Portal Berita Ekonomi Rabu, 22 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:00 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,11% di akhir sesi I.
  • 09:21 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,11% terhadap Yuan pada level 6,9059 CNY/USD
  • 09:19 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka negatif 1,17% pada level 3.016
  • 09:18 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka menguat 0,09% pada level 28.010
  • 08:55 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,05% di awal sesi I.
  • 08:24 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 64,35 USD/barel
  • 08:23 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,34 USD/barel
  • 08:22 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.553 USD/troy ounce
  • 08:22 WIB. Valas - Rupiah dibuka menguat 0,03% terhadap Dollar AS pada level 13.675 IDR/USD
  • 08:20 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Yen pada level 109,93 JPY/USD
  • 08:20 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Poundsterling pada level 1,3050 USD/GBP
  • 08:18 WIB. Valas - Dollar AS stagnan terhadap Euro pada level 1,1082 USD/EUR
  • 08:17 WIB. Bursa - Indeks Strait Times dibuka negatif 0,14% pada level 3.242
  • 07:27 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka negatif 0,08% pada level 23.837
  • 07:26 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka positif 0,19% pada level 2.243

E-Commerce Pengaruhi Naiknya Impor Barang Konsumsi, Pemerintah Disarankan Lakukan Hal Ini

E-Commerce Pengaruhi Naiknya Impor Barang Konsumsi, Pemerintah Disarankan Lakukan Hal Ini - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Keberadaan perusahaan rintisan (startup) yang didanai investor asing dinilai memperparah defisit perdagangan sekaligus transaksi berjalan Tanah Air, menurut lembaga Institute for Development of Economics and Finance (Indef) dalam diskusi daring pada Minggu (4/8/2019).

Sebab menurut salah satu peneliti Indef, Bhima Yudhistira, startup khususnya e-commerce berkontribusi terhadap naiknya impor barang konsumsi. Data Asosiasi E-Commerce menunjukkan, kecenderungan 93% barang yang dijual di marketplace merupakan barang impor. Artinya, hanya ada 7% produk lokal di dalamnya.

Baca Juga: Mengoptimalkan Potensi E-Commerce di Indonesia

"Tahun 2018 impor barang konsumsi naik 22%, padahal konsumsi rumah tangga hanya tmbuh 5%. Ini anomali pertama," jelas Bhima lalu melanjutkan, "Pemerintah perlu samakan aturan barang impor di retailer konvensional dan online."

Pembatasan produk impor sebelumnya sudah diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan nomor 112/PMK.04/2018 (PMK 112). Menurutnya, kebijakan tersebut memperkecil nominal ketentuan nilai bebas bea masuk dari US$100 menjadi US$75 per hari.

Peneliti yang juga ekonom itu melanjutkan, "Tapi aturan itu belum cukup. Porsi barang impor di e-commerce harus diatur, misalnya 70% harus menjual produk yang diproduksi lokal."

Tak hanya itu, ia juga menyarankan agar pemerintah mendorong pembentukan agregator untuk menyerap dan memfasilitasi produk UMKM yang akan dipasarkan ke marketplace. Agregator berfungsi sebagai logistik, pemantauan kualitas, dan memberi pendampingan.

Baca Juga: Internet Ubah Industri Kecantikan, E-Commerce Sumbang 10% Pendapatan

Pemerintah juga perlu memberdayakan UMKM di 75 ribu desa untuk memasarkan produknya secara daring, bahkan ekspor. Bhima memberi masukan agar dana desa yang berjumlah Rp70 triliun per tahun bisa digunakan untuk BUMdes yang mengadopsi Taobao Villages di China.

Baca Juga

Tag: E-commerce, Impor

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,663.85 3,626.71
British Pound GBP 1.00 17,932.17 17,752.38
China Yuan CNY 1.00 1,991.11 1,970.95
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,746.39 13,609.61
Dolar Australia AUD 1.00 9,399.78 9,304.89
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,769.03 1,751.36
Dolar Singapura SGD 1.00 10,182.51 10,078.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,231.00 15,078.09
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,373.35 3,337.32
Yen Jepang JPY 100.00 12,500.13 12,372.37
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6238.153 -6.890 675
2 Agriculture 1388.378 -28.093 21
3 Mining 1508.098 -7.869 49
4 Basic Industry and Chemicals 954.298 -4.457 77
5 Miscellanous Industry 1225.694 1.087 51
6 Consumer Goods 2071.621 -10.989 56
7 Cons., Property & Real Estate 475.225 -5.616 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1100.084 11.364 76
9 Finance 1368.654 2.222 92
10 Trade & Service 748.831 -1.999 168
No Code Prev Close Change %
1 BAJA 65 87 22 33.85
2 GDST 68 91 23 33.82
3 KAYU 72 91 19 26.39
4 AMAR 450 560 110 24.44
5 PAMG 113 134 21 18.58
6 ASBI 256 298 42 16.41
7 SDRA 700 800 100 14.29
8 KBLV 240 270 30 12.50
9 BKSW 140 157 17 12.14
10 SINI 1,610 1,785 175 10.87
No Code Prev Close Change %
1 PADI 115 75 -40 -34.78
2 PTIS 131 86 -45 -34.35
3 AMIN 380 288 -92 -24.21
4 INDR 2,570 2,000 -570 -22.18
5 PICO 1,500 1,190 -310 -20.67
6 BISI 1,045 830 -215 -20.57
7 LTLS 615 500 -115 -18.70
8 PRDA 3,680 3,000 -680 -18.48
9 MYTX 66 54 -12 -18.18
10 SDPC 146 120 -26 -17.81
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 785 800 15 1.91
2 MNCN 1,745 1,750 5 0.29
3 LUCK 560 600 40 7.14
4 KAYU 72 91 19 26.39
5 TLKM 3,810 3,890 80 2.10
6 BBRI 4,660 4,670 10 0.21
7 TCPI 6,700 6,750 50 0.75
8 FIRE 232 248 16 6.90
9 PSAB 278 264 -14 -5.04
10 PPRO 56 60 4 7.14