Portal Berita Ekonomi Jum'at, 23 Agustus 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:22 WIB. Samsung - Samsung jual Galaxy Note serentak di 70 negara.
  • 17:52 WIB. India - Perancis akan berikan jet tempur Rafale pertama ke India pada September
  • 17:47 WIB. Wisatawan - Kunjungan wisatawan ke Maldives melebihi 1 juta pada Agustus
  • 16:41 WIB. Jepang - Yokohama resmi jadi lokasi resort yang berbasis kasino
  • 16:16 WIB. EV - LG Chem Korsel gandeng Tianqi Lithium Kwinana untuk amankan bahan utama baterai EV
  • 16:06 WIB. Korea - Pengadilan Seoul perintahkan Audi Volkswagen Korea untuk bayar 1 juta won/US$825 ke penggugat yang mengalami kerusakan mental
  • 15:51 WIB. India - Impor bensin naik menjadi 230 ribu ton pada Juli, tertinggi sejak 2011
  • 14:56 WIB. KPK  - Laode M Syarif dan Basaria Panjaitan tidak lolos tes capim KPK.
  • 14:43 WIB. Korea - Pemerintah Metropolitan Seoul akan bangun rumah untuk generasi muda dengan manfaatkan properti publik yang tidak dipakai
  • 12:03 WIB. Pasar Modal - OJK: Total penghimpunan dana lewat penawaran umum di pasar modal mencapai Rp112,4 T sampai 19 Agustus (ytd) 

JK Tuding Sistem Penanganan Korupsi Gagal, KPK Jawab...

JK Tuding Sistem Penanganan Korupsi Gagal, KPK Jawab... - Warta Ekonomi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons santai pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengenai sistem penanganan korupsi di Indonesia yang belum berhasil.

Hal ini karena kembali tertangkapnya Bupati Kudus, M Tamzil terkait kasus suap. Tamzil diketahui merupakan residivis kasus korupsi yang kembali ditangkap tim KPK beberapa hari lalu.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan penanganan korupsi merupakan pekerjaan rumah bersama dan bukan hanya menjadi tugas KPK sebagai lembaga antirasuah.

"PR kita semua untuk melakukan pemberantasan korupsi, pemberantasan korupsi jangan diartikan hanya masalah penindakannya. Pemberantasan korupsi itu penindakan dan pencegahan, memang masih cukup panjang ya," kata Febri dikonfirmasi awak media, Rabu, 31 Juli 2019.

Febri menuturkan, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia saat ini masih di angka 38. Sehingga sangat dibutuhkan peran dari seluruh pihak untuk meningkatkan. Oleh karenanya,  KPK berkomitmen untuk melakukan penindakan sekaligus pencegahan korupsi.

"Dan perlu diingat pencegahannya tidak akan berhasil kalau misalnya tidak ada komitmen dari unsur pimpinan instansi kementerian atau unsur pimpinan di daerah, oleh karenanya ini PR masih banyak dan saya kira pekerjaan pemberantasan korupsi artinya masih harus terus kita lakukan," kata Febri.

Wakil Presiden Jusuf Kalla sebelumnya menilai bahwa sistem penanganan korupsi di Indonesia belum berhasil. Hal itu menyusul kembali tertangkapnya Bupati Kudus M Tamzil karena kasus korupsi. Padahal sebelumnya Tamzil juga berurusan dengan kasus korupsi sebelum menjabat Bupati Kudus.

"Kita belum berhasil, semua institusi kita, pemerintah, KPK, belum berhasil betul untuk selesaikan masalah-masalah korupsi ini dan ternyata orang pejabat yang belum insaf gitu," kata Jusuf Kalla ditanyai wartawan di kantor Wapres, Jakarta, Selasa siang.

Padahal kata JK, putusan hukum pada Tamzil sebelumnya diharap membuat dirinya jera dan tidak akan mengulangi perbuatan. Tapi terulangnya kasus korupsi yang menjerat Tamzil menunjukkan tidak ada efek jera.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Tag: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Muhammad Jusuf Kalla (JK)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Viva

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,818.36 3,780.40
British Pound GBP 1.00 17,524.82 17,349.62
China Yuan CNY 1.00 2,029.13 2,009.01
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,320.00 14,178.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,680.32 9,581.49
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,826.86 1,808.70
Dolar Singapura SGD 1.00 10,334.13 10,225.75
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,859.40 15,699.30
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,420.11 3,382.16
Yen Jepang JPY 100.00 13,444.75 13,307.68

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6255.597 16.352 650
2 Agriculture 1368.973 -5.285 21
3 Mining 1590.040 13.201 49
4 Basic Industry and Chemicals 841.616 6.098 72
5 Miscellanous Industry 1172.077 33.290 49
6 Consumer Goods 2403.300 9.451 53
7 Cons., Property & Real Estate 498.204 1.562 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1216.314 -8.753 74
9 Finance 1252.950 0.692 90
10 Trade & Service 785.361 -0.724 162
No Code Prev Close Change %
1 YPAS 366 456 90 24.59
2 FIRE 2,100 2,440 340 16.19
3 ANDI 1,950 2,250 300 15.38
4 AKPI 412 472 60 14.56
5 POLL 3,560 4,000 440 12.36
6 KBLM 310 348 38 12.26
7 ALKA 434 486 52 11.98
8 PORT 565 630 65 11.50
9 LPLI 119 132 13 10.92
10 CCSI 292 322 30 10.27
No Code Prev Close Change %
1 AGRS 330 248 -82 -24.85
2 APEX 640 530 -110 -17.19
3 CANI 190 161 -29 -15.26
4 SSTM 500 426 -74 -14.80
5 ARTA 380 330 -50 -13.16
6 FOOD 170 151 -19 -11.18
7 NELY 155 138 -17 -10.97
8 OKAS 104 93 -11 -10.58
9 ERAA 1,655 1,480 -175 -10.57
10 GTBO 177 159 -18 -10.17
No Code Prev Close Change %
1 ERAA 1,655 1,480 -175 -10.57
2 ADRO 1,020 1,085 65 6.37
3 BBRI 4,070 4,080 10 0.25
4 MNCN 1,260 1,255 -5 -0.40
5 ASII 6,325 6,575 250 3.95
6 UNTR 19,975 20,500 525 2.63
7 TLKM 4,450 4,380 -70 -1.57
8 MAMI 89 89 0 0.00
9 BBCA 30,000 29,975 -25 -0.08
10 PGAS 1,805 1,830 25 1.39