Portal Berita Ekonomi Jum'at, 21 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:57 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka negatif 1% pada level 3.352.
  • 23:56 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka negatif 1% pada level 29.053.
  • 23:55 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka negatif 1,36% pada level 9.683.
  • 23:55 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,31% terhadap Poundsterling pada level 1,2880 USD/GBP.
  • 23:54 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,10% terhadap Euro pada level 1,0794 USD/EUR.
  • 21:16 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,55% terhadap Yen pada level 111,98 JPY/USD.
  • 21:12 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.616 USD/troy ounce.
  • 21:11 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 59,33 USD/barel.
  • 21:10 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 53,73 USD/barel.
  • 16:16 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,28% terhdap Yuan pada level 7,02 CNY/USD.
  • 16:16 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,40% terhadap Dollar AS pada level 13.750 IDR/USD.
  • 15:54 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 0,17% pada level 27.609.
  • 15:54 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 1,84% pada level 3.030.
  • 15:53 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,50% pada level 3.197.
  • 15:52 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,02% pada level 7.458.

Terjun Bebas, Neraca Pembayaran RI di Triwulan II 2019 Defisit US$2,0 Miliar

Terjun Bebas, Neraca Pembayaran RI di Triwulan II 2019 Defisit US$2,0 Miliar - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada Triwulan II 2019 terjun bebas dengan mengalami defisit US$2,0 miliar. Posisi ini berbanding terbalik bila dibandingkan NPI triwulan I 2019 yang tercatat surplus sebesar US$2,4 miliar. Dengan perkembangan tersebut, hingga Semester I 2019 surplus NPI terpangkas US$2,0 miliar yakni hanya surplus US$0,4 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko mengatakan, merosotnya NPI triwulan II disebabkan oleh kondisi ekonomi global yang kurang kondusif dan prilaku musiman domestik.

"Sementara itu, defisit neraca transaksi berjalan meningkat dari US$7,0 miliar (2,6% dari PDB) pada triwulan sebelumnya menjadi US$8,4 miliar (3,0% dari PDB)," kata Onny di Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Baca Juga: Apa Itu Neraca Pembayaran Indonesia?

Beruntung, defisit NPI ini masih tertolong oleh kinerja transaksi modal dan finansial (TMF) yang mencatatkan surplus meski dibayangi oleh ketidakpastian pasar keuangan dunia yang masih tinggi, serta pola musiman pembayaran pinjaman luar negeri yang jatuh tempo.

"Surplus neraca TMF pada triwulan II 2019 tercatat US$7,1 miliar ditopang aliran masuk investasi langsung dan investasi portofolio," ucap Onny.

Aliran masuk investasi langsung tercatat US$7,0 miliar, meningkat dibandingkan dengan level pada triwulan sebelumnya sebesar US$6,1 miliar. Investasi portofolio tercatat juga masih tinggi yakni US$4,5 miliar.

Baca Juga: Waduh, Unduh Gim Ternyata Bikin Defisit Neraca Pembayaran Melebar

Sementara itu, investasi lainnya mencatat defisit dipengaruhi faktor musiman meningkatnya pembayaran pinjaman luar negeri pemerintah dan swasta yang jatuh tempo.

"Dengan perkembangan tersebut, surplus TMF sampai dengan semester I 2019 tercatat US$17,0 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada semester I tahun sebelumnya sebesar US$5,3 miliar," ungkap Onny.

Ke depan, BI diprakirakan tetap baik sehingga dapat terus menopang ketahanan sektor eksternal. Prospek NPI tersebut didukung defisit transaksi berjalan 2019 yang diprakirakan lebih rendah dari tahun 2018, yaitu dalam kisaran 2,5%-3,0% PDB.

"Prospek aliran masuk modal asing juga tetap besar didorong persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi Indonesia yang tetap terjaga," tukasnya.

Baca Juga

Tag: Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Kumairoh

Foto: Fajar Sulaiman

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,680.49 3,643.67
British Pound GBP 1.00 17,831.59 17,652.80
China Yuan CNY 1.00 1,969.31 1,948.60
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,803.68 13,666.33
Dolar Australia AUD 1.00 9,176.69 9,082.64
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,775.78 1,758.07
Dolar Singapura SGD 1.00 9,877.41 9,777.73
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,909.35 14,756.90
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,305.48 3,270.24
Yen Jepang JPY 100.00 12,406.69 12,282.13
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5942.487 13.696 682
2 Agriculture 1293.152 -6.644 22
3 Mining 1454.898 23.213 49
4 Basic Industry and Chemicals 882.997 -1.692 77
5 Miscellanous Industry 1101.999 2.541 51
6 Consumer Goods 1937.534 15.529 57
7 Cons., Property & Real Estate 455.876 -2.662 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1017.481 -0.941 78
9 Finance 1349.188 3.336 92
10 Trade & Service 704.200 -0.648 168
No Code Prev Close Change %
1 MINA 50 67 17 34.00
2 PTIS 72 95 23 31.94
3 DNAR 208 256 48 23.08
4 PSDN 148 180 32 21.62
5 ERTX 110 132 22 20.00
6 BRAM 4,260 5,100 840 19.72
7 DEAL 118 140 22 18.64
8 INTD 200 236 36 18.00
9 PRAS 140 165 25 17.86
10 PCAR 238 272 34 14.29
No Code Prev Close Change %
1 GHON 1,680 1,350 -330 -19.64
2 RELI 185 150 -35 -18.92
3 PDES 875 725 -150 -17.14
4 MREI 5,900 5,000 -900 -15.25
5 INDO 130 112 -18 -13.85
6 PBRX 440 384 -56 -12.73
7 EPMT 2,100 1,850 -250 -11.90
8 JMAS 650 575 -75 -11.54
9 PRIM 328 292 -36 -10.98
10 MTPS 320 286 -34 -10.62
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,490 1,475 -15 -1.01
2 MKNT 50 50 0 0.00
3 TOWR 875 880 5 0.57
4 BBCA 33,475 32,975 -500 -1.49
5 ASPI 300 304 4 1.33
6 BBRI 4,480 4,560 80 1.79
7 KPIG 124 125 1 0.81
8 PGAS 1,530 1,555 25 1.63
9 MDKA 1,260 1,300 40 3.17
10 TLKM 3,620 3,630 10 0.28