Portal Berita Ekonomi Kamis, 02 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:24 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,03% terhadap Yuan pada level 7,10 CNY/USD.
  • 16:12 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,27% terhadap Dollar AS pada level 16.495 IDR/USD.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,84% pada level 23.280.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 1,69% pada level 2.780.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,42% pada level 2.450.
  • 16:01 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,64% pada level 5.489.
  • 16:00 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 1,37% pada level 17.818.
  • 16:00 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 2,34% pada level 1.724.

PPP Komentari Seruan NKRI Bersyariah, Kata Mereka...

PPP Komentari Seruan NKRI Bersyariah, Kata Mereka... - Warta Ekonomi

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan, Arsul Sani, menanggapi soal Ijtima Ulama IV yang menyerukan NKRI bersyariah. Ia menegaskan jika ingin memperjuangkan berlakunya syariat Islam boleh saja asal sesuai dengan proses legislasi.

"Kalau bersyariah dimaknai umat Islam punya keinginan untuk memperjuangkan berlakunya syariat Islam melalui proses legislasi ya boleh-boleh saja," kata Arsul di komplek parlemen di Senayan Jakarta, belum lama ini.

Ia mencontohkan bahkan partainya sejak dulu memang memperjuangkan dan menjaga legislasi agar tak bertentangan dengan ajaran Islam.

"Misal dulu ada perdebatan sengit dalam merumuskan UU 1/1974 tentang perkawinan, PPP sudah ada dan di sana ada perdebatan panjang ketika konsep awalnya dianggap bertentangan dengan Islam," kata Arsul.

Ia mencontohkan lagi ketika 10 tahun terakhir pemerintahan Soeharto, mulai terbuka dan luas mengintroduksi legislasi yang memberikan kemudahan pada umat Islam untuk menjalankan agamanya.

"Misal UU tentang wakaf, ada UU tentang haji, UU tentang perbankan syariah, itu kan hakikatnya implementasi syariat Islam ke dalam sistem legislasi nasional kita. Sepanjang dilakukan dalam cara itu ya sah-sah saja," kata Arsul.

Ia menjelaskan yang tak boleh misalnya ingin melaksanakan syariat di bidang publik dengan cara-cara yang keluar dari sistem hukum. Misalnya memberantas minuman keras tapi dengan cara bertindak sebagai penegak hukum sendiri.

"Itu enggak boleh. Gimana supaya miras bisa diberantas? PPP dalam periode ini mengajukan RUU tentang pelarangan minuman beralkohol yang sampai sekarang masih dibahas. Lalu bagaimana pendidikan Islam lebih maju dan atensi negara lebih besar pada pendidikan Islam, maka PPP mengajukan RUU pendidikan keagamaan dan ponpes. Nah, cara-cara itu boleh," kata Arsul.

Menurutnya, persoalan hubungan antara agama Islam dan negara merupakan sesuatu yang sudah selesai. Persoalan yang dianggap juga sudah final misalnya 4 konsensus negara seperti, Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan bhineka tunggal ika sebagai keberagaman yang diakui di negara ini.

"Tidak boleh diotak-atik. Jadi tak boleh kemudian ada orang Islam di negara ini yang karena pemahaman keagamannya lalu ingin mengubah ideologi atau dasar negara kita atau bentuk negara kita. Dari negara kesatuan menjadi misal negara dengan sistem khilafah," kata Arsul.

Menurutnya, soal khilafah sebagai kajian atau bahan diskusi boleh saja. Tapi kalau sebagai gerakan untuk mengganti 4 konsensus bernegara, maka bisa menjadi pelanggaran hukum pidana.

"Kalau sebagai gerakan mengganti 4 konsensus bernegara, itu jadi pelanggaran hukum pidana yang ada ancaman hukumannya di KUHP," kata Arsul. (ren)

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Alumni 212, Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Novrian Arbi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,472.52 4,427.42
British Pound GBP 1.00 20,850.86 20,635.06
China Yuan CNY 1.00 2,365.81 2,340.63
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,824.71 16,657.30
Dolar Australia AUD 1.00 10,234.47 10,129.30
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,170.54 2,148.72
Dolar Singapura SGD 1.00 11,713.11 11,592.53
EURO Spot Rate EUR 1.00 18,416.33 18,226.42
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,847.41 3,798.70
Yen Jepang JPY 100.00 15,668.38 15,508.15
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4531.685 65.648 687
2 Agriculture 924.089 9.599 22
3 Mining 1194.094 19.018 49
4 Basic Industry and Chemicals 601.298 24.602 78
5 Miscellanous Industry 736.578 21.582 51
6 Consumer Goods 1704.035 64.759 57
7 Cons., Property & Real Estate 326.391 -2.538 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 802.387 12.629 79
9 Finance 971.863 -0.770 92
10 Trade & Service 594.509 3.064 170
No Code Prev Close Change %
1 SOCI 85 114 29 34.12
2 HKMU 73 94 21 28.77
3 ELSA 141 181 40 28.37
4 SAMF 218 272 54 24.77
5 ARTO 915 1,140 225 24.59
6 DUCK 442 550 108 24.43
7 MPRO 925 1,135 210 22.70
8 RAJA 86 104 18 20.93
9 CARS 50 60 10 20.00
10 GWSA 82 98 16 19.51
No Code Prev Close Change %
1 LMSH 400 372 -28 -7.00
2 AGII 505 470 -35 -6.93
3 POLL 10,150 9,450 -700 -6.90
4 ENVY 131 122 -9 -6.87
5 GEMA 350 326 -24 -6.86
6 NASA 234 218 -16 -6.84
7 AMAN 234 218 -16 -6.84
8 MAPA 1,830 1,705 -125 -6.83
9 SSIA 410 382 -28 -6.83
10 LAND 498 464 -34 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,930 2,870 -60 -2.05
2 REAL 57 61 4 7.02
3 MNCN 900 1,000 100 11.11
4 PAMG 114 107 -7 -6.14
5 BBCA 27,400 27,050 -350 -1.28
6 TELE 118 140 22 18.64
7 PURA 77 75 -2 -2.60
8 ISSP 148 146 -2 -1.35
9 TLKM 3,100 3,130 30 0.97
10 BBNI 3,680 3,850 170 4.62