Portal Berita Ekonomi Selasa, 11 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 0,63% pada level 24.377.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 1,48% pada level 2.386.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,39% pada level 22.329.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,75% pada level 3.379.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,53% pada level 2.545.
  • 16:03 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,02% terhadap Yuan pada level 6,96 CNY/USD.
  • 16:02 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,15% terhadap Dollar AS pada level 14.648 IDR/USD.
  • 16:00 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,19% pada level 6.043.

Milenial: KPI Ngapain Sih Awasi Netflix Segala?

Milenial: KPI Ngapain Sih Awasi Netflix Segala?

Kalangan milenial menolak rencana Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk mengawasi konten dalam media streaming Netflix. Sebab, mereka menilai, tidak ada wewenang KPI untuk mengawasi Netflix yang merupakan layanan berbayar.

Salah seorang pengguna Netflix, Suci Komala Dewi (24 tahun), mengatakan, konten di platform asal Amerika Serikat (AS) itu tak perlu diawasi karena penggunanya mayoritas adalah orang dewasa. Terlebih, Netflix adalah konten berbayar, sehingga tidak mungkin anak-anak bisa mengaksesnya.

"Aku nggak setuju. Kalau Youtube oke masih masuk akal mau diawasi karena diakses anak-anak juga, tapi kalau Netflix ngapain, lagipula kita bayar," kata Suci yang merupakan karyawan swasta di wilayah Jakarta Barat itu, Selasa (13/8/2019).

Pengguna lainnya, Maisarah (22), juga menyatakan ketidaksetujuannya. Ia menilai, Netflix menjadi pilihan banyak orang untuk menonton, karena konten televisi sudah tidak lagi bermutu. Sedangkan lewat Netflix, ia mengaku bisa lebih leluasa memilih tontonan karena kontennya yang beragam.

"Kalau dikontrol juga (Netflix), nanti bakal jadi kayak televisi. Kemungkinan aku bakal cari platfotm lain lagi," kata Maisarah yang sejak lima bulan terakhir berlangganan Netflix.

Hal senada diungkapkan Indah Sartika (22). Dia menilai Netflix tak perlu diawasi atapun dibatasi kontennya. Terlebih Netflix sudah memiliki fitur pembatasan akses jika digunakan oleh anak-anak.

"Orang tua tinggal ganti pengaturannya ke mode anak-anak. Orangtua sebenarnya yang harusnya utama, gak usahlah KPI," ucap Indah yang merupakan mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Sumatera Barat itu.

Pendapat serupa dinyatakan Mita Idriani Suwardi (23). Dia mengaku tak setuju KPI mengawasi konten Netflix. 

"Lagi pula itu dibayar secara pribadi, apa-apaan coba KPI ngurus gitu. Ikut patungan pun enggak," ucap Mita.

Mita berpendapat, sebaikanya KPI lebih fokus mengawasi konten televisi yang masih banyak memuat konten tak bermutu. Terlebih, televisi diakses lebih banyak orang, terutama kalangan menengah ke bawah yang terbilang rentan. Sedangkan Netflix, sambung dia, lebih banyak diakses kalangan menengah ke atas.

"Tapi KPI malah memilih mengurus Netflix yang aksesnya sangat terbatas," ujar perempuan yang berprofesi sebagai fasilitator di sebuah LSM itu.

Sebelumnya, Komisioner KPI Yuliandre Darwis, mengatakan, ke depan lembaganya akan mewacanakan untuk menindak konten-konten di internet yang tak sesuai aturan. Misalnya, melarang siaran pembuat konten Youtube yang tak sesuai Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

"Broadcasting di internet bisa Youtube, TV streaming. Kalau konten Youtuber enggak sesuai jadi bisa ditindak, harapannya begitu, tapi tunggu aturan hukumnya," kata Yuliandre, Kamis (11/7/2019) lalu.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Tag: Netflix, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Republika

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,952.16 3,912.41
British Pound GBP 1.00 19,383.54 19,189.20
China Yuan CNY 1.00 2,127.16 2,105.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,823.75 14,676.25
Dolar Australia AUD 1.00 10,628.63 10,521.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,912.67 1,893.61
Dolar Singapura SGD 1.00 10,804.48 10,693.08
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,492.03 17,312.10
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,535.36 3,494.35
Yen Jepang JPY 100.00 14,015.08 13,871.69
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5157.834 13.941 698
2 Agriculture 1196.835 14.709 23
3 Mining 1430.960 10.921 48
4 Basic Industry and Chemicals 760.125 10.099 80
5 Miscellanous Industry 917.814 -18.704 52
6 Consumer Goods 1912.827 11.449 58
7 Cons., Property & Real Estate 291.005 3.307 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 887.705 -3.693 78
9 Finance 1124.737 1.036 93
10 Trade & Service 636.358 1.343 174
No Code Prev Close Change %
1 MTPS 139 187 48 34.53
2 SGER 108 145 37 34.26
3 BPTR 74 99 25 33.78
4 KJEN 1,100 1,375 275 25.00
5 TOYS 545 680 135 24.77
6 DUCK 314 386 72 22.93
7 ARGO 1,485 1,805 320 21.55
8 ATIC 575 690 115 20.00
9 GHON 1,355 1,600 245 18.08
10 KOIN 100 118 18 18.00
No Code Prev Close Change %
1 GSMF 100 93 -7 -7.00
2 POLU 1,000 930 -70 -7.00
3 FREN 143 133 -10 -6.99
4 PEGE 143 133 -10 -6.99
5 GOLD 202 188 -14 -6.93
6 RIGS 232 216 -16 -6.90
7 PGLI 190 177 -13 -6.84
8 GLVA 322 300 -22 -6.83
9 POLI 1,245 1,160 -85 -6.83
10 RONY 118 110 -8 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 KAEF 3,180 3,330 150 4.72
2 TOWR 1,080 1,085 5 0.46
3 TKIM 6,675 7,200 525 7.87
4 FREN 143 133 -10 -6.99
5 TLKM 2,980 2,970 -10 -0.34
6 INAF 3,190 3,330 140 4.39
7 INKP 8,575 9,675 1,100 12.83
8 PURA 126 126 0 0.00
9 DOID 278 294 16 5.76
10 MDKA 2,050 1,980 -70 -3.41