Gara-gara Kurs, DEWA Masih Menderita Rugi

Gara-gara Kurs, DEWA Masih Menderita Rugi Kredit Foto: Unsplash/Dominik Vanyi

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) pada semester pertama tahun 2019 ini masih membukukan rugi sebesar US$1,57 juta yang disebabkan oleh rugi selisih kurs. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, perseroan pun menderita rugi senilai US$2,12 juta. 

 

Perseroan mengalami penurunan rugi  di paruh pertama 2019 yang didorong oleh kenaikan pendapatan sebesar 11,67% menjadi US$129,57 juta hingga akhir semester satu tahun 2019, dari US$116,02 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Pengerjaan tambang proyek batubara Bengalon milik PT Kaltim Prima Coal masih berkontribusi terbesar terhadap pendapatan Perseroan. Pada Juni 2019, penghasilan dari Kaltim Prima Coal melonjak 29,03% menjad US$92,34 juta. 

 

Kemudian, pengerjaan tambang proyek batubara Asam-Asam milik PT Arutmin Indonesia menyumbang pendapatan US$32,34 juta dan proyek batubara Satui milik PT Cakrawala Langit Sejahtera memberikan penghasilan US$4,26 juta. Selain itu, proyek infrastruktur tambang yang dikerjakan Perseroan juga memberi kontribusi positif. 

 

Baca Juga: Ini Proyek yang Sedang Digarap Darma Henwa Tahun Ini

 

Hingga akhir Juni 2019, PT Dairi Prima Mineral dan PT Citra Palu Mineral masing-masing menambah pendapatan Darma Henwa sebesar US$593.212 dan US$25.473.

 

Alhasil, laba bruto Perseroan pun meningkat tajam sebesar 860,59% dari US$920.479 menjadi US$8,84 juta. Peningkatan laba bruto tersebut disebabkan karena Darma Henwa berhasil melakukan perbaikan efisiensi dan produktivitas. 

 

Adapun, aset Darma Henwa naik dari US$415,09 juta menjadi US$495,61 juta karena adanya kenaikan persediaan atas suku cadang untuk perbaikan alat berat. Kemudian, aset lancar lainnnya melonjak 920,31% dari  US$7,21 juta menjadi US$73,63 juta, dari uang muka kepada pemasok, termasuk uang muka atas penerimaan pinjaman dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, terutama untuk fasilitas perbaikan alat berat di proyek Bengalon dan Asam-Asam.

 

Darma Henwa mendapatkan fasilitas pinjaman sebesar USD115,86 juta, dalam bentuk Dolar AS dan Rupiah, dari BRI pada 22 April lalu. Pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan dan pembelian peralatan pertambangan, serta kebutuhan operasional dan modal kerja. Dengan meningkatnya utang bank yang bertujuan menopang kinerja Perseroan, liabilitas per Juni 2019 meningkat dari US$184,29 juta menjadi US$266,37 juta.

 

Baca Juga: DEWA Bakal Fokus Genjot Kapasitas Produksinya

 

Fasilitas pinjaman ini membuat total utang bank Perseroan meningkat dari US$7,55 juta pada Juni tahun lalu menjadi US$116,57 juta pada Juni 2019. Namun demikian, Darma Henwa mampu menekan utang sewa pembiayaannya hingga turun 46,58% dari USD7,01 juta ke posisi USD3,74 juta karena Perseroan melakukan pembayaran sesuai dengan jadwal.

 

Sampai semester pertama tahun ini, Darma Henwa telah merealiasikan belanja modal US$10,52 juta. Realisasi belanja modal tersebut didominasi oleh pembelian mesin dan peralatan senilai US$10,28 juta.

 

Sepanjang semester pertama tahun 2019, jumlah coal delivery Perseroan tumbuh lebih dari 20% menjadi 7,13 juta ton dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,94 juta ton. 

 

Dari jumlah tersebut,proyek Bengalon berkontribusi terbesar mencapai 4,06 juta ton, proyek Asam-Asam menyumbang 2,64 juta ton, dan proyek Satui sebesar 417.817 ton.

 

Darma Henwa memproduksi 45,83 juta bcm overburden pada Januari sampai Juni 2019. Kemudian, produksi batubara Perseroan mencapai 6,77 juta ton. Proyek batubara Bengalon menghasilkan 3,88 juta ton batubara, proyek batubara Asam-Asam memproduksi 2,64 juta ton batubara, dan proyek batubara Satui memproduksi 240.371 ton batubara.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini