Portal Berita Ekonomi Kamis, 24 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:10 WIB. Valas - Rupiah dibuka menguat 0,24% terhadap Dollar AS pada level Rp 13.998 per US$
  • 08:08 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 60,83 US$/barel
  • 08:07 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 55,59 US$/barel
  • 08:06 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.492 US$/troy ounce
  • 08:06 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,07% terhadap Yen pada level 108,61 Yen/US$
  • 08:05 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,03% terhadap Poundsterling pada level 1,2916 US$/Pound
  • 08:03 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,03% terhadap Euro pada level 1,1134 US$/Euro
  • 07:55 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka positif 0,54% pada level 22.760
  • 07:54 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka negatif 0,14% pada level 2.077
  • 07:53 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup positif 0,28% pada level 3.004
  • 07:52 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup positif 0,17% pada level 26.833
  • 07:51 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 0,19% pada level 8.119

Menkes Serukan Perusahaan Beri Fasilitas Ruang Laktasi untuk Ibu ASI di Kantor

Menkes Serukan Perusahaan Beri Fasilitas Ruang Laktasi untuk Ibu ASI di Kantor - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Ruang laktasi bagi ibu menyusui yang bekerja di kantor tentu masih sangat dibutuhkan. Namun, permasalahannya tidak semua kantor atau perusahaan menyediakan ruang khusus bagi kebutuhan pemberian Air Susu Ibu (ASI).

Lewat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 33/2012 tentang ASI eksklusif, diatur bahwa kantor pemerintah dan swasta harus mendukung program ASI eksklusif. Salah satunya yakni dengan memberikan fasilitas ruang laktasi. Hal itu ditujukan agar para ibu ASI yang bekerja dapat memerah ASI dengan nyaman.

Isu ini tentu menjadi tamparan keras buat semua perusahaan di Indonesia. Terlebih buat yang belum menyediakan ruang ASI di dalam gedung kantornya.

Menanggapi hal itu, Menteri Kesehatan RI, Prof Dr dr Nila Faried Moeloek, SpM(K), mengatakan, akan terus mendorong pengadaan ruang laktasi. Lewat Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, khsusunya Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga, sudah digalakkan tentang penyediaan ruang laktasi tersebut.

"Kita selalu mendorong dan melihat, mengevaluasi ada tidaknya (ruang laktasi). Jika tidak ada, kita harus menegur. Saya setuju itu harus kita gemakan," terang Menkes Nila saat ditemui di Kantor Kementerian Kesehatan, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (7/8/2019).

Menkes Nila menyebut, saat sebuah perusahaan memiliki 80 persen pekerja perempuan, sebenarnya wajib menyediakan ruang laktasi. Paling tidak ada satu ruangan yang memadai untuk memerah ASI dan merelaksasi pikiran agar tidak stres saat menyusui.

"Ibu ASI ini hanya butuh diberikan waktu satu jam istirahat. Itu kan ada salat, makan dan memeras susu. Ruang laktasinya itu harus memadai. Jangan ruangannya kecil, tapi yang memerah ASI banyak," tukasnya.

Dia menegaskan, untuk perusahaan yang belum menyediakan ruang laktasi, gedung kantornya bisa ditutup. Karena dalam peraturan tertulis, pemerintah mengatur ketersediaan ruang laktasi.

Menurutnya, dengan tersedianya ruang laktasi tersebut yakin dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Pekerja perempuan jadi merasa tidak terbebani saat harus memberikan ASI eksklusif untuk buah hatinya hingga dua tahun.

"Aturannya ada, kalau tidak memperhatikan si perempuan menyusui kita tutup nanti (kantornya). Makanya tolong dong (peraturan) ini harus dilakukan," pungkas Nila mengakhiri.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Baca Juga

Tag: Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,765.06 3,727.40
British Pound GBP 1.00 18,152.87 17,970.86
China Yuan CNY 1.00 1,993.57 1,972.90
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,121.25 13,980.75
Dolar Australia AUD 1.00 9,663.17 9,560.04
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.81 1,782.71
Dolar Singapura SGD 1.00 10,352.82 10,246.06
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,705.65 15,545.20
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,369.82 3,333.91
Yen Jepang JPY 100.00 13,035.40 12,904.51

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6257.806 32.309 659
2 Agriculture 1350.830 17.939 20
3 Mining 1608.809 18.668 48
4 Basic Industry and Chemicals 936.650 11.345 74
5 Miscellanous Industry 1204.625 1.298 50
6 Consumer Goods 2095.162 -5.964 54
7 Cons., Property & Real Estate 514.979 5.407 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1218.866 3.964 75
9 Finance 1282.423 11.762 90
10 Trade & Service 804.793 -4.564 166
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 71 84 13 18.31
2 YPAS 424 500 76 17.92
3 MPRO 870 1,000 130 14.94
4 PURE 680 775 95 13.97
5 TFCO 450 510 60 13.33
6 SONA 5,000 5,625 625 12.50
7 TRAM 111 123 12 10.81
8 FITT 86 95 9 10.47
9 MREI 4,120 4,480 360 8.74
10 BALI 1,280 1,390 110 8.59
No Code Prev Close Change %
1 FMII 730 550 -180 -24.66
2 TALF 360 278 -82 -22.78
3 NZIA 1,290 1,055 -235 -18.22
4 ABBA 214 178 -36 -16.82
5 KBLV 420 370 -50 -11.90
6 MDKI 232 206 -26 -11.21
7 APEX 505 450 -55 -10.89
8 YULE 149 133 -16 -10.74
9 PDES 950 850 -100 -10.53
10 SRAJ 268 242 -26 -9.70
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 236 244 8 3.39
2 MKNT 59 57 -2 -3.39
3 ABBA 214 178 -36 -16.82
4 TCPI 6,125 6,075 -50 -0.82
5 HMSP 2,120 2,060 -60 -2.83
6 FREN 157 150 -7 -4.46
7 JPFA 1,655 1,745 90 5.44
8 BTPS 3,550 3,810 260 7.32
9 PGAS 2,240 2,330 90 4.02
10 PURE 680 775 95 13.97