Portal Berita Ekonomi Sabtu, 04 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:59 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,06% terhadap Yuan pada level 7,09 CNY/USD.
  • 15:57 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,39% terhadap Dollar AS pada level 16.430 IDR/USD.
  • 15:56 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 0,19% pada level 23.236.
  • 15:55 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,60% pada level 2.763.
  • 15:55 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 2,51% pada level 2.391.
  • 15:54 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 1,13% pada level 5.418.
  • 15:53 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,01% pada level 17.820.
  • 15:51 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,03% pada level 1.725.

Kemenkop dan UKM Minta Skala Ekonomi Petani Kopi Ditingkatkan

Kemenkop dan UKM Minta Skala Ekonomi Petani Kopi Ditingkatkan - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menegaskan skala ekonomi petani kopi harus ditingkatkan agar dapat berdaya bersaing. Skala ekonomi bisa meningkat jika petani kopi bergabung dalam wadah usaha khususnya koperasi. 

“Petani kopi kalau hanya sendiri-sendiri dengan menawarkan produksi yang terbatas akan sulit bersaing mendapatkan harga tinggi. Lebih baik petani yang produksinya kecil berkumpul dan menjual produknya bersama lewat koperasi. Skala ekonominya lebih besar,” kata Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, Victoria br Simanungkalit dalam Diskusi “Peluang Komoditas Kopi” yang diselenggarakan dalam rangka peringatan hari UMKM Nasional, Senin (12/8/2019).

Baca Juga: Kemenkop Siapkan Program Strategis Tingkatkan Kinerja UMKM

Ia mengatakan Kemenkop dan UKM saat ini melakukan edukasi kepada petani agar memandang komoditas kopi sebagai sebuah industri. Dengan demikian petani menyadari mereka ada dalam sebuah ekosistem dan berperan sebagai bagian utama dari proses bisnis kopi. 

Untuk itu, Victoria mengatakan adanya kelembagaan usaha yakni koperasi adalah solusi bagi petani kopi. Kelembagaan usaha ini harus diperkuat.

“Koperasi sudah terbukti sebagai usaha bersama demi kepentingan bersama bukan untuk kepentingan pemodal. Petani kopi dapat meningkatkan skala ekonominya dengan bergabung dalam koperasi,” tegas Victoria. 

Baca Juga: Kemenkop-UKM Akan Fasilitasi Dana Bergulir bagi Koperasi Sukabumi

Melalui koperasi petani lebih mudah dapat memahami struktur pasar kopi, melakukan investasi dan meningkatkan nilai tambah dari komoditas yang mereka hasilkan. Pemerintah akan membantu dalam peningkatan daya saing, antara lain dengan standarisasi, akses pembiayaan, aspek perdagangan dan aspek lainnya. 

Pendiri Koperasi Kopi Mitra Malabar Dhanny Rhismayaddi mengungkapkan meski industri kopi begitu menggeliat saat ini petani kopi pada umumnya masih terbelenggu dalam kemiskinan. Petani kopi kerap menjadi mainan tengkulak yang menentukan harga sesuka hatinya. 

Ia menegaskan petani kopi hanya bisa bersaing jika berkelompok atau berkoperasi. Namun, sayangnya petani kopi yang tergabung dalam koperasi masih sedikit. 

“Dalam bentuk koperasi petani sangat diuntungkan. Tanpa koperasi, petani pasti dikerjain tengkulak,” kata Dhanny. 

Baca Juga: Ciptakan SDM Berdaya Saing, Kemenkop-UKM Latih Fasilitator KUKM

Dijelaskan dengan bergabung dalam koperasi, petani memiliki nilai jual yang lebih baik. Tengkulak sulit melawan karena petani terikat untuk menjual panennya ke koperasi. Akibatnya harga kopi di tingkat petani membaik. Ia menyebutkan harga green bean Rp70.000–Rp150.000/kg sedangkan harga cherry Rp5.500–Rp7.500/kg. Dikatakan, para tengkulak biasanya mengambil kopi gabah dengan harga seperempat dari harga kopi green bean. 

Ia mengakui program pemerintah melalui perhutanan sosial, yang memberikan pengelolaan lahan selama 35 tahun kepada petani yang berbadan hukum koperasi sangat membantu petani. Terlebih lagi, pada umumnya petani kopi berada dekat dengan kawasan hutan. Petani dengan dukungan pemerintah dapat mengembangkan komoditas pertaniannya lebih baik. 

Koperasi Kopi Mitra Malabar beranggotakan 2300 lebih petani kopi dengan luas lahan 2.250 ha. Petani tersebar di Garut, Bandung, Bogor, Sumedang. Selain itu, ada juga di Jateng, Batang, Lampung. Koperasi ini memproduksi kopi 1500 ton/tahun dengan 80 persen jenis kopi arabika. 

Dhanny mengatakan pihaknya telah menghentikan ekspor kopi karena penyerapan dalam negeri sangat besar, di sisi lain margin ekspor sangat tipis. 

Sebagai pengembangan bisnis, Koperasi Mitra Malabar mengembangkan juga kedai-kedai kopi di yang tersebar diberbagai daerah.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Baca Juga

Tag: Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop-UKM)

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Kumairoh

Foto: Kemenkop dan UKM

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,398.86 4,352.78
British Pound GBP 1.00 20,494.27 20,285.43
China Yuan CNY 1.00 2,336.23 2,311.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,546.32 16,381.68
Dolar Australia AUD 1.00 10,032.03 9,928.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,134.68 2,113.30
Dolar Singapura SGD 1.00 11,569.24 11,453.32
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,964.34 17,779.04
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,803.75 3,758.13
Yen Jepang JPY 100.00 15,340.55 15,185.09
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4623.429 91.744 687
2 Agriculture 936.003 11.914 22
3 Mining 1225.526 31.432 49
4 Basic Industry and Chemicals 652.518 51.220 78
5 Miscellanous Industry 736.691 0.113 51
6 Consumer Goods 1712.721 8.686 57
7 Cons., Property & Real Estate 326.084 -0.307 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 825.116 22.729 79
9 Finance 990.464 18.601 92
10 Trade & Service 596.613 2.104 170
No Code Prev Close Change %
1 REAL 61 82 21 34.43
2 KOBX 67 90 23 34.33
3 BTON 130 165 35 26.92
4 DOID 109 137 28 25.69
5 KBLI 400 500 100 25.00
6 SAMF 272 340 68 25.00
7 SAPX 935 1,165 230 24.60
8 DNAR 250 310 60 24.00
9 TMAS 80 99 19 23.75
10 PJAA 480 590 110 22.92
No Code Prev Close Change %
1 SRAJ 200 186 -14 -7.00
2 KRAH 486 452 -34 -7.00
3 BBHI 86 80 -6 -6.98
4 JAST 505 470 -35 -6.93
5 HRME 535 498 -37 -6.92
6 KONI 494 460 -34 -6.88
7 POLL 9,450 8,800 -650 -6.88
8 SRTG 3,080 2,870 -210 -6.82
9 AGII 470 438 -32 -6.81
10 MAPA 1,705 1,590 -115 -6.74
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,870 2,890 20 0.70
2 REAL 61 82 21 34.43
3 BRPT 830 1,000 170 20.48
4 BBCA 27,050 27,475 425 1.57
5 ELSA 181 204 23 12.71
6 MEDC 432 480 48 11.11
7 FREN 62 76 14 22.58
8 PGAS 800 800 0 0.00
9 LPPF 1,160 1,095 -65 -5.60
10 PAMG 107 104 -3 -2.80