Portal Berita Ekonomi Selasa, 27 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup melemah 0,72% pada level 2.343.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,09% pada level 23.494.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,82% pada level 3.251.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,56% pada level 2.523.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,42% pada level 5.835.
  • 16:05 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,18% terhadap Yuan pada level 6,6991 CNY/USD.
  • 16:04 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,07% terhadap Dollar AS pada level 14.650 IDR/USD.

Bambu Hoki Sukabumi Laku di Pasar Asia hingga Timur Tengah

Bambu Hoki Sukabumi Laku di Pasar Asia hingga Timur Tengah
WE Online, Sukabumi -

Lucky bamboo (bambu hoki) atau dracena saat ini telah berkembang sebagai komoditas bernilai tinggi. Sampai-sampai pangsa pasar tanaman hias itu mampu menembus pasar Asia, Amerika, Eropa hingga Timur Tengah.

Anas Anis dari Poktan Alamanda yang diamanahkan menjadi penanggung jawab ekspor bambu hoki mengatakan, sekarang pihaknya hanya mampu mengekspor bambu hoki sebanyak 1 kontainer atau sekitar 29 ton per bulan. Padahal permintaan pasar luar negeri melebih itu.

Penanggungjawab ekspor bambu hoki, Anas Anis dari Poktan Alamanda menyebut, kini pihaknya cukup keteteran dengan permintaan yang ada. Pihaknya hanya mampu mengekspor bambu hoki kurang lebih 1-1,5 kontainer.

"Kami mendapat permintaan tiap bulan sebanyak 5 kontainer, tapi cuma bisa memenuhi 1,5 kontainer," jelas Anas di sela-sela pelepasan ekspor bambu hoki dari Sukabumi ke Rusia dan Timur Tengah, Jumat (2/8/2019) yang juga dihadiri jajaran Kementerian Pertanian (Kementan).

Keterbatasan lahan budi daya bambu hoku disebut sebagai salah satu kekurangan yang belum dapat diatasi pihaknya. Saat ini dari Poktan yang ada hanya mengelola lahan seluas 6 hektar. Semestinya untuk bisa memenuhi permintaan 5 kontainer diperlukan lahan seluas 30 hektar.

Hal itu diartikan Anas sebagai peluang pengembangan bambu hoki dan dapat mengisi pasar ekspor cukup besar. Para pelaku usaha di Sukabumi setiap bulan mampu mengekspor 35 kontainer. Dalam tiap kontainer diisi 250 ribu batang bambu hoki.

Demi memenuhi permintaan pasar ekspor bambu hoki, Poktan Alamanda melakukan kerja sama dengan para petani. Bahkan mengembangkan sistem inti-plasma. Poktan Alamanda sebagai inti dan petani mitra sebagai plasmanya.

Anas tambah optimis melihat peluang bambu hoki Indonesia yang semakin laku di pasar mancanegara. Pasalnya, bambu hoki dalam negeri memiliki keunggulan dibanding produk negara lain seperti Tiongkok, Thailand dan India. Salah satu lebih tahan lama atau tidak cepat layu.

Kini, lanjut Anas, pemerintah memberikan kemudahan bagi pelaku usaha yang akan ekspor produk. Misalnya, dalam perizinan lebih cepat. Jika sebelumnya bisa sampai 2-3 bulan, sekarang hanya 3 jam. Dengan syarat dokumen telah lengkap.

Percepatan ini, ungkap Anas, adalah salah satu bentuk dukungan nyata pemerintah dalam memajukan produk dalam negeri.

"Pernah ekspor Dracena kita ke Belanda terhambat, tapi setelah lapor pemerintah langsung direspons cepat. Malam Jumat gangguan, paginya sudah clean," katanya.

Selain itu ungkap Anas, pemerintah juga telah memberikan banyak bantuan untuk kelompok tani. Misalnya, bimbingan teknis, bantuan green house, packaging house dan mobil operasional. 

"Semua itu sangat membantu petani melakukan kegiatan usaha," ujarnya.

Direktur Buah dan Florikultura, Liferdi Lukman menyebut, sesuai arahan Menteri Pertanian yang terus mendorong peningkatan ekspor komoditas hortikultura, baik sayuran, buah dan florikultura, pihaknya juga mengajak pelaku usaha untuk mengisi pasar ekspor. Tanaman hias semakin digemari, karena beragamnya jenis yang ditawarkan

"Potensi ekspor tanaman hias masih terbuka lebar dan sangat menarik. Bukan hanya dari sisi estetika saja, tapi jenisnya cukup banyak, ada lebih dari 100 jenis," tutur Liferdi.

Liferdi menegaskan pemerintah akan memberikan kemudahan bagi pelaku usaha yang akan ekspor.

"Kalau ada pelaku usaha yang akan ekspor, kita bentangkan karpet merah. Jadi kita akan support, termasuk dalam kecepatan perizinan. Dulu sampai 8 Minggu, sekarang cukup 3 jam," jelasnya.

Pemerintah, ungkap Liferdi, akan mengembangkan kampung Horti Untuk mendorong tumbuhnya usaha florikultura. Dengan adanya kampung Horti diharapkan akan memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

"Kampung Horti itu nantinya konsepnya jadi kampung wisata. Orang akan tertarik, kemudian merasakan dan membawa pulang. Dengan demikian perekonomian dan penghasilan kelompok tani akan meningkat," pungkasnya.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Baca Juga

Tag: Kementerian Pertanian (Kementan)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Kementerian Pertanian

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,938.48 3,899.09
British Pound GBP 1.00 19,256.29 19,063.22
China Yuan CNY 1.00 2,210.72 2,188.30
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,770.49 14,623.52
Dolar Australia AUD 1.00 10,523.97 10,417.80
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,905.87 1,886.88
Dolar Singapura SGD 1.00 10,876.65 10,767.63
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,494.17 17,318.63
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,553.16 3,512.74
Yen Jepang JPY 100.00 14,088.60 13,947.09
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5144.049 31.861 706
2 Agriculture 1187.661 25.506 24
3 Mining 1426.612 -8.887 47
4 Basic Industry and Chemicals 768.212 2.582 80
5 Miscellanous Industry 952.575 0.881 53
6 Consumer Goods 1811.574 -14.262 60
7 Cons., Property & Real Estate 333.793 10.037 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 814.770 2.009 79
9 Finance 1141.692 14.596 93
10 Trade & Service 642.239 5.726 175
No Code Prev Close Change %
1 JSKY 174 234 60 34.48
2 DEAL 132 173 41 31.06
3 CTBN 2,450 3,060 610 24.90
4 PURE 222 276 54 24.32
5 PALM 310 380 70 22.58
6 POLL 5,400 6,475 1,075 19.91
7 OKAS 96 115 19 19.79
8 ERTX 114 134 20 17.54
9 RAJA 122 141 19 15.57
10 TAMA 171 192 21 12.28
No Code Prev Close Change %
1 SINI 430 400 -30 -6.98
2 INOV 144 134 -10 -6.94
3 TDPM 130 121 -9 -6.92
4 APII 159 148 -11 -6.92
5 BOLA 160 149 -11 -6.88
6 BBHI 160 149 -11 -6.88
7 ARGO 1,750 1,630 -120 -6.86
8 FREN 73 68 -5 -6.85
9 SKBM 380 354 -26 -6.84
10 GLOB 117 109 -8 -6.84
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 1,210 1,250 40 3.31
2 JSKY 174 234 60 34.48
3 ASRI 149 156 7 4.70
4 DEAL 132 173 41 31.06
5 BMRI 5,550 5,775 225 4.05
6 BBRI 3,290 3,340 50 1.52
7 ANTM 1,085 1,060 -25 -2.30
8 TLKM 2,630 2,650 20 0.76
9 SIDO 790 825 35 4.43
10 BMTR 226 240 14 6.19