.115 (13/1), 3.106 (14/1), 3.090 (15/1), 3.074 (16/1), 3.075 (17/1).
  • 08:50 WIB. Nikkei 225 - 24.025 (14/1), 23.916 (15/1), 23.933 (16/1), 24.041 (17/1).
  • 08:45 WIB. FTSE 100 - 7.617 (13/1), 7.622 (14/1), 7.642 (15/1), 7.609 (16/1), 7.674 (17/1).

Penjualan Mobil Turun, Laba Astra Anjlok Hingga 6%

Penjualan Mobil Turun, Laba Astra Anjlok Hingga 6% - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan laba Rp9,80 triliun pada semester I 2019. Angka tersebut turun 6% jika dibanding dengan laba bersih di periode yang sama tahun sebelumnya year on year (YoY), Rp10,38 triliun.

Berdasarkan penurunan tersebut, nilai laba bersih per saham perusahaan juga ikut turun menjadi Rp242/saham dari sebelumnya senilai Rp 257/saham.

Direktur Utama Astra International Prijono Sugiarto mengatakan penurunan kinerja ini lantaran lesunya konsumsi domestik dan dipengaruhi oleh harga komoditas yang masih dalam tren menurun.

"Kinerja Grup Astra pada semester pertama tahun 2019 dipengaruhi oleh lesunya konsumsi domestik dan tren penurunan harga-harga komoditas, tetapi juga diuntungkan oleh peningkatan kinerja bisnis jasa keuangan dan kontribusi dari tambang emas yang baru diakuisisi. Prospek hingga akhir tahun ini masih menantang karena kondisi-kondisi tersebut dapat berlanjut," kata Prijono dalam keterangan tertulis yang diterima Warta Ekonomi, Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Baca Juga: Astra x Go-Jek Uji Coba Penggunaan Motor Listrik di Indonesia

Dalam keterangannya Astra, pada periode semester I-2019 ini, pendapatan perusahaan naik 3% YoY menjadi Rp116,18 triliun, dari Rp 112,55 triliun di periode yang sama tahun lalu.

Menurut Prijono, penurunan laba bersih disebabkan adanya penurunan kontribusi dari divisi otomotif dan agribisnis.

"Penurunan ini tak mampu dikompensasi dari peningkatan kontribusi dari divisi jasa keuangan, infrastruktur dan logistik, serta alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi," ungkapnya.

Jika ditelisik, penjualan mobil Astra pada periode tersebut turun 6%% menjadi 253.000 unit di tengah penjualan mobil secara nasional yang juga menurun 13% menjadi 482.000 unit sebagaimana diungkapkan Gaikindo.

"Pangsa pasar Astra di mobil meningkat dari 48% menjadi 53% setelah perseroan merilis delapan model baru dan dua model revamped pada periode semester I ini," kata Prijono.

Baca Juga: Go-Jek dan Astra Akhirnya Rilis Joint Venture, Namanya....

Nilai aset bersih per saham grup tercatat sebesar Rp3.444 pada 30 Juni 2019, 2% lebih tinggi dibandingkan posisi akhir tahun 2018. Adapun aset total perusahaan mencapai Rp350,28 triliun, naik dari tahun lalu Rp344,71 triliun.

Sementara jumlah utang bersih, di luar anak usaha keuangan, mencapai Rp23,3 triliun pada akhir periode tersebut, naik dari Rp13 triliun di akhir 2018. Kenaikan utang ini disebabkan oleh adanya investasi di tol Surabaya-Mojokerto dan Gojek serta belanja modal pada bisnis kontraktor pertambangan.

Menurut laporan perusahaan, anak usaha agribisins menjadi bisnis yang mengalami penurunan kinerja paling besar. Kinerja laba divisi bisnis ini turun 94% menjadi Rp35 miliar dari sebelumnya mencapai Rp625 miliar. Lalu laba bisnis otomotif juga turun sebesar 18% menjadi Rp3,45 triliun dari Rp4,21 triliun.

Pertumbuhan paling tinggi dari bisnis infrastruktur dan logistik yang kinerjanya naik sampai 1.975% dari Rp 4 miliar menjadi Rp 83 miliar. Divisi yang juga tumbuh adalah jasa keuangan yang labanya naik 32% menjadi Rp 2,82 triliun dari Rp 2,14 triliun, dan alat berat pertambangan, konstruksi dan energi labanya naik tipis 2% menjadi Rp 3,33 triliun dari sebelumnya Rp 3,28 triliun.

Secara keseluruhan, kontributor terbesar kinerja laba perusahaan saat ini masih disumbang oleh bisnis otomotif dan kedua dari bisnis jasa keuangan.

Baca Juga

Tag: PT Astra International Tbk, Emiten

Penulis/Editor: Kumairoh

Foto: Astra International Tbk

Loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,656.40 3,619.63
British Pound GBP 1.00 17,940.84 17,756.89
China Yuan CNY 1.00 1,997.38 1,977.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,716.24 13,579.76
Dolar Australia AUD 1.00 9,469.69 9,368.68
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,764.94 1,747.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,189.61 10,086.73
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,282.63 15,129.21
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,377.55 3,341.48
Yen Jepang JPY 100.00 12,447.81 12,322.83
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6291.657 5.609 676
2 Agriculture 1436.608 10.657 21
3 Mining 1542.693 -4.494 50
4 Basic Industry and Chemicals 966.382 5.957 77
5 Miscellanous Industry 1234.322 -7.163 51
6 Consumer Goods 2098.874 -5.440 56
7 Cons., Property & Real Estate 485.506 -6.182 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1096.606 -3.939 76
9 Finance 1373.834 9.964 92
10 Trade & Service 755.643 -3.048 168
No Code Prev Close Change %
1 INDO 142 191 49 34.51
2 LRNA 117 157 40 34.19
3 OMRE 600 750 150 25.00
4 MIDI 1,150 1,430 280 24.35
5 IKAI 55 64 9 16.36
6 FORU 99 115 16 16.16
7 FITT 74 85 11 14.86
8 JMAS 690 780 90 13.04
9 PAMG 104 116 12 11.54
10 CASS 540 600 60 11.11
No Code Prev Close Change %
1 CARS 195 145 -50 -25.64
2 AMAR 480 360 -120 -25.00
3 MARI 256 193 -63 -24.61
4 ARTA 418 320 -98 -23.44
5 PBRX 376 292 -84 -22.34
6 HKMU 268 210 -58 -21.64
7 KAYU 111 89 -22 -19.82
8 BKSW 173 140 -33 -19.08
9 LMAS 196 160 -36 -18.37
10 ASSA 735 610 -125 -17.01
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,690 1,695 5 0.30
2 TLKM 3,850 3,810 -40 -1.04
3 TOWR 785 785 0 0.00
4 BBRI 4,570 4,630 60 1.31
5 BBCA 34,250 34,375 125 0.36
6 NIKL 675 670 -5 -0.74
7 LUCK 444 450 6 1.35
8 KAEF 1,205 1,180 -25 -2.07
9 BMRI 7,550 7,725 175 2.32
10 INAF 735 740 5 0.68