Portal Berita Ekonomi Rabu, 28 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 0,32% pada level 24.708.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,62% pada level 2.345.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,29% pada level 23.418.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,46% pada level 3.269.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,91% pada level 2.490.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 1,97% pada level 5.615.
  • 16:07 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,10% terhadap Yuan pada level 6,7120 CNY/USD.

Resto di Jepang Gunakan Sedotan Bambu untuk Kurangi Limbah Plastik

Resto di Jepang Gunakan Sedotan Bambu untuk Kurangi Limbah Plastik
WE Online, Tokyo -

Baru-baru ini, masalah pencemaran lingkungan oleh plastik semakin menjadi perhatian publik dunia. Tak terkecuali dengan salah satu negara di Asia timur, yakni Jepang. Sebuah restoran di Jepang bernama Watami kini berhenti menggunakan sedotan plastik dan beralih menggunakan sedotan bambu. Sedotan bambu diproduksi dari serat bambu yang membuat sedotan tersebut biodegradable dalam hitungan bulan dan bahkan aman jika tidak sengaja tertelan.

Berita baiknya, sepereti dilansir Soranews24, sedotan bambu ini ramah lingkungan. Bahkan, mengurangi limbah dan membantu menyelamatkan hutan.

Meski pohon bambu sangat cantik dan menjadi latar belakang yang bagus untuk pertempuran samurai, tapi yang mengejutkan adalah rumpun bambu menjadi masalah yang sedang berkembang. Pasalnya, ketika bambu dipelihara dengan baik, tanaman ini menjadi pemandangan alam yang menyenangkan.

Namun, hal sebaliknya terjadi ketika pohon bambu dibiarkan begitu saja. Tangkai pohon bambu yang tumbuh dengan cepat dapat menyalip dan menghambat kehidupan tanaman lainnya. Tidak hanya itu, akar dangkal pohon bambu juga mengganggu tanah dan membuat tanah longsor.

Hal ini menjadi masalah potensial selama masa gempa bumi dan hujan lebat. Untuk mengurangi dampak tersebut, Watami berinisiatif dengan tidak menanam bambu tetapi memanennya dari kebun liar di sekitar Jepang dan diolah menjadi sedotan bambu yang digunakan untuk restorannya.

Ini jelas membuat persediaan sedotan bambu menjadi lebih terbatas sehingga sedotan hanya akan digunakan atau tersedia atas permintaan pelanggan yang memesan minuman ringan di salah satu dari 68 lokasi Watami dan Zawatami yang berpartisipasi di seluruh Jepang.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Jepang, ramah lingkungan, Sedotan

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: SINDOnews

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,936.61 3,897.23
British Pound GBP 1.00 19,250.06 19,052.67
China Yuan CNY 1.00 2,203.01 2,179.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,763.45 14,616.55
Dolar Australia AUD 1.00 10,535.20 10,427.45
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,904.96 1,885.98
Dolar Singapura SGD 1.00 10,862.67 10,752.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,459.26 17,279.69
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,547.20 3,508.53
Yen Jepang JPY 100.00 14,099.37 13,955.08
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Aug
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Oct
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10