Portal Berita Ekonomi Minggu, 18 Agustus 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:04 WIB. Perang dagang - AS mengeluarkan furnitur, keperluan bayi, modem dan routers dari daftar tarif 10% untuk China.
  • 07:35 WIB. SoftBank - SoftBank Group Corp akan memberi pinjaman US$20 miliar bagi karyawan yang ingin membeli saham perusahaan.
  • 06:56 WIB. China - FDI masuk lembaga jasa keuangan di China sebesar USD4, 63 M di Q2
  • 06:48 WIB. Hong Kong - Lebih dari 470 ribu orang unjuk rasa dukung perdamaian di Hong Kong
  • 05:51 WIB. Liga Inggris - Manchester City 2 vs 2 Tottenham Hotspur
  • 05:50 WIB. Liga Inggris - Southampton 1 vs 2 Liverpool
  • 05:50 WIB. Liga Inggris - Norwich City 3 vs 1 Newcastle United
  • 05:49 WIB. Liga Inggris - Everton 1 vs 0 Watford
  • 05:49 WIB. Liga Inggris - Brighton & Hove Albion 1 vs 1 West Ham United
  • 05:48 WIB. Liga Inggris - Aston Villa 1 vs 2 AFC Bournemouth
  • 05:47 WIB. Liga Inggris - Arsenal 2 vs 1 Burnley
  • 23:03 WIB. Politik - Prabowo: Gerindra ingin kembali ke UUD 45 yang asli.
  • 20:46 WIB. Thailand - Kemenkeu setujui paket stimulus sebesar 370 M Baht atau setara USD11. 979 M
  • 20:31 WIB. Hong Kong - China mengatakan para pelanggar hukum akan ditangkap.
  • 19:52 WIB. Washington - Pemerintah AS akan memberi waktu Huawei 90 hari untuk membeli dari suplier AS.

Dolar AS Mulai Terseok-Seok, Tapi Rupiah Sudah Pasti Keok!

Dolar AS Mulai Terseok-Seok, Tapi Rupiah Sudah Pasti Keok! - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Nilai tukar dolar AS mulai kelelahan setelah bergerak agresif sepanjang awal pekan kemarin. Bak terkena sentimen teknikal, kini dolar AS justru bergerak dengan kecenderungan melemah di hadapan mata uang dunia. 

Beberapa mata uang seperti euro, poundsterling, dolar New Zealand, dan franc Swiss berhasil membuat dolar AS tunduk. Begitu pun juga dengan mata uang Asia yang sudah menunjukkan geliat perlawanan terhadap dolar AS, seperti yuan, dolar Hongkong, won, dolar Singapura, dan dolar Taiwan.

Baca Juga: Bagaikan Nasi Sudah Menjadi Bubur, Rupiah Terima Nasib Saja!

Adapun untuk jajaran mata uang Benua Kuning yang masih tertekan meliputi yen, dolar Singapura, dan tentu saja rupiah. 

Ya, untuk ke sekian kalinya rupiah menyandang status sebagai mata uang terlemah di dunia dan Asia. Bagaimana tidak, sejak pembukaan pasar spot pagi tadi, rupiah sudah terkoreksi 0,35% ke level Rp14.300 per dolar AS.

Baca Juga: Saat AS-China Lanjut Berperang, Akankah BPS Jadi Penyelamat Rupiah?

Terhitung hingga pukul 09.41 WIB, koreksi rupiah menebal signifikan menjadi 0,63% ke level Rp14.345 per dolar AS. Kemudian, rupiah juga mendapat tekanan luar biasa dari dolar Australia (-0,97%), euro (-0,88%), dan poundsterling (-0,76%). 

Sebagai informasi, mayoritas mata uang Asia yang mulai berbalik menyerang dolar AS didukung oleh sentimen perlawanan dari pihak China untuk pemerintahan AS. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun WE Online, China memutuskan untuk menghentikan pembelian produk agrikultur dari sebagai balasan dari kebijakan Trump perihal kenaikan tarif impor atas barang-barang China yang masuk ke Negeri Paman Sam.

Baca Juga: Gawat! Investor Bakar IHSG hingga Minus 1,50%, Alasannya Ngeri Banget!

Melihat keberanian pemerintah China, pelaku pasar mulai mengambil langkah menjauh dari dolar AS dan beralih pada aset-aset safe haven alternatif. 

Sayang seribu sayang, rupiah belum dapat bergabung dalam koalisi mata uang Asia melawan dolar As. Pasalnya, rupiah sendiri masih terganjal oleh sentimen domestik, yakni rilis data ekonomi yang hanya tumbuh 5,05% (yoy) di kuartal II 2019.

Padahal, pada kuartal sebelumnya, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,07%. Alhasil, rupiah turut ditekan oleh mata uang serumpun Asia, seperti won (-0,85%), yuan (-0,70%), dolar Hongkong (-0,66%), dolar Singapura (-0,63%), dolar Taiwan (-0,58%), baht (-0,47%), dan yen (-0,46%).  

Tag: Dolar Amerika Serikat (AS), Rupiah, Perang Dagang, Donald Trump, Pertumbuhan Ekonomi

Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,820.46 3,782.19
British Pound GBP 1.00 17,316.60 17,143.57
China Yuan CNY 1.00 2,037.92 2,017.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,329.00 14,187.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,717.93 9,618.79
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,827.35 1,809.22
Dolar Singapura SGD 1.00 10,319.77 10,216.03
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,903.76 15,740.48
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,423.08 3,385.92
Yen Jepang JPY 100.00 13,486.12 13,351.21

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6286.657 29.071 651
2 Agriculture 1385.364 -19.733 21
3 Mining 1611.610 6.842 49
4 Basic Industry and Chemicals 838.279 -1.826 72
5 Miscellanous Industry 1165.921 -4.171 49
6 Consumer Goods 2409.485 55.365 53
7 Cons., Property & Real Estate 501.571 9.118 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1206.906 0.985 74
9 Finance 1267.374 -1.714 91
10 Trade & Service 793.101 -1.849 162
No Code Prev Close Change %
1 NAGA 176 236 60 34.09
2 GLOB 432 540 108 25.00
3 POLL 3,870 4,820 950 24.55
4 ARTO 430 535 105 24.42
5 DAYA 290 360 70 24.14
6 BPFI 930 1,115 185 19.89
7 PUDP 370 438 68 18.38
8 SMMA 8,000 9,200 1,200 15.00
9 SFAN 900 1,035 135 15.00
10 ETWA 60 69 9 15.00
No Code Prev Close Change %
1 INPP 900 745 -155 -17.22
2 YPAS 384 346 -38 -9.90
3 MTPS 1,580 1,435 -145 -9.18
4 TPMA 284 258 -26 -9.15
5 KPIG 157 144 -13 -8.28
6 TIFA 176 162 -14 -7.95
7 RODA 256 236 -20 -7.81
8 PCAR 1,800 1,660 -140 -7.78
9 INKP 8,100 7,525 -575 -7.10
10 SMDM 142 132 -10 -7.04
No Code Prev Close Change %
1 KPIG 157 144 -13 -8.28
2 INKP 8,100 7,525 -575 -7.10
3 MNCN 1,315 1,305 -10 -0.76
4 FREN 166 171 5 3.01
5 ADRO 1,025 1,030 5 0.49
6 ERAA 2,130 2,000 -130 -6.10
7 BBRI 4,250 4,210 -40 -0.94
8 HMSP 2,850 3,020 170 5.96
9 UNTR 20,750 20,500 -250 -1.20
10 TARA 700 755 55 7.86