Portal Berita Ekonomi Minggu, 18 Agustus 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:31 WIB. Inggris - Meadowhall hentikan pemindaian wajah pengunjung menggunakan kamera karena dituding ancam privasi
  • 09:07 WIB. Argentina - Fitch menurunkan ranking hutang pemerintah Argentina dari "B" ke "CCC".
  • 08:04 WIB. Perang dagang - AS mengeluarkan furnitur, keperluan bayi, modem dan routers dari daftar tarif 10% untuk China.
  • 07:35 WIB. SoftBank - SoftBank Group Corp akan memberi pinjaman US$20 miliar bagi karyawan yang ingin membeli saham perusahaan.
  • 06:56 WIB. China - FDI masuk lembaga jasa keuangan di China sebesar USD4, 63 M di Q2
  • 06:48 WIB. Hong Kong - Lebih dari 470 ribu orang unjuk rasa dukung perdamaian di Hong Kong
  • 05:51 WIB. Liga Inggris - Manchester City 2 vs 2 Tottenham Hotspur
  • 05:50 WIB. Liga Inggris - Southampton 1 vs 2 Liverpool
  • 05:50 WIB. Liga Inggris - Norwich City 3 vs 1 Newcastle United
  • 05:49 WIB. Liga Inggris - Everton 1 vs 0 Watford
  • 05:49 WIB. Liga Inggris - Brighton & Hove Albion 1 vs 1 West Ham United
  • 05:48 WIB. Liga Inggris - Aston Villa 1 vs 2 AFC Bournemouth
  • 05:47 WIB. Liga Inggris - Arsenal 2 vs 1 Burnley
  • 23:03 WIB. Politik - Prabowo: Gerindra ingin kembali ke UUD 45 yang asli.
  • 20:31 WIB. Hong Kong - China mengatakan para pelanggar hukum akan ditangkap.

Anak Buahnya Kena Ciduk KPK, Apa Tindakan Amran?

Anak Buahnya Kena Ciduk KPK, Apa Tindakan Amran? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengambil langkah tegas untuk menonaktifkan pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan) terkait dengan verifikasi wajib tanam bawang putih.

Langkah tersebut diambil usai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terkait kasus suap izin impor bawang putih di Kantor Direktorat Jenderal Hortikultura pada Selasa (13/8/2019).

"Dirjen Hortikultura bergerak mulai kemarin, mengecek kondisi riil lapangan. Kalau ada yang main-main akan segera ditindak," ungkap Amran saat ditemui di kantor Direktorat Jenderal Hortikultura, Rabu (14/8/2019).

Amran mengaku mendukung penuh KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian dalam mengumpulkan informasi dan mengungkap kasus suap impor bawang putih ini secara terang benderang, sehingga publik mengetahui masalah ini secara jelas.

Baca Juga: Andi Amran kok Sudah Titip Wasiat, Merasa Tak Bakal 'Dipakai' Jokowi Lagi?

Dia merasa perlu mengambil langkah tegas, konkrit, dan segera sebagai komitmennya dalam mendukung antikorupsi. Langkah ini perlu untuk dilakukan demi reputasi Kementan yang diakui kinerja positifnya dalam membangun perekonomian Indonesia.

"Kemarin KPK mengambil data dari sini (Ditjen Hortikultura) mengenai verifikasi wajib tanam," ungkap Amran.

"Untuk progresnya sedang kami tunggu. Kami dukung KPK sepenuhnya, kami apresiasi dan kami salut pada KPK. Sejak awal sudah ada tiga orang satuan tugas KPK di Kementan untuk pencegahan korupsi. Itu bukti keseriusan kami ingin Kementan berjalan sebagaimana diharapkan masyarakat," lanjutnya.

Langkah tegas Menteri Pertanian ini juga guna menjaga marwah Kementan sebagai lembaga yang telah dua kali mendapatkan penghargaan antigratifikasi pada 2017 dan 2018 dari KPK. Ia tidak ingin terjadi fitnah yang merusak nama baik kementerian yang dipimpinnya.

"Hingga saat ini, ada sekitar 145 orang pegawai di Kementan yang telah dipecat dan didemosi karena bermasalah. Bahkan secara keseluruhan di Kementan ada 1.432 pegawai telah didemosi dan mutasi karena berani 'main–main'," tegasnya.

Sebenarnya langkah antisipasi telah dilakukan sejak tiga tahun terakhir, lanjut Amran. Caranya, dengan mem-blacklist importir yang tidak menyelesaikan kewajiban tanam. Bahkan untuk pertama kalinya dalam sejarah, tercatat ada 72 perusahaan bawang yang di-blacklist oleh Ditjen Hortikultura. Kebanyakan merupakan produk impor bawang putih, bawang merah, dan bawang bombay.

Menteri Amran siap berada di garda terdepan dalam pencegahan KKN di lingkungan Kementan dan secara tegas melawan mafia pangan yang selama ini menggerogoti perekonomian negara.

Baca Juga: PDIP Incar Kursi Mentan, Menteri Amran Bereaksi

"Sejak awal menjadi menteri, saya sangat mendukung KPK, Kejaksaan, juga Kepolisian. Kita bergandengan tangan. Merah putih ini milik kita bersama, negeri ini milik kita bersama. Harus kita jaga negeri kita. Masa' mau kita biarkan gara-gara hanya segelintir orang akhirnya menyengsarakan konsumen dan rakyat?" ujarnya.

Kendati demikian, dirinya mengaku turut prihatin dan sedih, namun sadar bahwa dalam menjaga nama baik institusi tidaklah mudah. Meskipun demikian, ia berkomitmen untuk terus menjalankan tugasnya dan bertindak tegas.

"Manakala nantinya ada yang tidak terbukti bersalah, pejabat tersebut akan dipulihkan nama baiknya dan dikembalikan pada posisi semula. Ini merupakan bagian dari revolusi mental dan reformasi birokrasi yang dijalankan Kementan," jelasnya.

Tag: Kementerian Pertanian (Kementan), Operasi Tangkap Tangan (OTT), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Andi Amran Sulaiman

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Kementan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,820.46 3,782.19
British Pound GBP 1.00 17,316.60 17,143.57
China Yuan CNY 1.00 2,037.92 2,017.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,329.00 14,187.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,717.93 9,618.79
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,827.35 1,809.22
Dolar Singapura SGD 1.00 10,319.77 10,216.03
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,903.76 15,740.48
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,423.08 3,385.92
Yen Jepang JPY 100.00 13,486.12 13,351.21

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6286.657 29.071 651
2 Agriculture 1385.364 -19.733 21
3 Mining 1611.610 6.842 49
4 Basic Industry and Chemicals 838.279 -1.826 72
5 Miscellanous Industry 1165.921 -4.171 49
6 Consumer Goods 2409.485 55.365 53
7 Cons., Property & Real Estate 501.571 9.118 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1206.906 0.985 74
9 Finance 1267.374 -1.714 91
10 Trade & Service 793.101 -1.849 162
No Code Prev Close Change %
1 NAGA 176 236 60 34.09
2 GLOB 432 540 108 25.00
3 POLL 3,870 4,820 950 24.55
4 ARTO 430 535 105 24.42
5 DAYA 290 360 70 24.14
6 BPFI 930 1,115 185 19.89
7 PUDP 370 438 68 18.38
8 SMMA 8,000 9,200 1,200 15.00
9 SFAN 900 1,035 135 15.00
10 ETWA 60 69 9 15.00
No Code Prev Close Change %
1 INPP 900 745 -155 -17.22
2 YPAS 384 346 -38 -9.90
3 MTPS 1,580 1,435 -145 -9.18
4 TPMA 284 258 -26 -9.15
5 KPIG 157 144 -13 -8.28
6 TIFA 176 162 -14 -7.95
7 RODA 256 236 -20 -7.81
8 PCAR 1,800 1,660 -140 -7.78
9 INKP 8,100 7,525 -575 -7.10
10 SMDM 142 132 -10 -7.04
No Code Prev Close Change %
1 KPIG 157 144 -13 -8.28
2 INKP 8,100 7,525 -575 -7.10
3 MNCN 1,315 1,305 -10 -0.76
4 FREN 166 171 5 3.01
5 ADRO 1,025 1,030 5 0.49
6 ERAA 2,130 2,000 -130 -6.10
7 BBRI 4,250 4,210 -40 -0.94
8 HMSP 2,850 3,020 170 5.96
9 UNTR 20,750 20,500 -250 -1.20
10 TARA 700 755 55 7.86