Portal Berita Ekonomi Minggu, 18 Agustus 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:57 WIB. Hong Kong - CEO Cathay Pacific Airways Rupert Hogg mundur efektif per 19 Agustus
  • 12:12 WIB. San Francisco - Airbnb Inc membukukan nilai booking US$9.4 miliar, naik 31% dari kuartal II tahun lalu.
  • 10:31 WIB. Buenos Aires - Menteri Keuangan Argentina Nicolas Dujovne mengundurkan diri Sabtu (17/8).
  • 09:31 WIB. Inggris - Meadowhall hentikan pemindaian wajah pengunjung menggunakan kamera karena dituding ancam privasi
  • 09:07 WIB. Argentina - Fitch menurunkan ranking hutang pemerintah Argentina dari "B" ke "CCC".
  • 08:04 WIB. Perang dagang - AS mengeluarkan furnitur, keperluan bayi, modem dan routers dari daftar tarif 10% untuk China.
  • 07:35 WIB. SoftBank - SoftBank Group Corp akan memberi pinjaman US$20 miliar bagi karyawan yang ingin membeli saham perusahaan.
  • 06:56 WIB. China - FDI masuk lembaga jasa keuangan di China sebesar USD4, 63 M di Q2

Penderitaan Warga Kashmir di Tengah Jam Malam India

Penderitaan Warga Kashmir di Tengah Jam Malam India - Warta Ekonomi

Menyelusuri jalan sempit dan berliku warga Kashmir wilayah India, Reyaz Ahmed menjalani rutinitas di bawah jam malam yang diberlakukan pemerintah pusat di New Delhi. Pedagang 35 tahun itu bangun pukul 05.00 pagi dan bertemu dengan tentangganya di pusat kota Srinagar.

Mereka berjalan beberapa kilometer untuk bertemu petani yang menjual sayuran segar dan susu. Dalam perjalanannya mereka juga singgah untuk membeli kebutuhan pokok dan obat-obatan dari penjual dan apoteker yang menjual barang dagangannya di rumah mereka.

Satu hal yang paling penting dalam rutinitas ini. Mereka sudah harus sampai di rumah pukul 06.00. Tidak lama setelah fajar menyingsing polisi dan pasukan paramiliter dengan seragam anti huru-hara serta dipersenjatai senapan otomatis akan mengambilalih jalan-jalan dan kota tua Srinagara di mana Ahmed dan tetangganya Adil Bhat tinggal.

Pasukan pemerintah akan mendirikan titik pemeriksaan. Memasang barikade besi dan kawat baja di semua pintu masuk dan keluar pusat unjuk rasa dan bentrokan anti-India di Srinagar.

"Ketika siang maka ada yang menonton televisi, beberapa tidur dan menunggu sore sampai tentara menarik diri dari jalan," kata Ahmed, akhir pekan lalu.

Bhat tidak memiliki televisi di rumahnya dan hanya mendengarkan radio untuk mengetahui apa yang sedang terjadi. Pengamanan yang sangat ketat ini tidak pernah jadi sebelumnya. Sejak Minggu (4/8/2019) malam satu hari sebelum pemerintah India mencabut hak konstitusional Kashmir semua jalur komunikasi juga diputus.

New Delhi mengirimkan puluhan ribu pasukan tambahan ke Kashmir. Dengan alasan untuk menumpas pemberontakan yang selama tiga dekade menentang kekuasaan India di wilayah tersebut.

Sebagai upaya menutup Kashmir agar dapat dicengkram erat-erat. Puluhan ribu polisi dan tentara menyebar ke seluruh penjuru wilayah perbatasan itu. Memberlakukan jam malam sementara pihak berwenang memutus saluran telepon dan layanan internet.

Pada hari Jumat kepala polisi Kashmir Dibagh Singh mengatakan ketatnya jam malam akan dilonggarkan selama sholat Jumat.

"Di sebagian besar kota Srinagar Warga diizinkan pergi ke masjid khusus untuk beribadah," kata Singh.

Ahmed mengatakan pada Rabu lalu ia berjalan sekitar 7 kilometer untuk memeriksa kabar bibinya. "Sangat membuat frustrasi untuk berjalan dua kali lipat dari jarak tempuh demi menghindari barikade dan titik pemeriksaan," kata Ahmed.

Pembatasan gerak warga bukan sesuatu yang baru di Kashmir. Mereka terbiasa dengan pengekangan selama berbulan-bulan setelah ada pemberontakan terhadap India pada tahun 2008 dan 2016. Tapi sebelumnya jalur telepon rumah tidak pernah diputus.

Seruan separatis untuk turun ke jalan dan unjuk rasa terus disebarkan. Berbenturan dengan penutupan-penutupan yang terus dilakukan pemerintah. Jadi warga Kashmir sudah tahu bagaimana cara untuk tetap selamat dari pemenjaraan di dalam rumah.

Warga juga terbiasa menimbun kebutuhan dasar. Sebuah kemampuan yang diasah selama musim dingin yang sulit ketika jalanan dan komunikasi seringkali terputus. Lebih dari satu juta orang terkepung di Srinagar. Warga mengatakan perlahan-lahan berbagai kesulitan mulai mereka alami.

Mereka juga mulai kehabisan makanan dan kebutuhan dasar. Karena toko-toko ditutup dan pergerakan warga dibatasi. Sekolah juga ditutup sehingga orang tua kesulitan untuk menghibur anak mereka di rumah. Para pasien menghadapi kelangkaan obat-obatan. Tidak ada uang di ATM dan bank-bank pun ikut ditutup.

"Berkali-kali seluruh penduduk dipenjara. Kami tidak akan memaafkan India atas hukuman kolektif yang kurang ajar ini," kata pengerajin kayu Mohammed Akbar.

Warga takut langkah dicabutnya otonomi Kashmir akan membuka gelombang masuknya warga Hindu ke pemukiman mereka. Mengubah demografi Kashmir yang sampai saat ini masih menjadi satu-satunya wilayah mayoritas muslim di India.

"Mereka (India) mungkin mengatakan ini untuk pembangunan dan pemerintahan yang bersih dari korupsi tapi itu semua bohong, ini adalah serangan terhadap identitas, budaya, dan sebuah rencana jangka panjang untuk mengubah demografi di sini," kata Akbar.

Sebagian besar reaksi atas tindakan India berhasil ditundukan. Tapi warga masih mengalami pembatasan yang digelar sebagai upaya memaksaan ketenangan di wilayah itu.

Walaupun begitu tapi unjuk rasa anti-India dan bentrokan masih terjadi setiap hari. Biasanya terjadi ketika tentara mulai menarik diri saat matahari mulai terbenam. Laki-laki muda Kashmir melempari polisi dan tentara dengan batu dan meneriakkan slogan anti-India.

Ada polisi dan dokter yang mengatakan satu orang terbunuh, satu orang terluka parah dan satu lagi terluka ringan dalam sebuah bentrokan. Kekerasan terjadi ketika polisi menanggapi lemparan batu pengujuk rasa dengan tembakan dan gas air mata.

Pemerintah India mengatakan penasihat keamanan nasional pemerintah Ajit Doval berkemah di Srinagar untuk mengawasi situasi ini secara langsung. Ribuan politisi termasuk pemimpin-pemimpin setempat telah menjadi tahanan rumah atau ditahan dengan resmi.

Krisis ini juga memicu ketegangan antara tentara India dan polisi Kashmir. Para polisi Kashmir mengatakan mereka masih tidak tahu rencana India.

Ada laporan pasukan paramiliter India dan polisi Kashmir bentrok  setidaknya di tiga lokasi. Tiga orang polisi dan dua orang pasukan paramiliter mengatakan bentrokan itu menyebabkan korban luka di kedua belah pihak. Kelima orang itu tidak dapat disebutkan nama mereka karena pasukan pemerintah dilarang untuk berbicara dengan wartawan.

Sejak tahun 1989 polisi setempat sudah berhadapan dengan pemberontak yang melawan kekuasaan India. Para pemberontak memperingatakan polisi-polisi Kashmir untuk menjauh dari operasi kontra-pemberontakan India.

Status Kashmir menjadi kunci perselisihan antara India dan Pakistan. Sejak kedua negara itu pecah usai masa penjajahan Inggris pada tahun 1947. Keduanya memiliki wilayah di Kashmir dan sudah bertempur di dua perang memperebutkan wilayah tersebut.

Sebenarnya pergerakan anti-India di wilayah kekuasaan India di Kashmir berjalan dengan damai. Tapi karena ada serangkaian kesalahan politik, janji yang tidak ditepati dan tindakan keras terhadap perbedaan pendapat maka pemberontak Kashmir menggelar pemberontakan bersenjata pada tahun 1989.

Setelah meminta turis asing dan domestik serta peziarah Hindu untuk meninggalkan Kashmir pada pekan lalu. Polisi diam-diam meminta ratusan ribu pekerja imigran India untuk pergi.

"Setiap wisatawan India akan dicurigai sebagai bagian dari rencana gelombang masuknya orang India, itu sesuatu yang harus kami tangani dan sekarang dapat menurunkan industri pariwisata," kata pemandu wisata yang memiliki rumah apung di Danau Dal, Bashir Ahmed.

Sebelumnya pemberontak juga sudah memperingatkan. Beberapa bulan yang lalu kelompok pemberontak terbesar di Kashmir yang dikuasai India, Hizbul Mujahideen memperingatkan pencabutan hak istimewa Kashmir.

"Setiap India akan menjadi target sah jika India mencabut status istimewa wilayah ini," kata mereka.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Tag: India, Kashmir

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Republika

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,820.46 3,782.19
British Pound GBP 1.00 17,316.60 17,143.57
China Yuan CNY 1.00 2,037.92 2,017.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,329.00 14,187.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,717.93 9,618.79
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,827.35 1,809.22
Dolar Singapura SGD 1.00 10,319.77 10,216.03
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,903.76 15,740.48
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,423.08 3,385.92
Yen Jepang JPY 100.00 13,486.12 13,351.21

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6286.657 29.071 651
2 Agriculture 1385.364 -19.733 21
3 Mining 1611.610 6.842 49
4 Basic Industry and Chemicals 838.279 -1.826 72
5 Miscellanous Industry 1165.921 -4.171 49
6 Consumer Goods 2409.485 55.365 53
7 Cons., Property & Real Estate 501.571 9.118 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1206.906 0.985 74
9 Finance 1267.374 -1.714 91
10 Trade & Service 793.101 -1.849 162
No Code Prev Close Change %
1 NAGA 176 236 60 34.09
2 GLOB 432 540 108 25.00
3 POLL 3,870 4,820 950 24.55
4 ARTO 430 535 105 24.42
5 DAYA 290 360 70 24.14
6 BPFI 930 1,115 185 19.89
7 PUDP 370 438 68 18.38
8 SMMA 8,000 9,200 1,200 15.00
9 SFAN 900 1,035 135 15.00
10 ETWA 60 69 9 15.00
No Code Prev Close Change %
1 INPP 900 745 -155 -17.22
2 YPAS 384 346 -38 -9.90
3 MTPS 1,580 1,435 -145 -9.18
4 TPMA 284 258 -26 -9.15
5 KPIG 157 144 -13 -8.28
6 TIFA 176 162 -14 -7.95
7 RODA 256 236 -20 -7.81
8 PCAR 1,800 1,660 -140 -7.78
9 INKP 8,100 7,525 -575 -7.10
10 SMDM 142 132 -10 -7.04
No Code Prev Close Change %
1 KPIG 157 144 -13 -8.28
2 INKP 8,100 7,525 -575 -7.10
3 MNCN 1,315 1,305 -10 -0.76
4 FREN 166 171 5 3.01
5 ADRO 1,025 1,030 5 0.49
6 ERAA 2,130 2,000 -130 -6.10
7 BBRI 4,250 4,210 -40 -0.94
8 HMSP 2,850 3,020 170 5.96
9 UNTR 20,750 20,500 -250 -1.20
10 TARA 700 755 55 7.86