Pascakejadian Penembakan di AS, Venezuela dan Uruguay Serukan Ini ke Warganya

Pascakejadian Penembakan di AS, Venezuela dan Uruguay Serukan Ini ke Warganya Kredit Foto: SINDOnews

Dua negara dari Amerika Latin, Venezuela dan Uruguay mengeluarkan peringtan bagi warganya untuk tidak bepergian ke kota-kota tertentu di Amerika Serikat (AS). Travel warning dua negara itu dikeluarkan setelah penembakan massal yang menewaskan 31 orang di El Paso, Texas dan Dayton, Ohio pada akhir pekan kemarin.

Peringatan itu datang setelah AS pada pekan lalu meningkatkan saran perjalanan (travel advice) untuk Uruguay, dan beberapa bulan setelah mengeluarkan peringatan "jangan bepergian" ke Venezuela.

Kementerian Luar Negeri Venezuela mengeluarkan pernyataan memperingatkan warganya yang menuju ke AS untuk menunda perjalanan atau, dalam hal apa pun, mengambil tindakan pencegahan mengingat menjamurnya tindakan kekerasan dan kejahatan kebencian tanpa pandang bulu di El Paso dan Dayton. Kementerian itu secara khusus menyebut sejumlah kota di AS termasuk Detroit, Cleveland, Baltimore, St. Louis, Oakland, dan Memphis.

Kementerian itu mengimbau warganya agar berhati-hati ketika berada di kota-kota tertentu di AS. Alasannya, ditakutkan kejadian yang sama menimpa warganya, karena diskriminasi rasial dan kebencian terhadap para migran masih menghangat.

"Tindakan kekerasan yang berkembang ini telah menemukan gaung dan keberlanjutan dalam pidato dan tindakan yang diresapi dengan diskriminasi rasial dan kebencian terhadap populasi migran, yang telah dikeluarkan oleh elit yang memegang kekuasaan politik di Washington," jelas pernyataan itu.

"Faktor mendasar yang perlu dipertimbangkan terletak pada kepemilikan senjata api yang tak dapat dimaafkan dan tak dapat dibedakan oleh penduduk," sambung rilis itu seperti disitir dari Globalnews.ca, Selasa (6/8/2019).

Kementerian Luar Negeri Venezuela juga secara khusus memperingatkan orang-orang untuk menghindari tempat berkumpulnya banyak orang, dan menghindari membawa anak di bawah umur ke lokasi seperti itu.

Sementara dalam peringatannya, Uruguay menyarankan kepada warganya untuk mengambil tindakan pencegahan terhadap meningkatnya kekerasan tanpa pandang bulu, sebagian besar untuk kejahatan kebencian, termasuk rasisme dan diskriminasi.

Negara Amerika Latin itu juga memperingatkan untuk tidak menghadiri tempat apa pun dengan kerumunan banyak orang, festival, pusat perbelanjaan, taman hiburan dan segala jenis acara budaya atau olahraga.

Uruguay juga menyebutkan sejumlah kota di AS yang katanya berada dalam peringkat di antara 20 kota paling berbahaya di dunia, termasuk Detroit, Baltimore, dan Albuquerque. Ketiganya berada di antara 20 kota terendah untuk keselamatan dalam daftar yang disusun oleh majalah Ceoworld.

Dua puluh dua orang tewas dan lebih dari dua lusin terluka akibat penembakan pada hari Sabtu di El Paso, yang merupakan salah satu dari tiga penembakan massal terbesar di seluruh AS dalam sepekan terakhir. Sementara sembilan orang tewas dan 27 lainnya terluka akibat penembakan di Dayton, Ohio.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini