Portal Berita Ekonomi Sabtu, 15 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 0,19% pada level 25.183.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 1,23% pada level 2.407.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 1,19% pada level 3.360.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 1,19% pada level 3.360.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,07% pada level 23.265.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,58% pada level 2.580.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 2,32% pada level 6.042.
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,08% terhadap Yuan pada level 6,95 CNY/USD.
  • 16:03 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,14% terhadap Dollar AS pada level 14.795 IDR/USD.

Harus Bayar hingga Rp3 Ribu, Go-Jek Kurangi Penggunaan Alat Makan Plastik

Harus Bayar hingga Rp3 Ribu, Go-Jek Kurangi Penggunaan Alat Makan Plastik
WE Online, Jakarta -

Go-Jek mengenalkan program Go-Greener, inisiasi untuk memudahkan gaya hidup ramah lingkungan. Salah satu bagian dari program itu ialah fitur pilihan alat makan sekali pakai di layanan Go-Food yang dimulai sejak awal Juli 2019.

Fitur itu membuat konsumen harus memilih opsi beli jika memerlukan alat makan sekali pakai. Chief of Corporate Affairs Go-Jek, Nila Marita mengatakan, hanya 1% konsumen dari total pengguna yang membeli perlengkapan makanan sekali pakai itu dalam dua bulan terakhir.

"Jadi yang pesan Go-Food dan pilih untuk beli plastik cuma 1%, 99% enggak klik," kata Nila saat ditemui pada Kamis (8/8/2019) di bilangan Jakarta.

Dengan adanya fitur itu, konsumen perlu membayar di kisaran Rp1.000-Rp3.000 per alat makan sekali pakai. Fitur itu bertujuan untuk mengubah perilaku konsumen agar tak memakai alat makan sekali pakai.

Baca Juga: Go-Jek Akuisisi Moka?

Menurut data dari Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP), setiap bulannya restoran memakai 500-100 plastik, pedagang kaki lima 200-500 plastik, dan paling banyak ialah alat makanan.

"Respons konsumennya sangat positif," ujar Nila dan melanjutkan, "Itu berhasil untuk mengubah perilaku (yang lebih ramah lingkungan)."

Chief Food Officer Go-Jek Group, Catherine Hindra menambahkan, inisiasi Go-Greener bertujuan mengadopsi gaya hidup dan operasional bisnis yang ramah lingkungan. Saat ini, ada sekitar 1.000 dari 400 ribu penjual Go-Food yang tergabung dalam program tersebut.

"Di ekosistem Go-Jek, kami punya banyak wadah berkelanjutan untuk menjangkau mitra penjual ataupun pengemudi. Ada 400 ribu mitra di tiga negara, Indonesia, Vietnam, dan Thailand," kata Catherine lagi.

Selain fitur tersebut, inisasi itu juga menyediakan tas pengantaran yang dirancang khusus untuk mitra pengemudi dalam layanan Go-Food guna mengurangi penggunaan plastik.

Catherine berujar, "Go-Food banyak penggunaan plastik, kami sadar kalau kami bisa membuat impact (dengan program ini)."

Baca Juga: Survei: Konsumen Lebih Suka Go-Jek Dibanding Grab

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), jumlah timbunan sampah secara nasional mencapai 175 ribu ton per hari jika menggunakan asumsi sampah yang dihasilkan per individu per hari sebesar 0,7 kg.

15% di antaranya merupakan sampah plastik dari kemasan makanan dan minuman, kemasan consumer goods, kantong belanja, wadah makanan dan minuman, serta pembungkus barang lainnya.

Go-Jek juga bermitra dengan KLHK, GIDKP, PlastikDetox, dan World Wildlife Fund (WWF) Indonesia untuk mengedukasi mitra Go-Food, pengemudi hingga konsumen. Edukasi akan dilakukan ke wilayah Jabodetabek, Bandung, Bali, dan Surabya.

Tag: PT Go-Jek Indonesia, green economy

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Rosmayanti

Foto: Tanayastri Dini Isna

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,997.86 3,957.77
British Pound GBP 1.00 19,577.52 19,379.75
China Yuan CNY 1.00 2,157.44 2,135.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,991.59 14,842.42
Dolar Australia AUD 1.00 10,705.49 10,597.49
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,934.40 1,914.93
Dolar Singapura SGD 1.00 10,918.06 10,807.85
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,708.07 17,530.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,574.53 3,533.07
Yen Jepang JPY 100.00 14,018.69 13,877.91
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5247.690 8.440 698
2 Agriculture 1191.965 -5.185 23
3 Mining 1411.043 13.217 48
4 Basic Industry and Chemicals 764.095 1.164 80
5 Miscellanous Industry 950.120 -3.080 52
6 Consumer Goods 1942.851 11.219 58
7 Cons., Property & Real Estate 293.644 -2.218 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 888.134 -1.335 78
9 Finance 1169.651 5.304 93
10 Trade & Service 626.647 -7.124 174
No Code Prev Close Change %
1 FOOD 122 164 42 34.43
2 MBAP 2,270 2,830 560 24.67
3 KDSI 730 900 170 23.29
4 SKBM 290 346 56 19.31
5 ARKA 288 340 52 18.06
6 TPMA 342 392 50 14.62
7 POLU 850 960 110 12.94
8 NZIA 170 189 19 11.18
9 SRSN 54 60 6 11.11
10 AMAN 196 216 20 10.20
No Code Prev Close Change %
1 RONY 100 93 -7 -7.00
2 POLI 1,145 1,065 -80 -6.99
3 DVLA 3,040 2,830 -210 -6.91
4 PEGE 145 135 -10 -6.90
5 MNCN 945 880 -65 -6.88
6 MSKY 955 890 -65 -6.81
7 ASJT 118 110 -8 -6.78
8 PRAS 134 125 -9 -6.72
9 KREN 90 84 -6 -6.67
10 BBLD 420 392 -28 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 FREN 120 112 -8 -6.67
2 KAEF 3,260 3,350 90 2.76
3 MNCN 945 880 -65 -6.88
4 PURA 134 126 -8 -5.97
5 TOWR 1,030 1,035 5 0.49
6 MDKA 1,770 1,810 40 2.26
7 EXCL 2,610 2,550 -60 -2.30
8 BBNI 5,075 5,000 -75 -1.48
9 ANTM 770 785 15 1.95
10 TLKM 3,010 3,030 20 0.66