Portal Berita Ekonomi Rabu, 18 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:38 WIB. ValasDollar menguat 0,10% terhadap Poundsterling pada level 1,2496 $/Pound
  • 08:37 WIB. Valas - Dollar menguat 0,05% terhadap Euro pada level 1,1067 $/Euro
  • 08:34 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka positif pada level 22.005
  • 08:32 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka positif pada level 2.063
  • 08:31 WIB. Bursa - Indeks Strait Times dibuka positif pada level 3.184
  • 08:19 WIB. AS - Apple Inc akan berikan US$250 juta untuk produsen kaca Corning Incorporated
  • 08:14 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup menguat 0,26% pada level 3.005
  • 08:13 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup menguat 0,13% pada level 27.110
  • 08:11 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup menguat 0,40% pada level 8.186
  • 08:10 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 64,28 $/barel
  • 08:09 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,99 $/barel
  • 08:07 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.502 $/ounce
  • 07:15 WIB. Pemilu Israel - Jajak pendapat 3 TV Israel tunjukkan 32 kursi Partai Likud (Benjamin Netanyahu) vs 33 kursi Partai Blue and White (Benny Gantz)
  • 07:11 WIB. Serbuan Aramco - Menteri Energi Arab Saudi: Produksi minyak Saudi sepenuhnya pulih pada akhir September
  • 05:57 WIB. Iran - Ayatollah Ali Khamenei: Pejabat Iran sepakat tidak akan ada pembicaraan pada tingkat apapun dengan AS

Mandul di Hadapan Program TV yang Tak Mendidik, Eh KPI Mau Ikut Campur di Youtube cs

Mandul di Hadapan Program TV yang Tak Mendidik, Eh KPI Mau Ikut Campur di Youtube cs - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Warganet mmenumpahkankekesalannya karena Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akan mengawasi konten di layanan streaming seperti Netflix dan YouTube.

"Kami tolak KPI awasi Netflix" menjadi ttrendingtopic di jagad Twitter.

Baca Juga: KPI Mau Awasi Konten Youtube CS, Komisioner: Itu Pernyataan Pribadi dan Prematur

Warganet berargumen masih ada isu yang lebih penting daripada mengurusi siaran di YouTube, Netflix hingga Facebook, misalnya tayangan televisi yang menurut warganet tidak mendidik.

"Benerin dulu program TV di Indonesia, nggak usah ganggu kami yang sudah rela bayar demi konten yang lebih mendidik daripada TV," kata seorang warganet yang memakai akun bernama Minammini.

Warganet mengungkapkan salah satu alasan mereka untuk berlangganan konten layanan streaming sebagai alternatif dari siaran televisi. Penolakan warganet juga diwujudkan dalam bentuk petisi di change.org berjudul "Tolak KPI awasi YouTube, Facebook dan Netflix!" dibuat oleh Dara Nasution.

Petisi penolakan ini berargumen KPI tidak sesuai dengan mandat Undang-undang Penyiaran No.32 tahun 2002, yang mengamanatkan lembaga tersebut mengawasi siaran televisi dan radio yang menggunakan frekuensi publik.

Selain itu, KPI bukan lembaga sensor sehingga mereka dinilai tidak berwenang melarang dan memberlakukan sensor terhadap tayangan.

"KPI tidak pernah menindak tegas televisi yang menayangkan sinetron dengan adegan-adegan konyol dan tidak mendidik, talkshow yang penuh sandiwara dan sensasional, serta komedi yang saling lempar guyonan kasar dan seksis. Akhirnya, masyarakat mencari tontonan lain di luar televisi yang lebih berkualitas. Banyaknya orang yang beralih ke konten digital adalah bukti kegagalan KPI menertibkan lembaga penyiaran. KPI seharusnya mengevaluasi diri," demikian bunyi salah satu poin dalam petisi tersebut.

Tag: Netflix, YouTube, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Dado Ruvic

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,778.03 3,739.77
British Pound GBP 1.00 17,598.96 17,421.21
China Yuan CNY 1.00 2,003.53 1,983.46
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,171.00 14,029.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,700.05 9,600.04
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,811.94 1,793.53
Dolar Singapura SGD 1.00 10,297.94 10,192.53
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,607.94 15,445.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,394.25 3,356.22
Yen Jepang JPY 100.00 13,109.16 12,975.40

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6236.690 17.255 653
2 Agriculture 1401.290 40.171 21
3 Mining 1677.442 -1.658 49
4 Basic Industry and Chemicals 892.715 -1.823 72
5 Miscellanous Industry 1156.368 -32.269 49
6 Consumer Goods 2234.077 11.452 53
7 Cons., Property & Real Estate 497.631 1.437 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1214.642 17.931 75
9 Finance 1252.622 4.164 90
10 Trade & Service 806.759 0.554 163
No Code Prev Close Change %
1 TFAS 180 278 98 54.44
2 OKAS 193 260 67 34.72
3 ITIC 1,000 1,250 250 25.00
4 ETWA 82 96 14 17.07
5 JSKY 720 840 120 16.67
6 KOTA 478 550 72 15.06
7 KARW 91 102 11 12.09
8 YELO 134 150 16 11.94
9 MINA 2,300 2,570 270 11.74
10 BMSR 100 110 10 10.00
No Code Prev Close Change %
1 SDRA 800 675 -125 -15.62
2 TFCO 635 545 -90 -14.17
3 TRST 400 360 -40 -10.00
4 JAWA 124 112 -12 -9.68
5 LPLI 158 144 -14 -8.86
6 INTD 159 145 -14 -8.81
7 MPRO 790 725 -65 -8.23
8 AHAP 62 57 -5 -8.06
9 BUKK 1,770 1,630 -140 -7.91
10 GLOB 420 390 -30 -7.14
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 540 540 0 0.00
2 MAMI 130 139 9 6.92
3 MNCN 1,285 1,275 -10 -0.78
4 MSIN 466 466 0 0.00
5 TFAS 180 278 98 54.44
6 BMTR 364 354 -10 -2.75
7 HMSP 2,290 2,330 40 1.75
8 PGAS 2,050 2,180 130 6.34
9 GGRM 54,600 54,625 25 0.05
10 ERAA 1,860 1,980 120 6.45