Portal Berita Ekonomi Sabtu, 17 Agustus 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:31 WIB. Hong Kong - China mengatakan para pelanggar hukum akan ditangkap.
  • 19:52 WIB. Washington - Pemerintah AS akan memberi waktu Huawei 90 hari untuk membeli dari suplier AS.
  • 18:54 WIB. Afganistan - Pemerintah Trump yakin sebentar lagi bisa berdamai dengan Taliban.
  • 18:01 WIB. Deradikalisasi - Kemhan telah mencetak 83.458.360 kader bela negara pada 2019.
  • 16:53 WIB. Remisi - 130.383 napi memperoleh remisi  127.593 orang langsung bebas.
  • 16:41 WIB. Hong Kong - Cathay Pacific mengkonfirmasi pengunduran diri CEO Rupert Hogg.
  • 16:34 WIB. Singapura - PM Singapura: Dana untuk pembangunan infrastruktur Asia tidak cukup, butuh investasi asing.
  • 14:30 WIB. Hong Kong - Ribuan guru ikut demo menentang pemerintah.
  • 14:08 WIB. Papua - Dua orang anggota TNI tertembak KKSB di Trans Wamena-Habema pada Jumat (16/8).
  • 13:58 WIB. Meksiko - Presiden Meksiko dukung pemotongan suku bunga acuan

Ribuan Warganya Meninggalkan Kota Ini Karena Sudah Tak Aman

Ribuan Warganya Meninggalkan Kota Ini Karena Sudah Tak Aman - Warta Ekonomi
WE Online, Kashmir -

Ribuan turis, peziarah, dan pekerja India mulai meninggalkan wilayah Kashmir setelah pemerintah lokal memperingatkan kemungkinan serangan militan.

India menyatakan telah menewaskan lima militan yang mencoba menyerang tentara. Pejabat keamanan India mengklaim memiliki bukti serangan itu direncanakan oleh militan yang didukung militer Pakistan pada para peziarah Hindu di Kashmir yang mayoritas Muslim.

Imbauan pemerintah lokal secara efektif menghentikan kegiatan ziarah dan meminta mereka kembali ke rumah. Juru bicara pertahanan India yang berbasis di Srinagar Kolonel Rajesh Kalia menyatakan ada beberapa upaya para militan yang berbasis di Pakistan untuk mengganggu perdamaian di Kashmir dan menargetkan para peziarah.

“Sekitar lima hingga tujuh militan tewas saat mencoba menyerang tentara India dekat wilayah Keran,” ucap Kalia, dilansir Reuters.

Dia menyatakan persenjataan dan amunisi ditemukan dalam operasi itu. 

“Pasukan keamanan akan terus merespon semua aktivitas jahat,” tutur Kalia.

Juru bicara pertahanan Pakistan menyangkal tuduhan itu sebagai propaganda dan kebohongan nyata. Pejabat pemerintah lokal di Kashmir menjelaskan, imbauan pemerintah lokal mengakibatkan kepanikan dan memicu kepulangan ribuan turis, peziarah dan pekerja asal India.

Pejabat itu tidak menyebutkan angka pasti tapi menyatakan sebagian besar dari 20.000 peziarah Hindu dan turis India serta 200.000 pekerja India telah meninggalkan wilayah itu.

Kashmir diklaim oleh India dan Pakistan serta menjadi lokasi konflik antara kedua negara. Ketegangan meningkat setelah kendaraan berisi bahan peledak menabrak konvoi kepolisian India pada 14 Februari hingga menewaskan 40 polisi paramiliter dan memicu konflik udara antara dua negara.

India menuduh Pakistan mendanai para militan bersenjata serta kelompok separatis di wilayah India. Pakistan menyangkal tuduhan itu. Pakistan hanya menyatakan memberi dukungan diplomatik dan moral pada gerakan separatis di wilayah India.

Pemerintah Pakistan menegaskan pihaknya khawatir dengan situasi di Kashmir yang dikontrol India. Islamabad juga menolak perkiraan intelijen India tentang kemungkinan adanya serangan dalam waktu dekat.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Pakistan telah menyuarakan kekhawatiran itu dalam surat pada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Presiden Dewan Keamanan serta Sidang Umum PBB.

Imbauan India dikeluarkan setelah pemerintah lokal di Kashmir menyatakan satu ranjau dengan tanda keterangan Pakistan ditemukan dalam amunisi yang disita setelah laporan kemungkinan serangan pada rute-rute yang digunakan para peziarah Hindu ke gua Amarnath setiap tahun.

“Imbauan itu memicu kepanikan orang dan pengunjung di sini. Kashmir telah mengalami waktu terburuk tapi kami sebagai pejabat pemerintah tidak tahu apa yang sedang terjadi,” sebut pejabat pemerintah lokal di Kashmir.

Dalam suasana khawatri, beberapa orang berupaya menyimpan kebutuhan pokok dan antrean panjang terlihat di depan stasiun pengisian bahan bakar, ATM dan toko medis di Srinagar, ibu kota Jammu dan Kashmir.

“Lebih dari 6.000 penumpang meninggalkan Srinagar melalui pesawat pada Sabtu (3/8),” pungkas pernyataan Otoritas Bandara India.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Tag: Kashmir

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,820.46 3,782.19
British Pound GBP 1.00 17,316.60 17,143.57
China Yuan CNY 1.00 2,037.92 2,017.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,329.00 14,187.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,717.93 9,618.79
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,827.35 1,809.22
Dolar Singapura SGD 1.00 10,319.77 10,216.03
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,903.76 15,740.48
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,423.08 3,385.92
Yen Jepang JPY 100.00 13,486.12 13,351.21

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6286.657 29.071 651
2 Agriculture 1385.364 -19.733 21
3 Mining 1611.610 6.842 49
4 Basic Industry and Chemicals 838.279 -1.826 72
5 Miscellanous Industry 1165.921 -4.171 49
6 Consumer Goods 2409.485 55.365 53
7 Cons., Property & Real Estate 501.571 9.118 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1206.906 0.985 74
9 Finance 1267.374 -1.714 91
10 Trade & Service 793.101 -1.849 162
No Code Prev Close Change %
1 NAGA 176 236 60 34.09
2 GLOB 432 540 108 25.00
3 POLL 3,870 4,820 950 24.55
4 ARTO 430 535 105 24.42
5 DAYA 290 360 70 24.14
6 BPFI 930 1,115 185 19.89
7 PUDP 370 438 68 18.38
8 SMMA 8,000 9,200 1,200 15.00
9 SFAN 900 1,035 135 15.00
10 ETWA 60 69 9 15.00
No Code Prev Close Change %
1 INPP 900 745 -155 -17.22
2 YPAS 384 346 -38 -9.90
3 MTPS 1,580 1,435 -145 -9.18
4 TPMA 284 258 -26 -9.15
5 KPIG 157 144 -13 -8.28
6 TIFA 176 162 -14 -7.95
7 RODA 256 236 -20 -7.81
8 PCAR 1,800 1,660 -140 -7.78
9 INKP 8,100 7,525 -575 -7.10
10 SMDM 142 132 -10 -7.04
No Code Prev Close Change %
1 KPIG 157 144 -13 -8.28
2 INKP 8,100 7,525 -575 -7.10
3 MNCN 1,315 1,305 -10 -0.76
4 FREN 166 171 5 3.01
5 ADRO 1,025 1,030 5 0.49
6 ERAA 2,130 2,000 -130 -6.10
7 BBRI 4,250 4,210 -40 -0.94
8 HMSP 2,850 3,020 170 5.96
9 UNTR 20,750 20,500 -250 -1.20
10 TARA 700 755 55 7.86