Portal Berita Ekonomi Sabtu, 15 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 0,19% pada level 25.183.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 1,23% pada level 2.407.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 1,19% pada level 3.360.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 1,19% pada level 3.360.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,07% pada level 23.265.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,58% pada level 2.580.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 2,32% pada level 6.042.
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,08% terhadap Yuan pada level 6,95 CNY/USD.
  • 16:03 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,14% terhadap Dollar AS pada level 14.795 IDR/USD.

Dear Marketer, Begini Tips Biar Merek Tetap Cantik di Mata Konsumen

Dear Marketer, Begini Tips Biar Merek Tetap Cantik di Mata Konsumen
WE Online, Jakarta -

Ketidaksetiaan (disloyalty) terhadap merek atau produk tertentu tengah menjadi tren di kalangan konsumen dunia. Berdasar studi Nielsen yang dirilis baru-baru ini, cuma ada sekitar 8% orang yang menganggap dirinya loyal pada merek favorit mereka.

Di Indonesia sendiri, ada lebih dari sepertiga (38%) konsumen yang mengaku suka mencoba hal-hal baru. Setengah (50%) konsumen bahkan menyatakan berpindah merek dengan alasan untuk coba-coba.

Menurut Yudi Suryanata, Executive Director Consumer Insight Nielsen Indonesia, keinginan konsumen untuk mencoba hal-hal baru (baik produk maupun merek) sebenarnya sudah ada sejak dulu. Yang membedakan saat ini hanyalah karakter media komunikasi pemasaran yang sulit dikontrol oleh para pemilik merek.

Baca Juga: Studi: Konsumen Indonesia Suka Coba-coba Merek Baru, Alasannya...

"Dulu para pemasar lebih memiliki kekuasaan untuk mengontrol apa pun yang ingin mereka komunikasikan kepada konsumen. Di zaman media sosial seperti saat ini, kita tidak pernah sadar berapa banyak haters merek kita di luar sana. Begitupun kita tidak pernah tahu berapa banyak 'unofficial' endorser yang mendukung merek," kata dia melalui keterangan tertulisnya.

Namun, di sisi lain masih ada kabar baik bagi para pemasar bahwa 51% konsumen Indonesia mengatakan mereka lebih suka bertahan dengan apa yang sudah mereka coba sebelumnya. Meski begitu, mereka masih mengirimkan sinyal adanya kemungkinan ketidaksetiaan.

Yudi pun memberikan saran kepada para pemasar untuk menyadari bahwa konsumen yang tidak loyal bukan berarti tidak menyukai merek mereka. Hanya saja ketidaksetiaan itu terjadi lantaran merek lain menawarkan proposisi yang jauh lebih menarik bagi konsumen.

Lebih jauh Yudi memaparkan hal-hal yang perlu diperhatikan oleh pemasar. "Value for money tidak sama dengan harga diskon. Merek harus mampu membangun emotional branding, tidak sekadar program promosi. Merek harus terus-menerus berevolusi untuk tetap 'cantik' di mata konsumen, dan tidak terjebak pada kesuksesan masa lampau," urai Yudi.

Baca Juga: 10 Ilmu tentang Marketing Media Sosial yang Perlu Anda Tahu

Dia pun kembali mengatakan, "Serta hindari mengandalkan gimmick dan program promosi untuk membangun loyalitas konsumen karena yang diperlukan sebuah merek untuk tetap bertahan adalah brand loyalist, bukan promo loyalist."

Tag: Content Marketing, brand, Nielsen Holdings PLC

Penulis/Editor: Rosmayanti

Foto: Unsplash/Rawpixel

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,997.86 3,957.77
British Pound GBP 1.00 19,577.52 19,379.75
China Yuan CNY 1.00 2,157.44 2,135.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,991.59 14,842.42
Dolar Australia AUD 1.00 10,705.49 10,597.49
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,934.40 1,914.93
Dolar Singapura SGD 1.00 10,918.06 10,807.85
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,708.07 17,530.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,574.53 3,533.07
Yen Jepang JPY 100.00 14,018.69 13,877.91
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5247.690 8.440 698
2 Agriculture 1191.965 -5.185 23
3 Mining 1411.043 13.217 48
4 Basic Industry and Chemicals 764.095 1.164 80
5 Miscellanous Industry 950.120 -3.080 52
6 Consumer Goods 1942.851 11.219 58
7 Cons., Property & Real Estate 293.644 -2.218 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 888.134 -1.335 78
9 Finance 1169.651 5.304 93
10 Trade & Service 626.647 -7.124 174
No Code Prev Close Change %
1 FOOD 122 164 42 34.43
2 MBAP 2,270 2,830 560 24.67
3 KDSI 730 900 170 23.29
4 SKBM 290 346 56 19.31
5 ARKA 288 340 52 18.06
6 TPMA 342 392 50 14.62
7 POLU 850 960 110 12.94
8 NZIA 170 189 19 11.18
9 SRSN 54 60 6 11.11
10 AMAN 196 216 20 10.20
No Code Prev Close Change %
1 RONY 100 93 -7 -7.00
2 POLI 1,145 1,065 -80 -6.99
3 DVLA 3,040 2,830 -210 -6.91
4 PEGE 145 135 -10 -6.90
5 MNCN 945 880 -65 -6.88
6 MSKY 955 890 -65 -6.81
7 ASJT 118 110 -8 -6.78
8 PRAS 134 125 -9 -6.72
9 KREN 90 84 -6 -6.67
10 BBLD 420 392 -28 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 FREN 120 112 -8 -6.67
2 KAEF 3,260 3,350 90 2.76
3 MNCN 945 880 -65 -6.88
4 PURA 134 126 -8 -5.97
5 TOWR 1,030 1,035 5 0.49
6 MDKA 1,770 1,810 40 2.26
7 EXCL 2,610 2,550 -60 -2.30
8 BBNI 5,075 5,000 -75 -1.48
9 ANTM 770 785 15 1.95
10 TLKM 3,010 3,030 20 0.66