Portal Berita Ekonomi Sabtu, 24 Agustus 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:27 WIB. Oposisi - Sambil rayakan hut di kolong tol, PAN menyatakan akan menjadi oposisi.
  • 11:09 WIB. Bursa global - Sikap Trump menyebabkan Nasdaq Composite turun 3%, dan S&P 500 turun 2.6%.
  • 10:58 WIB. Washington - Trump marah kepada Powell yang menyebut perang dagang berisiko tinggi bagi AS.
  • 09:40 WIB. Hong Kong - Ekonom Harvard mengingatkan bahwa Hong Kong bisa menyebabkan resesi dunia.
  • 09:05 WIB. Korea Utara - Sabtu (24/5) Korea Utara kembali meluncurkan misil untuk provokasi.
  • 08:31 WIB. Suku bunga - Powel: The Fed menghadapi tantangan dari ketidakpastian dunia bisnis.
  • 08:02 WIB. China - Trump memerintahkan agar perusahaan AS segera meninggalkan China.
  • 06:34 WIB. Perang Dagang - Trump langsung akan menaikan lagi tarif untuk China sebagai respon terhadap retaliasi China.
  • 06:24 WIB. Liga Spanyol - Levante 2 vs 1 Villarreal
  • 06:23 WIB. Liga Spanyol - Granada 0 vs 1 Sevilla
  • 06:22 WIB. Liga Inggris - Aston Villa 2 vs 0 Everton
  • 00:28 WIB. Hong Kong - Memasuki minggu ke-12 ribuan demonstran membentuk rantai manusia.
  • 00:20 WIB. NKRI - Alwi Syihab: NKRI Bersyariah tidak relevan dengan Indonesia.
  • 22:07 WIB. India - Moody's turunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi India 2019 dari 6,8% jadi 6,2%

Hong Kong Alami Krisis Terparah Sejak 22 Tahun Terakhir

Hong Kong Alami Krisis Terparah Sejak 22 Tahun Terakhir - Warta Ekonomi
WE Online, Hong Kong -

Negara Hong Kong kini tengah menghadapi krisis terbesarnya dalam sejarah sejak dikembalikan Inggris ke China pada tahun 1997. Pernyataan tersebut membuat Pimpinan Kantor Hubungan Hong Kong dan Makau Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Zhang Xiaoming dalam sebuah pertemuan di Shenzhen pada Rabu.

 

"Krisis Hong Kong telah berlanjut selama 60 hari, dan semakin memburuk," ujar Zhang, salah satu pejabat Cina paling senior yang mengawasi urusan Hong Kong sebagaimana dilansir Channel News Asia, Rabu (7/8/2019).

 

"Kegiatan kekerasan semakin meningkat dan dampaknya terhadap masyarakat menyebar lebih luas. Dapat dikatakan bahwa Hong Kong sekarang menghadapi situasi yang paling parah sejak penyerahannya," jelasnya.

 

Seperti yang diketahui, Hong Kong, merupakan wilayah otonomi khusus Tiongkok, tengah menghadapi demonstrasi besar-besaran yang berujung dengan kekerasan dan kerusuhan dalam beberapa bulan terakhir. Hal tersebut berawal dari protes terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) ekstradisi yang memungkinkan tersangka dari Hong Kong untuk diadili di China daratan.

 

Akan tetapi, usai RUU tersebut ditunda pada Juni, para demonstrasi tidak juga berakhir dan berubah menjadi perlawanan langsung terhadap pemerintahan Hong Kong yang dipimpin oleh Carrie Lam, dan terhadap kewenangan China di sana.

 

Zhang sendiri menggelar forum yang mengikutsertakan delegasi dari Hong Kong ke dalam parlemen Tiongkok, Kongres Rakyat Nasional dan badan konsultatif utama China (CPPCC), untuk membahas krisis politik yang terjadi di teritorinya itu. Namun, tidak ada tokoh oposisi dan perwakilan demonstran yang diundang dalam delegasi tersebut.

 

Saat ini, Pemerintah China telah memperingatkan para demonstran untuk “tidak bermain api” agar tidak “binasa” menyusul protes dan kekerasan yang terus terjadi di Hong Kong.

 

Akan tetapi, sampai saat ini belum ada wacana untuk mengerahkan pasukan Tentara Rakyat China (PLA) yang memiliki garnisun di Hong Kong untuk memadamkan demonstrasi. Sampai saat ini, Beijing tetap percaya pada pemerintah Hong Kong dan polisi setempat untuk mengendalikan situasi.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Tag: Demonstrasi

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Abdul Halim Trian Fikri

Foto: Foto: Reuters.

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,818.36 3,780.40
British Pound GBP 1.00 17,524.82 17,349.62
China Yuan CNY 1.00 2,029.13 2,009.01
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,320.00 14,178.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,680.32 9,581.49
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,826.86 1,808.70
Dolar Singapura SGD 1.00 10,334.13 10,225.75
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,859.40 15,699.30
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,420.11 3,382.16
Yen Jepang JPY 100.00 13,444.75 13,307.68

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6255.597 16.352 650
2 Agriculture 1368.973 -5.285 21
3 Mining 1590.040 13.201 49
4 Basic Industry and Chemicals 841.616 6.098 72
5 Miscellanous Industry 1172.077 33.290 49
6 Consumer Goods 2403.300 9.451 53
7 Cons., Property & Real Estate 498.204 1.562 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1216.314 -8.753 74
9 Finance 1252.950 0.692 90
10 Trade & Service 785.361 -0.724 162
No Code Prev Close Change %
1 YPAS 366 456 90 24.59
2 FIRE 2,100 2,440 340 16.19
3 ANDI 1,950 2,250 300 15.38
4 AKPI 412 472 60 14.56
5 POLL 3,560 4,000 440 12.36
6 KBLM 310 348 38 12.26
7 ALKA 434 486 52 11.98
8 PORT 565 630 65 11.50
9 LPLI 119 132 13 10.92
10 CCSI 292 322 30 10.27
No Code Prev Close Change %
1 AGRS 330 248 -82 -24.85
2 APEX 640 530 -110 -17.19
3 CANI 190 161 -29 -15.26
4 SSTM 500 426 -74 -14.80
5 ARTA 380 330 -50 -13.16
6 FOOD 170 151 -19 -11.18
7 NELY 155 138 -17 -10.97
8 OKAS 104 93 -11 -10.58
9 ERAA 1,655 1,480 -175 -10.57
10 GTBO 177 159 -18 -10.17
No Code Prev Close Change %
1 ERAA 1,655 1,480 -175 -10.57
2 ADRO 1,020 1,085 65 6.37
3 BBRI 4,070 4,080 10 0.25
4 MNCN 1,260 1,255 -5 -0.40
5 ASII 6,325 6,575 250 3.95
6 UNTR 19,975 20,500 525 2.63
7 TLKM 4,450 4,380 -70 -1.57
8 MAMI 89 89 0 0.00
9 BBCA 30,000 29,975 -25 -0.08
10 PGAS 1,805 1,830 25 1.39