Perekonomian Indonesia Bakal Moncer Berkat Lima Bisnis Ini

Perekonomian Indonesia Bakal Moncer Berkat Lima Bisnis Ini Kredit Foto: Unsplash/Bethany

Pemerintah terus mengejar pertumbuhan ekonomi di Indonesia beberapa tahun mendatang. Pasalnya, Indonesia saat ini sedang menghadapi kelesuan ekonomi, sedangkan beberapa negara tetangga perekonomiannya terus mengalami pertumbuhan.

Seperti Vietnam, dari sisi produktivitas Indonesia kalah dibandingkan negara ini. Berdasarkan perhitungan Implemental Capital To Output Ratio (Icor) atau tingkat produktuvitas sebuah negara, Indonesia tertinggal oleh Vietnam.

Baca Juga: Tantangan Ekonomi Indonesia Makin Berat

Dari tingkat Icor tersebut Indonesia berada di level 6,6 persen dengan pertumbuhan ekonomi 5,1 persen. Sedangkan Vietnam tingkat Icor berada pada level 4,6 persen dengan pertumbuhan ekonomi 7 persen.

Semakin tinggi rasio Icor terhadap pertumbuhan ekonomi, semakin rendah pula tingkat efisiensi produksi nasional atau semakin tidak produktif. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, kedepan ada lima sektor ekonomi yang bisa menjadi motor penggerak ekonomi nasional.

“Prospek ekonomi ada lima sektor yang bisa dorong transformasi ekonomi. Garmen, food, otomotif, elektronik dan foorwear (alas kaki). Kalau kita keroyokin ini bisa hasilkan devisa, dorong pertumbuhan ekonomi dan tingkatkan permintaan,” ujar Perry di Jakarta.

Baca Juga: Waw, Kontribusi Gojek ke Perekonomian Capai Rp55 Triliun

Selain itu, Indonesia juga masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Seperti pemanfaatan bonus demografi, penurunan suku bunga, hingga mendorong tingkat laju ekspor produk dalam negeri.

Kemudian juga sektor pariwisata dan pemerataan ekonomi, dengan struktur geografi yang luas, diperlukan pemerataan ekonomi, agar pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa diatas 6 persen.

Seperti pembangunan destinasi 10 Bali baru yang tengah digencarkan oleh pemerintah.

“Tahun ini memang masih di bawah 5,2 persen, tapi within the next 5 year kita bisa tembus 6 persen. Kami yakin pertumbuhan ekonomi ke depan akan terus enaik, memang agak slow di awal, tapi bakal lebih cepat kedepan,” papar Perry.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di MoneySmart Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan MoneySmart. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab MoneySmart.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini