Portal Berita Ekonomi Minggu, 25 Agustus 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:07 WIB. China - People' Daily (milik Partai Komunis): China akan membalas tindakan AS menaikan tarif (25/8).
  • 20:46 WIB. G7 - Prancis menginginkan raksasa sosial media menandatangani  “Charter for an Open, Free, and Safe Internet”
  • 19:13 WIB. Properti - China memutuskan suku bunga pinjaman  perumahan individu komersial akan lebih berbasis pasar
  • 19:07 WIB. Provokasi - Korsel memulai latihan perang di pulau yang sedang jadi sengketa dengan Jepang.
  • 18:09 WIB. Brexit - PM Johnson hanya akan membayar US$11 miliar saat no-deal Brexit, walau Theresa May janji US$47,88 miliar.
  • 17:11 WIB. Terorisme - Australia akan memblok akses internet terkait terorisme saat krisis.
  • 16:59 WIB. AS - Donald Trump minta ke Fed Ex, Amazon, UPS dan perusahaan pos menolak kiriman fentanyl dari China
  • 16:29 WIB. Android - OS Android setelah Android 9 "Pie" akan dinamai Android 10 saja
  • 16:23 WIB. Hong Kong - Puluhan ribu orang berdemo dengan payung di tengah hujan pada Minggu (25/8).
  • 14:48 WIB. AS -  Dundon Advisor LLC: Jumlah perusahaan bangkrut di AS akan naik moderat pada 2020

Bomber Rusia Bersenjatakan Nuklir 'Parkir' di Alaska

Bomber Rusia Bersenjatakan Nuklir 'Parkir' di Alaska - Warta Ekonomi
WE Online, Moskow -

Pesawat pengebom (bomber) Tu-160 bersenjatakan nuklir dikirim militer Rusia ke wilayah timur jauh Rusia di seberang Alaska sebagai bagian dari misi latihan. Berdasarkan keterangan media pemerintah, sepasang pesawat bomber yang dikirim itu bertujuan menunjukkan kemampuan Moskow menempatkan senjata nuklir di depan gerbang Amerika Serikat (AS).

Dijuluki Angsa Putih, pesawat pengebom strategis Tupolev Tu-160 adalah pesawat supersonik era Soviet yang mampu membawa hingga 12 rudal nuklir jarak pendek dan terbang 12.000 km tanpa henti tanpa pengisian ulang bahan bakar.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pesawat-pesawat itu telah menempuh jarak lebih dari 6.000 km (3.728 mil) selama lebih dari delapan jam dari pangkalan mereka di Rusia barat untuk ditempatkan di Anadyr, wilayah Chukotka, yang berada di seberang Alaska.

Menurut kementerian tersebut, penerbangan sepasang bomber Angsa Putih itu adalah bagian dari latihan taktis yang akan berlangsung hingga akhir minggu ini. Selain itu, juga dirancang untuk melatih kemampuan Angkatan Udara untuk beraksi kembali ke lapangan udara operasional dan untuk mempraktikkan pengisian bahan bakar air-to-air (udara-ke-udara).

Rekaman video dari Kementerian Pertahanan yang dilansir Reuters, Kamis (15/8/2019), menunjukkan sepasang pesawat lepas landas dalam kegelapan dan mendarat di siang hari di lapangan terbang yang terletak di tengah medan berumput datar di timur jauh Rusia.

Penerbangan itu dilakukan di tengah ketegangan yang meningkat atas kontrol senjata antara Moskow dan Washington. Amerika Serikat telah menarik diri dari pakta rudal nuklir terpenting dengan Rusia bulan ini setelah menuduh Moskow melanggar perjanjian tersebut. Tuduhan itu sudah berulang kali dibantah Kremlin.

Pihak Duta Besar AS untuk Moskow mengatakan pada hari Rabu bahwa perjanjian senjata lainnya antara kedua negara sudah usang dan bisa dihapus ketika berakhir pada 2021 dan diganti dengan yang lain.

Pada hari Selasa, Kremlin mengklaim telah memenangkan perlombaan untuk mengembangkan senjata nuklir mutakhir meskipun telah mengalami kecelakaan roket misterius minggu lalu di Rusia utara yang menewaskan sedikitnya lima ahli nuklir dan menyebabkan lonjakan tingkat radiasi secara singkat.

20 Menit dari Alaska

Surat kabar pemerintah Rusia, Rossiiskaya Gazeta, mengatakan di situs webnya pada hari Rabu bahwa penerbangan sepasang Tu-160 menunjukkan kemampuan Moskow untuk membasiskan bomber nuklir dalam waktu 20 menit waktu penerbangan dari wilayah AS.

"Jarak dari Anadyr ke Alaska kurang dari 600 km (372 mil)—untuk Tu-160 yang membutuhkan waktu 20 menit termasuk tinggal landas dan mendapatkan ketinggian," tulis surat kabar tersebut.

Pesawat bomber itu diyakini dapat menembakkan rudal tanpa meninggalkan wilayah udara Rusia dengan menarget beberapa sasaran seperti stasiun radar dan rudal pencegat milik AS.

"Selain itu, kemampuan rudal yang dibawa pesawat akan memungkinkannya untuk meluncurkan (rudal) mereka tanpa meninggalkan wilayah udara Rusia. Jika perlu, target pertama bomber bisa berupa stasiun radar dan posisi rudal pencegat yang merupakan bagian dari sistem pertahanan rudal AS," lanjut keterangan dalam surat kabar itu.

Tu-160—yang dinamai Blackjack oleh NATO—telah terbang di masa lalu dari pangkalan di Rusia ke Suriah, di mana pesawat itu mengebom pasukan pemberontak yang menentang Presiden Bashar al-Assad, salah satu sekutu terdekat Moskow di Timur Tengah.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan total sekitar 10 pesawat pengebom TU-160 dan pesawat Tu-95MS serta Il-78 terlibat dalam latihan tersebut.

Rusia sedang dalam proses memodernisasi Tu-160. Presiden Vladimir Putin pada tahun lalu memuji versi Tu-160 yang ditingkatkan setelah menontonnya dalam penerbangan. Dia juga mengatakan akan meningkatkan kemampuan senjata nuklir Rusia.

Sepuluh dari pengebom nuklir Tu-160M ??yang modern akan dikirim ke Angkatan Udara Rusia dengan biaya masing-masing 15 miliar rubel (USD227 juta) antara sekarang hingga 2027.

Produsen pesawat, Tupolev, mengatakan kemampuan versi modern adalah 60 persen lebih efektif daripada pesawat versi lama dengan peningkatan signifikan pada persenjataan, navigasi, dan avioniknya.

Penerbangan serupa dilakukan setahun lalu ke Anadyr, saat media pemerintah mengatakan lapangan udara lokal telah dimodernisasi untuk dapat menerima pesawat yang lebih besar seperti Tu-160.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Tag: Rusia, Jet Tempur, Nuklir

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Screenshot YouTube

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,818.36 3,780.40
British Pound GBP 1.00 17,524.82 17,349.62
China Yuan CNY 1.00 2,029.13 2,009.01
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,320.00 14,178.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,680.32 9,581.49
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,826.86 1,808.70
Dolar Singapura SGD 1.00 10,334.13 10,225.75
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,859.40 15,699.30
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,420.11 3,382.16
Yen Jepang JPY 100.00 13,444.75 13,307.68

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6255.597 16.352 650
2 Agriculture 1368.973 -5.285 21
3 Mining 1590.040 13.201 49
4 Basic Industry and Chemicals 841.616 6.098 72
5 Miscellanous Industry 1172.077 33.290 49
6 Consumer Goods 2403.300 9.451 53
7 Cons., Property & Real Estate 498.204 1.562 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1216.314 -8.753 74
9 Finance 1252.950 0.692 90
10 Trade & Service 785.361 -0.724 162
No Code Prev Close Change %
1 YPAS 366 456 90 24.59
2 FIRE 2,100 2,440 340 16.19
3 ANDI 1,950 2,250 300 15.38
4 AKPI 412 472 60 14.56
5 POLL 3,560 4,000 440 12.36
6 KBLM 310 348 38 12.26
7 ALKA 434 486 52 11.98
8 PORT 565 630 65 11.50
9 LPLI 119 132 13 10.92
10 CCSI 292 322 30 10.27
No Code Prev Close Change %
1 AGRS 330 248 -82 -24.85
2 APEX 640 530 -110 -17.19
3 CANI 190 161 -29 -15.26
4 SSTM 500 426 -74 -14.80
5 ARTA 380 330 -50 -13.16
6 FOOD 170 151 -19 -11.18
7 NELY 155 138 -17 -10.97
8 OKAS 104 93 -11 -10.58
9 ERAA 1,655 1,480 -175 -10.57
10 GTBO 177 159 -18 -10.17
No Code Prev Close Change %
1 ERAA 1,655 1,480 -175 -10.57
2 ADRO 1,020 1,085 65 6.37
3 BBRI 4,070 4,080 10 0.25
4 MNCN 1,260 1,255 -5 -0.40
5 ASII 6,325 6,575 250 3.95
6 UNTR 19,975 20,500 525 2.63
7 TLKM 4,450 4,380 -70 -1.57
8 MAMI 89 89 0 0.00
9 BBCA 30,000 29,975 -25 -0.08
10 PGAS 1,805 1,830 25 1.39