Portal Berita Ekonomi Selasa, 07 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:32 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,11% terhadap Dollar AS pada level 16.412 IDR/USD.
  • 18:30 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,08% terhadap Yuan pada level 7,09 CNY/USD.
  • 18:29 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,35% terhadap Yen pada level 108,93 JPY/USD.
  • 18:28 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.643 USD/troy ounce.
  • 18:27 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 33,19 USD/barel.
  • 18:26 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 27,48 USD/barel.

Dana Ratusan Triliun Diraup dari Pasar Modal, Begini Respons Bos OJK

Dana Ratusan Triliun Diraup dari Pasar Modal, Begini Respons Bos OJK - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pasar modal Indonesia dalam periode Januari 2019 hingga 9 Agustus 2019  berhasil meraup dana senilai Rp109,2 triliun. Ketua  Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso cukup gembira menilik capaian pasar modal Indonesia di sepanjang tahun ini. 

 

“OJK dari JAnurai hingga 9 Agustus sudah mengeluarkan 90 surat pernyataan efektif atas penyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum, dengan nilai total hasil penawaran umum Rp109,2 triliun. Ini cukup menggembirakan,” ucapnya, di Jakarta, Senin (12/8/2019).

 

Baca Juga: Ini Kawan dan Lawan Pasar Modal Indonesia Menurut Bos OJK

 

Lebih lanjut Wimboh mengungkapkan bila niali tersebut berasal dari 32 penawaran umum terbatas efek bersifat utang dan/atau sukuk (EBUS) tahap II sebesar Rp55,75 triliun. Lalu, ditambah dengan penerbitan saham baru atau right issue yang dilakukan 12 korporasi Rp 25,7 triliun. 

 

OJK juga mencatat ada sebanyak 16 penawaran umum terbatas efek bersifat utang dan/atau sukuk (EBUS) tahap I senilai Rp17,02 triliun. Kemudian, ada 29 emiten baru yang  tercatat di BEI di tahun 2019 melalui pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) sebesar Rp8,5 triliun. Serta, 3 penawaran umum efek bersifat utang dan/atau sukuk (EBUS) senilai Rp2,25 triliun.

 

"KIta lihat nett buy investor asing di pasar saham cukup besar mencapai Rp64,9 triliun year to date dan di pasar SBN sebesar Rp113,4 triliun di akhir minggu," terangnya.

 

Baca Juga: Bos OJK Kasih Sinyal Waspada Buat Pasar Modal, Katanya. . .

 

Kendati cukup menggembirakan, namun pihaknya tetap mendesak Self Regulatory Organization (SRO) pasar modal yakni PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) untuk meningkatkan perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. 

 

"Pertumbuhan ekonomi kita semakin sulit pada hampir tiga tahun terakhir. Barangkali tahun ini pertumbuhan ekonomi kita bisa terjamin jika sektor riil bangkit. Dan, pertumbuhan kredit juga sudah double digit," katanya.

 

Baca Juga: Setelah 42 Tahun Aktif Kembali, Begini Kondisi Pasar Modal Indonesia

 

Menurut Wimboh, industri pasar modal merupakan nadi yang bisa menggerakan perekonomian, selain industri keuangan lain seperti perbankan dan industri keuangan nonbank (IKNB).

 

Dia berharap, perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa direspons oleh SRO dengan lebih proaktif dan meningkatkan peran terkait penggalangan dana di pasar modal. 

 

"Namun, kami meyakini pasar modal tidak bisa tak proaktif. Kami masih menginginkan lebih dari SRO untuk meningkatkan perannya. Pasar modal kami harapkan mempunyai peran yang besar lagi sebagai media raising fund," tegasnya.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Baca Juga

Tag: Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pasar Modal, Bursa Efek Indonesia (BEI)

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Ist

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,424.03 4,379.43
British Pound GBP 1.00 20,364.20 20,151.69
China Yuan CNY 1.00 2,346.53 2,321.91
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,638.78 16,473.22
Dolar Australia AUD 1.00 10,014.88 9,910.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,145.86 2,124.45
Dolar Singapura SGD 1.00 11,548.29 11,432.59
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,996.50 17,810.85
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,811.86 3,765.31
Yen Jepang JPY 100.00 15,277.55 15,121.37
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4811.827 188.398 686
2 Agriculture 983.609 47.606 22
3 Mining 1256.575 31.049 49
4 Basic Industry and Chemicals 680.711 28.193 78
5 Miscellanous Industry 757.260 20.569 51
6 Consumer Goods 1789.993 77.272 57
7 Cons., Property & Real Estate 349.330 23.246 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 871.077 45.961 78
9 Finance 1027.843 37.379 92
10 Trade & Service 608.315 11.702 170
No Code Prev Close Change %
1 MTPS 200 270 70 35.00
2 HKMU 91 118 27 29.67
3 KMTR 200 258 58 29.00
4 FREN 76 95 19 25.00
5 CTRA 456 570 114 25.00
6 LRNA 125 156 31 24.80
7 WIKA 910 1,135 225 24.73
8 PTPP 570 710 140 24.56
9 WSKT 510 635 125 24.51
10 LPCK 482 600 118 24.48
No Code Prev Close Change %
1 INAI 430 400 -30 -6.98
2 AKSI 258 240 -18 -6.98
3 LMSH 350 326 -24 -6.86
4 EPMT 2,190 2,040 -150 -6.85
5 HRME 498 464 -34 -6.83
6 NZIA 264 246 -18 -6.82
7 JAST 470 438 -32 -6.81
8 AMAG 294 274 -20 -6.80
9 KBLI 500 466 -34 -6.80
10 DUCK 515 480 -35 -6.80
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,890 3,020 130 4.50
2 REAL 82 77 -5 -6.10
3 BBCA 27,475 28,675 1,200 4.37
4 BTPS 1,805 2,230 425 23.55
5 ANTM 464 540 76 16.38
6 BBNI 4,010 4,290 280 6.98
7 FREN 76 95 19 25.00
8 PGAS 800 895 95 11.88
9 WSKT 510 635 125 24.51
10 BRPT 1,000 1,000 0 0.00