Portal Berita Ekonomi Sabtu, 17 Agustus 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:54 WIB. Afganistan - Pemerintah Trump yakin sebentar lagi bisa berdamai dengan Taliban.
  • 18:01 WIB. Deradikalisasi - Kemhan telah mencetak 83.458.360 kader bela negara pada 2019.
  • 16:53 WIB. Remisi - 130.383 napi memperoleh remisi  127.593 orang langsung bebas.
  • 16:41 WIB. Hong Kong - Cathay Pacific mengkonfirmasi pengunduran diri CEO Rupert Hogg.
  • 16:34 WIB. Singapura - PM Singapura: Dana untuk pembangunan infrastruktur Asia tidak cukup, butuh investasi asing.
  • 14:30 WIB. Hong Kong - Ribuan guru ikut demo menentang pemerintah.
  • 14:08 WIB. Papua - Dua orang anggota TNI tertembak KKSB di Trans Wamena-Habema pada Jumat (16/8).
  • 13:58 WIB. Meksiko - Presiden Meksiko dukung pemotongan suku bunga acuan
  • 11:47 WIB. China - Alibaba tunda pencatatan di Bursa Efek Hong Kong yang perkiraan awalnya di September (New York Post)

Jejak Bos Huawei: Modal Rp8,2 Juta Hingga Jadi Perusahaan Terbesar di Dunia

Jejak Bos Huawei: Modal Rp8,2 Juta Hingga Jadi Perusahaan Terbesar di Dunia - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Huawei tentu sudah familiar di telinga masyarakat luas. Bagaimana tidak, Huawei merupakan perusahaan manufaktur perangkat telekomunikasi dan ponsel terbesar di seluruh dunia.

Di balik keberhasilan Huawei, ada sosok pria miskin yang berjuang keras, yakni Ren Zhengfei. Ia merupakan pendiri merek ponsel yang kini tengah terancam keberadaannya di Amerika Serikat (AS).

Ren Zhengfei lahir tahun 1944 silam di perkampungan Zhenning, Guizhou, China. Ia lahir dari keluarga yang kurang mampu. Namun, Zhengfei sosok anak yang cerdas dan tercatat memiliki prestasi di bidang akademik.

Baca Juga: Perempuan Pengusaha Ini Enggak Kenal Gender, Begini Kisah Suksesnya...

Singkat cerita, usai lulus dari Universitas Chongqing, Zhengfei bergabung di dinas militer dan ditempatkan di bidang pengembangan teknologi.

Sayangnya, kariernya di militer tidak berjalan mulus lantaran ayahnya pernah bekerja di badan usaha yang dulu dikuasai oleh pemerintah dari fraksi Kuomintang (oposisi). Zhengfei sendiri juga dilarang bergabung di Partai Komunis China karena latar belakang keluarganya.

Padahal, inovasi yang dia lakukan di bidang teknologi militer cukup impresif. Dia pun sering dikirim menjadi delegasi ke konferensi skala nasional, hingga akhirnya pensiun di saat militer China mengadakan pemangkasan 500 ribu personel aktif.

Baca Juga: Si Bungsu Orang Terkaya Kedua di Dunia Pakai Ponsel Huawei

Memasuki tahun 1987, pascapensiun Zhengfei mendirikan Huawei Technologies dengan modal 21 ribu Yuan atau sekitar Rp8,2 jutaan.

Pada awal perusahaan ini berdiri, Huawei aktif menjual peralatan telekomunikasi ke Hong Kong. Ia menjabat sebagai CEO di perusahaan besutannya sendiri dan masih bertahan hingga saat ini.

Walaupun tampil sebagai pendiri sekaligus pimpinan perusahaan, Ren Zhengfei cuma menguasai 1,4 persen saham Huawei. Padahal, perusahaan ini sempat mencetak laba sebesar US$92 miliar atau Rp1.281 triliun.

Baca Juga: Huawei: Bisnis dan Politik Itu Berbeda

Itulah sebabnya mengapa Forbes menyebut kalau dia cuma punya total kekayaan Rp 22 triliun. Angka sebesar itu adalah setara dengan 1,4 persen saham Huawei.

Usut punya usut, sisa saham itu justru dibagikan ke para pegawai Huawei. Jadi, para pegawai itu hanya menerima uang setengah dari gaji karyawan normal di sebuah perusahaan. Setengahnya lagi dikonversikan dalam bentuk saham.

Dengan memiliki saham perusahaan, hal itu dinilai bisa meningkatkan rasa kepemilikan para pegawai terhadap perusahaannya.

Zhengfei merupakan sosok miliarder yang tak begitu senang diliput media. Ia lebih senang menghindari publik, entah apa alasannya. Akan tetapi, dia sempat angkat dalam kasus penangkapan putrinya oleh AS. Kala itu, dia mengkritisi tekanan-tekanan dari AS terhadap bisnisnya.

Tag: Ren Zhengfei, Huawei Technologies Co Ltd, Kisah Sukses

Penulis/Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Business Insider

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,820.46 3,782.19
British Pound GBP 1.00 17,316.60 17,143.57
China Yuan CNY 1.00 2,037.92 2,017.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,329.00 14,187.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,717.93 9,618.79
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,827.35 1,809.22
Dolar Singapura SGD 1.00 10,319.77 10,216.03
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,903.76 15,740.48
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,423.08 3,385.92
Yen Jepang JPY 100.00 13,486.12 13,351.21

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6286.657 29.071 651
2 Agriculture 1385.364 -19.733 21
3 Mining 1611.610 6.842 49
4 Basic Industry and Chemicals 838.279 -1.826 72
5 Miscellanous Industry 1165.921 -4.171 49
6 Consumer Goods 2409.485 55.365 53
7 Cons., Property & Real Estate 501.571 9.118 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1206.906 0.985 74
9 Finance 1267.374 -1.714 91
10 Trade & Service 793.101 -1.849 162
No Code Prev Close Change %
1 NAGA 176 236 60 34.09
2 GLOB 432 540 108 25.00
3 POLL 3,870 4,820 950 24.55
4 ARTO 430 535 105 24.42
5 DAYA 290 360 70 24.14
6 BPFI 930 1,115 185 19.89
7 PUDP 370 438 68 18.38
8 SMMA 8,000 9,200 1,200 15.00
9 SFAN 900 1,035 135 15.00
10 ETWA 60 69 9 15.00
No Code Prev Close Change %
1 INPP 900 745 -155 -17.22
2 YPAS 384 346 -38 -9.90
3 MTPS 1,580 1,435 -145 -9.18
4 TPMA 284 258 -26 -9.15
5 KPIG 157 144 -13 -8.28
6 TIFA 176 162 -14 -7.95
7 RODA 256 236 -20 -7.81
8 PCAR 1,800 1,660 -140 -7.78
9 INKP 8,100 7,525 -575 -7.10
10 SMDM 142 132 -10 -7.04
No Code Prev Close Change %
1 KPIG 157 144 -13 -8.28
2 INKP 8,100 7,525 -575 -7.10
3 MNCN 1,315 1,305 -10 -0.76
4 FREN 166 171 5 3.01
5 ADRO 1,025 1,030 5 0.49
6 ERAA 2,130 2,000 -130 -6.10
7 BBRI 4,250 4,210 -40 -0.94
8 HMSP 2,850 3,020 170 5.96
9 UNTR 20,750 20,500 -250 -1.20
10 TARA 700 755 55 7.86