Portal Berita Ekonomi Jum'at, 23 Agustus 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 01:10 WIB. China - Thermo Fisher Scientific akan dirikan basis produksi baru di Suzhou (Jiangsu)
  • 00:27 WIB. China - 5G SK Telecom sedot lebih dari 1 juta pelanggan dalam 140 hari,  tumbuh lebih cepat 2x dari LTE
  • 23:09 WIB. AS - Robot AI besutan Microsoft,  Xiaoice bakal hadir di Vivo, Oppo,  WeChat dan Beijing Bytedance Technology
  • 22:49 WIB. Rusia - Putin: Rusia berharap kepemimpinan baru UE punya pendekatan konstruktif untuk berhubungan dengan Rusia
  • 22:09 WIB. China - PBOC: China akan bangun framework pengembangan fintech dan integrasi teknologi & keuangan pada 2021
  • 21:52 WIB. Waze - Kini pengguna Waze bisa putar Youtube Music.
  • 20:27 WIB. China - IKEA akan tambah investasi di China untuk strategi lokalisasi
  • 19:18 WIB. India - IndiaOil hentikan pasokan bahan bakar ke Air India karena tidak bayar iuran di 6 bandara
  • 18:20 WIB. Bond - Korsel akan terbitkan SUN senilai 7 T Won setara US$5,8 M di September
  • 17:49 WIB. Jepang - Wisatawan Korsel yang ke Jepang turun lebih dari 7% (y on y) pada Juli
  • 17:36 WIB. China - Daimler AG akan membuat truk besar dengan merek Mercedes Benz di China.
  • 17:19 WIB. Korea - POSCO selesaikan pembangungan fasilitas produksi bahan katoda (EV) di China
  • 17:14 WIB. Kereta Api - Zimbabwe akan beli kereta buatan INKA
  • 16:04 WIB. Imigran - Turki perpanjang waktu sampai 30 Oktober untuk para pengungsi tak terdaftar pergi dari Istanbul

Penjualan Mobil Turun, Laba Astra Anjlok Hingga 6%

Penjualan Mobil Turun, Laba Astra Anjlok Hingga 6% - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan laba Rp9,80 triliun pada semester I 2019. Angka tersebut turun 6% jika dibanding dengan laba bersih di periode yang sama tahun sebelumnya year on year (YoY), Rp10,38 triliun.

Berdasarkan penurunan tersebut, nilai laba bersih per saham perusahaan juga ikut turun menjadi Rp242/saham dari sebelumnya senilai Rp 257/saham.

Direktur Utama Astra International Prijono Sugiarto mengatakan penurunan kinerja ini lantaran lesunya konsumsi domestik dan dipengaruhi oleh harga komoditas yang masih dalam tren menurun.

"Kinerja Grup Astra pada semester pertama tahun 2019 dipengaruhi oleh lesunya konsumsi domestik dan tren penurunan harga-harga komoditas, tetapi juga diuntungkan oleh peningkatan kinerja bisnis jasa keuangan dan kontribusi dari tambang emas yang baru diakuisisi. Prospek hingga akhir tahun ini masih menantang karena kondisi-kondisi tersebut dapat berlanjut," kata Prijono dalam keterangan tertulis yang diterima Warta Ekonomi, Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Baca Juga: Astra x Go-Jek Uji Coba Penggunaan Motor Listrik di Indonesia

Dalam keterangannya Astra, pada periode semester I-2019 ini, pendapatan perusahaan naik 3% YoY menjadi Rp116,18 triliun, dari Rp 112,55 triliun di periode yang sama tahun lalu.

Menurut Prijono, penurunan laba bersih disebabkan adanya penurunan kontribusi dari divisi otomotif dan agribisnis.

"Penurunan ini tak mampu dikompensasi dari peningkatan kontribusi dari divisi jasa keuangan, infrastruktur dan logistik, serta alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi," ungkapnya.

Jika ditelisik, penjualan mobil Astra pada periode tersebut turun 6%% menjadi 253.000 unit di tengah penjualan mobil secara nasional yang juga menurun 13% menjadi 482.000 unit sebagaimana diungkapkan Gaikindo.

"Pangsa pasar Astra di mobil meningkat dari 48% menjadi 53% setelah perseroan merilis delapan model baru dan dua model revamped pada periode semester I ini," kata Prijono.

Baca Juga: Go-Jek dan Astra Akhirnya Rilis Joint Venture, Namanya....

Nilai aset bersih per saham grup tercatat sebesar Rp3.444 pada 30 Juni 2019, 2% lebih tinggi dibandingkan posisi akhir tahun 2018. Adapun aset total perusahaan mencapai Rp350,28 triliun, naik dari tahun lalu Rp344,71 triliun.

Sementara jumlah utang bersih, di luar anak usaha keuangan, mencapai Rp23,3 triliun pada akhir periode tersebut, naik dari Rp13 triliun di akhir 2018. Kenaikan utang ini disebabkan oleh adanya investasi di tol Surabaya-Mojokerto dan Gojek serta belanja modal pada bisnis kontraktor pertambangan.

Menurut laporan perusahaan, anak usaha agribisins menjadi bisnis yang mengalami penurunan kinerja paling besar. Kinerja laba divisi bisnis ini turun 94% menjadi Rp35 miliar dari sebelumnya mencapai Rp625 miliar. Lalu laba bisnis otomotif juga turun sebesar 18% menjadi Rp3,45 triliun dari Rp4,21 triliun.

Pertumbuhan paling tinggi dari bisnis infrastruktur dan logistik yang kinerjanya naik sampai 1.975% dari Rp 4 miliar menjadi Rp 83 miliar. Divisi yang juga tumbuh adalah jasa keuangan yang labanya naik 32% menjadi Rp 2,82 triliun dari Rp 2,14 triliun, dan alat berat pertambangan, konstruksi dan energi labanya naik tipis 2% menjadi Rp 3,33 triliun dari sebelumnya Rp 3,28 triliun.

Secara keseluruhan, kontributor terbesar kinerja laba perusahaan saat ini masih disumbang oleh bisnis otomotif dan kedua dari bisnis jasa keuangan.

Tag: PT Astra International Tbk, Emiten

Penulis/Editor: Kumairoh

Foto: Astra International Tbk

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,814.36 3,776.30
British Pound GBP 1.00 17,357.69 17,183.97
China Yuan CNY 1.00 2,029.37 2,009.22
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,305.00 14,163.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,691.64 9,592.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,824.22 1,806.09
Dolar Singapura SGD 1.00 10,341.21 10,234.86
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,864.25 15,705.35
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,427.58 3,390.31
Yen Jepang JPY 100.00 13,438.23 13,301.09

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6239.245 -13.722 651
2 Agriculture 1374.258 21.720 21
3 Mining 1576.839 -17.365 49
4 Basic Industry and Chemicals 835.518 -4.150 72
5 Miscellanous Industry 1138.787 -3.180 49
6 Consumer Goods 2393.849 -7.815 53
7 Cons., Property & Real Estate 496.642 -8.348 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1225.067 0.331 74
9 Finance 1252.258 3.650 91
10 Trade & Service 786.085 -4.281 162
No Code Prev Close Change %
1 FMII 424 530 106 25.00
2 PDES 1,100 1,365 265 24.09
3 APEX 530 640 110 20.75
4 PCAR 1,500 1,800 300 20.00
5 FOOD 144 170 26 18.06
6 ARKA 1,425 1,600 175 12.28
7 JRPT 680 760 80 11.76
8 BAYU 1,390 1,550 160 11.51
9 MASA 565 630 65 11.50
10 KICI 218 242 24 11.01
No Code Prev Close Change %
1 POLL 4,740 3,560 -1,180 -24.89
2 INTD 166 140 -26 -15.66
3 SKYB 115 100 -15 -13.04
4 ALKA 492 434 -58 -11.79
5 PAMG 181 160 -21 -11.60
6 JIHD 630 565 -65 -10.32
7 POLY 78 70 -8 -10.26
8 ERAA 1,835 1,655 -180 -9.81
9 BMSR 82 74 -8 -9.76
10 KONI 595 540 -55 -9.24
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,295 1,260 -35 -2.70
2 ERAA 1,835 1,655 -180 -9.81
3 BBRI 4,050 4,070 20 0.49
4 MAMI 90 89 -1 -1.11
5 ASII 6,350 6,325 -25 -0.39
6 PGAS 1,870 1,805 -65 -3.48
7 FOOD 144 170 26 18.06
8 BBNI 7,575 7,600 25 0.33
9 UNTR 20,025 19,975 -50 -0.25
10 KPIG 143 137 -6 -4.20