Portal Berita Ekonomi Minggu, 25 Agustus 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:07 WIB. Provokasi - Korsel memulai latihan perang di pulau yang sedang jadi sengketa dengan Jepang.
  • 18:09 WIB. Brexit - PM Johnson hanya akan membayar US$11 miliar saat no-deal Brexit, walau Theresa May janji US$47,88 miliar.
  • 17:11 WIB. Terorisme - Australia akan memblok akses internet terkait terorisme saat krisis.
  • 16:59 WIB. AS - Donald Trump minta ke Fed Ex, Amazon, UPS dan perusahaan pos menolak kiriman fentanyl dari China
  • 16:29 WIB. Android - OS Android setelah Android 9 "Pie" akan dinamai Android 10 saja
  • 16:23 WIB. Hong Kong - Puluhan ribu orang berdemo dengan payung di tengah hujan pada Minggu (25/8).
  • 14:48 WIB. AS -  Dundon Advisor LLC: Jumlah perusahaan bangkrut di AS akan naik moderat pada 2020
  • 14:01 WIB. Rusia - Permintaan Kedubes AS soal pembebasan mata-mata yang diduga Paul Whelan dikritik Kemenlu Rusia
  • 13:40 WIB. GoPay - GoPay akan ganti QR code transaksi pembayaran secara bertahap.
  • 13:38 WIB. Inggris - Pemogokan pilot  British Airways membuat maskapai batal/tunda terbang pada 9,10 dan 27 September
  • 12:08 WIB. BNI Syariah - BNI Syariah mendorong kedaulatan pangan melalui ekonomi syariah.
  • 11:55 WIB. G7 - Presiden UE Tusk: Negara G7 makin sukar mencari kepentingan bersama.
  • 11:45 WIB. Cuaca - BMKG: Kemarau Agustus-September, hujan bisa awal Oktober atau pertengahan November.
  • 11:23 WIB. AS - Chief Fed Jerome Powell: Ketidakpastian kebijakan perdagangan lemahkan manufaktur dan belanja modal di AS

Antisipasi Perang Dagang, Pemerintah Terus Dorong UMKM untuk Mandiri

Antisipasi Perang Dagang, Pemerintah Terus Dorong UMKM untuk Mandiri - Warta Ekonomi
WE Online, Yogyakarta -

Pemerintah terus mendorong pertumbuhan dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan berbagai kebijakan dan program strategis guna mengantisipasi perang dagang yang terjadi saat ini. 

Demikian disampaikan oleh Luhur Pradjarto, Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM dalam acara pembukaan Gebyar UMKM, pameran dan seminar yang merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari UMKM Nasional tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Yogyakarta, di Yogyakarta, Sabtu (3/8/2019).

"Pemberdayaan UMKM terus dilakukan oleh Pemerintah secara sinergis dengan Pemerintah Daerah dan masyarakat melalui penumbuhan iklim usaha yang kondusif dan pengembangan UMKM agar menjadi usaha yang tangguh dan mandiri," tegas Luhur. Untuk itu, keberadaan pendamping sangatlah diperlukan guna mengakselerasi kebijakan Pemerintah kepada UMKM di lapangan.

Baca Juga: UMKM Papua Diminta Manfaatkan Teknologi Digital 

Oleh karena itu lanjutnya, pelaku UMKM diharapkan bisa memaksimalkan peran Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang telah dibangun oleh Kementerian Koperasi dan UKM. 

"Saya juga berharap ABDSI yang telah bersinergi dengan PLUT harus mampu mengayomi para pendamping UMKM sehingga dapat meningkatkan skala usaha dan meningkatkan daya saing produknya di pasar yang semakin kompetitif," kata Luhur.

Menurutnya, pendampingan tidak hanya kepada UMKM tetapi juga kepada koperasi, karena para UMKM merupakan anggota Koperasi. 

Lebih lanjut, Luhur menyampaikan, agar koperasi dan UMKM berdaya saing dan memiliki “multiplier effect” dalam menyumbang pertumbuhan perekonomian nasional, maka perlu mengembangkan dan mendorong Koperasi dan UMKM disektor riil. Melalui pengembangan sektor riil, diharapkan akan dapat memanfaatkan potensi sumberdaya alam serta kemampuan menyerap tenaga kerja.

Baca Juga: Kemenkop-UKM Raih Penghargaan LPJ Bendahara Terbaik dari KPPN

Tidak hanya itu, melalui pengembangan sektor riil diharapkan juga akan tumbuh dan berkembang koperasi-koperasi produksi dengan mengelola berbagai komoditas, seperti kopi, coklat, susu, perikanan, dan perkebunan sawit. 

Sejalan dengan tema yang diusung Panitia penyelenggara “Membangun UMKM Berkarakter dan Berdaya Saing Global menuju Ekonomi Kerakyatan yang Kreatif dan Berkelanjutan”, maka dalam upaya menghadapi perang dagang yang juga berimbas pada produk-produk KUMKM, diharapkan UMKM dapat membentuk kelembagaannya, antara lain dapat berbentuk koperasi. 

"Dengan membentuk koperasi, maka para pelaku UMKM dapat lebih fokus untuk mengelolanya, misalnya kualitas produk harus dijaga, pengemasan, perijinan berusaha. Sedangkan koperasi, berkewajiban mencarikan pasar, membuatkan platform e-commerce atau membuat market place, sehingga produk-produk UMKM dapat dipasarkan melalui market place yang dikelola koperasi," kata Luhur.

Baca Juga: Kemenkop dan UKM Janji Benahi Kualitas Data Koperasi Lewat ODS

Sementara itu, Sri Paduka Paku Alam X, Wakil Gubernur Provinsi DI Yogyakarta mengapresiasi kepada Panitia dalam hal ini ABDSI bekerjasama dengan Dinaskop dan UKM yang telah memilih DI Yogyakarta sebagai tempat pelaksanaan Gebyar UKM sekaligus seminar nasional serta pameran produk UMKM. 

Sri Paduka Paku Alam X juga menegaskan Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta pun mendukung pembangunan UMKM untuk memperkuat keberadaan UMKM.

Diharapkan, kedepan produk-produk UMKM dapat melengkapi komponen ekspor. Konsep penta helix dengan menitikberatkan pada pembangunan berkelanjutan, dapat mempercepat peningkatan skala usaha UMKM. 

"Dalam memajukan Koperasi dan UMKM, hendaknya mengetahui kebutuhan atau apa yang diperlukan oleh Koperasi dan UMKM," tambah Sri Paduka Paku Alam X.

Baca Juga: Kemenkop-UKM Sudah Sahkan Badan Hukum 12 Ribu Lebih Koperasi Via Online

Tag: Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop-UKM), Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Kumairoh

Foto: Kemenkop dan UKM

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,818.36 3,780.40
British Pound GBP 1.00 17,524.82 17,349.62
China Yuan CNY 1.00 2,029.13 2,009.01
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,320.00 14,178.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,680.32 9,581.49
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,826.86 1,808.70
Dolar Singapura SGD 1.00 10,334.13 10,225.75
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,859.40 15,699.30
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,420.11 3,382.16
Yen Jepang JPY 100.00 13,444.75 13,307.68

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6255.597 16.352 650
2 Agriculture 1368.973 -5.285 21
3 Mining 1590.040 13.201 49
4 Basic Industry and Chemicals 841.616 6.098 72
5 Miscellanous Industry 1172.077 33.290 49
6 Consumer Goods 2403.300 9.451 53
7 Cons., Property & Real Estate 498.204 1.562 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1216.314 -8.753 74
9 Finance 1252.950 0.692 90
10 Trade & Service 785.361 -0.724 162
No Code Prev Close Change %
1 YPAS 366 456 90 24.59
2 FIRE 2,100 2,440 340 16.19
3 ANDI 1,950 2,250 300 15.38
4 AKPI 412 472 60 14.56
5 POLL 3,560 4,000 440 12.36
6 KBLM 310 348 38 12.26
7 ALKA 434 486 52 11.98
8 PORT 565 630 65 11.50
9 LPLI 119 132 13 10.92
10 CCSI 292 322 30 10.27
No Code Prev Close Change %
1 AGRS 330 248 -82 -24.85
2 APEX 640 530 -110 -17.19
3 CANI 190 161 -29 -15.26
4 SSTM 500 426 -74 -14.80
5 ARTA 380 330 -50 -13.16
6 FOOD 170 151 -19 -11.18
7 NELY 155 138 -17 -10.97
8 OKAS 104 93 -11 -10.58
9 ERAA 1,655 1,480 -175 -10.57
10 GTBO 177 159 -18 -10.17
No Code Prev Close Change %
1 ERAA 1,655 1,480 -175 -10.57
2 ADRO 1,020 1,085 65 6.37
3 BBRI 4,070 4,080 10 0.25
4 MNCN 1,260 1,255 -5 -0.40
5 ASII 6,325 6,575 250 3.95
6 UNTR 19,975 20,500 525 2.63
7 TLKM 4,450 4,380 -70 -1.57
8 MAMI 89 89 0 0.00
9 BBCA 30,000 29,975 -25 -0.08
10 PGAS 1,805 1,830 25 1.39