Portal Berita Ekonomi Sabtu, 24 Agustus 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:09 WIB. Bursa global - Sikap Trump menyebabkan Nasdaq Composite turun 3%, dan S&P 500 turun 2.6%.
  • 10:58 WIB. Washington - Trump marah kepada Powell yang menyebut perang dagang berisiko tinggi bagi AS.
  • 09:40 WIB. Hong Kong - Ekonom Harvard mengingatkan bahwa Hong Kong bisa menyebabkan resesi dunia.
  • 09:05 WIB. Korea Utara - Sabtu (24/5) Korea Utara kembali meluncurkan misil untuk provokasi.
  • 08:31 WIB. Suku bunga - Powel: The Fed menghadapi tantangan dari ketidakpastian dunia bisnis.
  • 08:02 WIB. China - Trump memerintahkan agar perusahaan AS segera meninggalkan China.
  • 06:34 WIB. Perang Dagang - Trump langsung akan menaikan lagi tarif untuk China sebagai respon terhadap retaliasi China.
  • 06:24 WIB. Liga Spanyol - Levante 2 vs 1 Villarreal
  • 06:23 WIB. Liga Spanyol - Granada 0 vs 1 Sevilla
  • 06:22 WIB. Liga Inggris - Aston Villa 2 vs 0 Everton
  • 00:28 WIB. Hong Kong - Memasuki minggu ke-12 ribuan demonstran membentuk rantai manusia.
  • 00:20 WIB. NKRI - Alwi Syihab: NKRI Bersyariah tidak relevan dengan Indonesia.
  • 22:07 WIB. India - Moody's turunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi India 2019 dari 6,8% jadi 6,2%

Saat AS-China Lanjut Berperang, Akankah BPS Jadi Penyelamat Rupiah?

Saat AS-China Lanjut Berperang, Akankah BPS Jadi Penyelamat Rupiah? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Alih-alih berdamai, AS dan China justru saling membunyikan sinyal perang dagang untuk yang ke sekian kalinya. Ancaman AS yang dibalas perlawanan China membuat rupiah tak dapat berharap  mendapat kekuatan lebih dari sentimen global tersebut.

Buktinya, sejak pembukaan pasar spot pagi tadi, rupiah sudah dibuat keok 0,07% ke level Rp14.185 per dolar AS. Depresiasi tersebut bertambah drastis pada Senin (05/08/2019) siang ini. Terhitung hingga pukul 10.35 WIB, rupiah terkoreksi 0,55% ke level Rp14.258 per dolar AS. 

Baca Juga: Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Duh! Rupiah Terbelenggu Sana-Sini

Selain di hadapan dolar AS, rupiah juga masih tertekan oleh mayoritas mata uang dunia, seperti dolar Australia (-0,23%), poundsterling (-0,51%), dan euro (-0,76%). Sementara di Asia, rupiah kini menjadi mata uang terlemah keempat setelah unggul cukup tinggi dari yuan (0,93%), won (0,25%), dan dolar Taiwan (0,22%). 

Keunggulan rupiah atas tiga mata uang Asia tersebut agaknya ditopang oleh sentimen domestik berupa rilis data pertumbuhan ekonomi domestik kuartal II 2019 yang akan disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) siang ini. 

Baca Juga: Rest in Peace, Rupiah!

Berdasarkan konsensur pasar, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi tumbuh 5,05% (yoy), sedikit lebih lambat dari kuartal sebelumnya yang mencapai 5,07%. Jika benar demikian, tentunya hal akan semakin memukul mundur rupiah. Sebaliknya, jika realisasi angka pertumbuhan lebih tinggi, itu dapat menjadi suntikan tenaga bagi rupiah untuk berbalik menguat dan selamat dari tekanan global. 

Sebagai informasi, pada perdagangan awal pekan ini, dolar AS bergerak variatif dengan kecenderungan menguat. Didukung oleh aksi main aman pelaku pasar yang berlindung dari panasnya api perang dagang, mayoritas mata uang Asia dilahap habis oleh dolar AS. 

Tag: Dolar Amerika Serikat (AS), Rupiah, Perang Dagang

Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,818.36 3,780.40
British Pound GBP 1.00 17,524.82 17,349.62
China Yuan CNY 1.00 2,029.13 2,009.01
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,320.00 14,178.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,680.32 9,581.49
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,826.86 1,808.70
Dolar Singapura SGD 1.00 10,334.13 10,225.75
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,859.40 15,699.30
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,420.11 3,382.16
Yen Jepang JPY 100.00 13,444.75 13,307.68

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6255.597 16.352 650
2 Agriculture 1368.973 -5.285 21
3 Mining 1590.040 13.201 49
4 Basic Industry and Chemicals 841.616 6.098 72
5 Miscellanous Industry 1172.077 33.290 49
6 Consumer Goods 2403.300 9.451 53
7 Cons., Property & Real Estate 498.204 1.562 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1216.314 -8.753 74
9 Finance 1252.950 0.692 90
10 Trade & Service 785.361 -0.724 162
No Code Prev Close Change %
1 YPAS 366 456 90 24.59
2 FIRE 2,100 2,440 340 16.19
3 ANDI 1,950 2,250 300 15.38
4 AKPI 412 472 60 14.56
5 POLL 3,560 4,000 440 12.36
6 KBLM 310 348 38 12.26
7 ALKA 434 486 52 11.98
8 PORT 565 630 65 11.50
9 LPLI 119 132 13 10.92
10 CCSI 292 322 30 10.27
No Code Prev Close Change %
1 AGRS 330 248 -82 -24.85
2 APEX 640 530 -110 -17.19
3 CANI 190 161 -29 -15.26
4 SSTM 500 426 -74 -14.80
5 ARTA 380 330 -50 -13.16
6 FOOD 170 151 -19 -11.18
7 NELY 155 138 -17 -10.97
8 OKAS 104 93 -11 -10.58
9 ERAA 1,655 1,480 -175 -10.57
10 GTBO 177 159 -18 -10.17
No Code Prev Close Change %
1 ERAA 1,655 1,480 -175 -10.57
2 ADRO 1,020 1,085 65 6.37
3 BBRI 4,070 4,080 10 0.25
4 MNCN 1,260 1,255 -5 -0.40
5 ASII 6,325 6,575 250 3.95
6 UNTR 19,975 20,500 525 2.63
7 TLKM 4,450 4,380 -70 -1.57
8 MAMI 89 89 0 0.00
9 BBCA 30,000 29,975 -25 -0.08
10 PGAS 1,805 1,830 25 1.39