Portal Berita Ekonomi Sabtu, 17 Agustus 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:16 WIB. Ibukota - Prabowo dukung Jokowi soal pemindahan ibukota.
  • 23:03 WIB. Politik - Prabowo: Gerindra ingin kembali ke UUD 45 yang asli.
  • 20:46 WIB. Thailand - Kemenkeu setujui paket stimulus sebesar 370 M Baht atau setara USD11. 979 M
  • 20:31 WIB. Hong Kong - China mengatakan para pelanggar hukum akan ditangkap.
  • 19:52 WIB. Washington - Pemerintah AS akan memberi waktu Huawei 90 hari untuk membeli dari suplier AS.
  • 18:54 WIB. Afganistan - Pemerintah Trump yakin sebentar lagi bisa berdamai dengan Taliban.
  • 18:01 WIB. Deradikalisasi - Kemhan telah mencetak 83.458.360 kader bela negara pada 2019.
  • 16:53 WIB. Remisi - 130.383 napi memperoleh remisi  127.593 orang langsung bebas.
  • 16:41 WIB. Hong Kong - Cathay Pacific mengkonfirmasi pengunduran diri CEO Rupert Hogg.
  • 16:34 WIB. Singapura - PM Singapura: Dana untuk pembangunan infrastruktur Asia tidak cukup, butuh investasi asing.
  • 14:30 WIB. Hong Kong - Ribuan guru ikut demo menentang pemerintah.
  • 14:08 WIB. Papua - Dua orang anggota TNI tertembak KKSB di Trans Wamena-Habema pada Jumat (16/8).

Sukses Gelar RAT Luar Biasa, Inkopti Siap Berbenah

Sukses Gelar RAT Luar Biasa, Inkopti Siap Berbenah - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM, Luhur Pradjarto mengungkapkan, Induk Koperasi Tempe Tahu Indonesia (Inkopti) akhirnya bisa menggelar Rapat Anggota Tahunan Luar Biasa (RATLB) atas dorongan yang kuat dari para anggota. 

"Primer Koperasi Tempe Tahu Indonesia (Primkopti) sebagai anggota Inkopti wajib mengingatkan pengurus untuk menyelenggarakan rapat anggota karena RAT merupakan parameter pelaksanaan demokrasi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan organisasi koperasi," kata Luhur pada acara pembukaan RATLB Inkopti di Salatiga, Kamis (1/7/2019).

Luhur menambahkan, sudah 10 tahun Inkopti tidak pernah menyelenggarakan RAT karena kondisi internal. "Naumn, ini bukan suatu alasan untuk tidak melaksanakan RAT," tegas Luhur.

Justru melalui RAT, lanjut Luhur, segala sesuatu bisa dibahas bersama anggota untuk mencari solusi dan menghindari kevakuman.

Menurut Luhur, perubahan lingkungan yang sangat dinamis mengharuskan pelaku usaha, termasuk koperasi harus pandai mengatur strategi bisnis dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat.

Baca Juga: Hadapi Kemajuan Teknologi, Koperasi Mesti Siapkan SDM Andal

Tidak hanya itu, kata Luhur, kemajuan teknologi informasi harus disikapi dengan bijak dan harus segera bertransformasi untuk mengadopsi teknologi.

"Inkopti sebagai sekunder dapat mengimplementasikan teknologi informasi untuk memenuhi kebutuhan anggota sekaligus sebagai sarana memantau jumlah pengrajin tempe tahu, kebutuhan anggota akan bahan baku, peralatan processing, termasuk informasi pasar," jelas Luhur.

Oleh karena itu, Luhur meyakini bangkitnya Inkopti yang ditandai dengan RATLB ini dapat membuahkan keputusan-keputusan strategis untuk pembenahan manajemen sekaligus mengatasi permasalahan yang selama ini dihadapinya.

"Untuk itu, pengurus tidak boleh lengah dan perlu melakukan kaderisasi agar tidak ketinggalan dengan badan usaha lainnya. Sudah saatnya kepengurusan koperasi dipegang generasi milenial yang umumnya melek teknologi," papar Luhur. 

Tidak hanya itu, bagi Luhur, Inkopti yang merupakan koperasi di sektor riil, mempunyai potensi yang besar menangkap peluang pasar karena sebagian besar masyarakat Indonesia masih mengonsumsi tempe dan tahu.

"Pengurus harus bisa menyusun rencana kerja yang konkrit sesuai dengan keperluan anggota dan perkembangan bisnis," tukas Luhur. 

Hanya saja, Luhur menekankan bahwa perubahan pemikiran ini tidak hanya untuk Inkopti, tetapi juga termasuk Primkopti selaku anggotanya. Jika Primkoptinya maju dan berkembang, tentu Inkopti juga berkembang.

"Kalau masih tidak berkembang, maka kepengurusannya perlu dikoreksi dan dibenahi lagi karena reformasi total koperasi masih berlanjut dalam rangka mewujudkan koperasi yang berkualitas," tandas Luhur.

Baca Juga: Era Revolusi Industri 4.0, Koperasi Diminta Bertransformasi

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pusat Koperasi Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) Jawa Tengah Sutrisno, sebagai pengganggas RALB yang juga ketua panitia, menyampaikan bahwa anggota Inkopti seperti anak kehilangan induk karena Inkopti tidur panjang. Sutrisno pun mengajak seluruh anggota yang hadir untuk bersama-sama dan bergotong royong membangun Inkopti.

Sementara Ketua Harian Dekopin Agung Sudjatmoko menegaskan bahwa bisnis yang eksis adalah bisnis yang mampu mengadaptasi setiap perubahan yang ada, bukan melawannya. Untuk itu, pengurus harus lincah membuat keputusan dan menangkap peluang. 

"Agar organisasi lincah, maka struktur harus ramping, tetapi kaya fungsi dan menggunakan teknologi informasi karena kalau tidak menggunakan teknologi informasi, akan tertinggal," pungkas Agung.

Tag: Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop-UKM), Koperasi

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Rosmayanti

Foto: Kemenkop-UKM

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,820.46 3,782.19
British Pound GBP 1.00 17,316.60 17,143.57
China Yuan CNY 1.00 2,037.92 2,017.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,329.00 14,187.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,717.93 9,618.79
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,827.35 1,809.22
Dolar Singapura SGD 1.00 10,319.77 10,216.03
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,903.76 15,740.48
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,423.08 3,385.92
Yen Jepang JPY 100.00 13,486.12 13,351.21

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6286.657 29.071 651
2 Agriculture 1385.364 -19.733 21
3 Mining 1611.610 6.842 49
4 Basic Industry and Chemicals 838.279 -1.826 72
5 Miscellanous Industry 1165.921 -4.171 49
6 Consumer Goods 2409.485 55.365 53
7 Cons., Property & Real Estate 501.571 9.118 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1206.906 0.985 74
9 Finance 1267.374 -1.714 91
10 Trade & Service 793.101 -1.849 162
No Code Prev Close Change %
1 NAGA 176 236 60 34.09
2 GLOB 432 540 108 25.00
3 POLL 3,870 4,820 950 24.55
4 ARTO 430 535 105 24.42
5 DAYA 290 360 70 24.14
6 BPFI 930 1,115 185 19.89
7 PUDP 370 438 68 18.38
8 SMMA 8,000 9,200 1,200 15.00
9 SFAN 900 1,035 135 15.00
10 ETWA 60 69 9 15.00
No Code Prev Close Change %
1 INPP 900 745 -155 -17.22
2 YPAS 384 346 -38 -9.90
3 MTPS 1,580 1,435 -145 -9.18
4 TPMA 284 258 -26 -9.15
5 KPIG 157 144 -13 -8.28
6 TIFA 176 162 -14 -7.95
7 RODA 256 236 -20 -7.81
8 PCAR 1,800 1,660 -140 -7.78
9 INKP 8,100 7,525 -575 -7.10
10 SMDM 142 132 -10 -7.04
No Code Prev Close Change %
1 KPIG 157 144 -13 -8.28
2 INKP 8,100 7,525 -575 -7.10
3 MNCN 1,315 1,305 -10 -0.76
4 FREN 166 171 5 3.01
5 ADRO 1,025 1,030 5 0.49
6 ERAA 2,130 2,000 -130 -6.10
7 BBRI 4,250 4,210 -40 -0.94
8 HMSP 2,850 3,020 170 5.96
9 UNTR 20,750 20,500 -250 -1.20
10 TARA 700 755 55 7.86