Portal Berita Ekonomi Jum'at, 03 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:59 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,06% terhadap Yuan pada level 7,09 CNY/USD.
  • 15:57 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,39% terhadap Dollar AS pada level 16.430 IDR/USD.
  • 15:56 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 0,19% pada level 23.236.
  • 15:55 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,60% pada level 2.763.
  • 15:55 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 2,51% pada level 2.391.
  • 15:54 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 1,13% pada level 5.418.
  • 15:53 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,01% pada level 17.820.
  • 15:51 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,03% pada level 1.725.

Dari BRI, BCA, Mandiri, ASII, hingga UNTR Jadi Bulan-Bulanan Investor, Cek Faktanya Biar Gak Keliru!

Dari BRI, BCA, Mandiri, ASII, hingga UNTR Jadi Bulan-Bulanan Investor, Cek Faktanya Biar Gak Keliru! - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak tertekan di zona merah setelah isu resesi global mengemuka. Alhasil, saham-saham dalam pasar modal Indonesia pun ikut terdampak dari koreksi IHSG. 

Berdasarkan pantauan WE Online, ada lima saham yang menjadi bulan-bulanan investor sehingga bertengger di daftar teratas sebagai saham dengan net foreign sell (NFS) paling tinggi pada perdagangan sesi I, Kamis (15/08/2019). 

Baca Juga: Pantas Rupiah Jadi Terlemah di Dunia, Kan Investor Ketakutan Soal. . . .

Tiga saham tersebut merupakan saham perbankan, dan dua lainnya merupakan saham dalam Grup Astra. Berikut adalah rangkuman perdagangan serta informasi terbaru dari masing-masing emiten tersebut.

1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)

Saham BBRI menduduki posisi teratas sebagai saham NFS paling tinggi. Hingga pukul 10.47 WIB, nilai asing yang keluar dari saham BBRI mencapai Rp96,3 miliar sehingga menyebabkan koreksi saham sebesar 1,15% menjadi Rp4.280 per saham. 

Baca Juga: Yah! Beban Akuisisi Bikin Pertumbuhan Cuan BRI Kurang Ekspansif

Kinerja keuangan yang kurang ekspansif di semester I, di mana laba perusahaan hanya tumbuh 8,19% menjadi Rp16,16 triliun, melambar dari peiode sebelumnya. Penyaluran kredit yang tumbuh 11,84% menjadi Rp888,32 triliun menjadi kontributor utama terhadap capaian laba perusahaan. 

2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

Posisi berikutnya ditempati oleh saham BBCA dengan bukuan nilai asing jual bersih mencapai Rp42,2 miliar. Tingginya tekanan jual membuat saham BBCA terkoreksi 1,25% menjadi Rp29.675 per saham.

Baca Juga: Rating BCA dan Astra Turun Takhta, Jadi Sebab Investor Asing Kabur

Sentimen negatif yang membayangi pergerakan saham BBCA adalah penurunan rating secara fundamental dari bank raksasa di Indonesia itu. Tekanan jual atas saham BBCA sudah berlangsung sejak sepekan lalu, di mana selama periode tersebut saham BBCA terkoreksi hingga 3,66%.

3. PT Astra International Tbk (ASII)

Saham berikutnya datang dari Grup Astra. Dari saham ASII ini, investor tercatat telah membawa lari keuntungan sebesar Rp27,2 miliar sehingga menyebabkan harga saham ASII terkoreksi 1,87% menjadi Rp6.550 per saham.

Baca Juga: Bahana Kasih Rekomendasi Hold untuk Saham ASII, Kenapa?

Faktor yang membuat tingginya minat investor untuk keluar dari saham ASII serupa dengan yang dialami oleh saham BBCA, yakni penurunan rating secara fundamental oleh beberapa institusi keuangan yang mmebuat pelaku pasar berpikir ulang untuk mengoleksi saham ASII. Dalam sepekan terakhir, saham ASII telah amblas hingga 8,39% akibat terpaan sentimen tersebut.

4. PT United Tractors Tbk (UNTR)

Saham berikutnya masih datang dari Grup Astra, yaitu UNTR. Siang ini, saham UNTR membukukan nilai asing jual bersih sebesar Rp14,4 miliar, di mana harga sahamnya terkoreksi mendalam hingga 2,78% ke level Rp20.975 per saham. 

Baca Juga: Investor Masih Serok Cuan di Saham United Tractors, Saham ASII Juga!

Faktor kinerja di semester I menjadi sentimen utama yang membuat saham UNTR ramai dilepas asing. Hingga akhir Juni 2019, UNTR membukukan pertumbuhan laba yang relatif kecil, yakni hanya 1,75% dari Rp5,48 triliun menjadi Rp5,58 triliun.

Kinerja tersebut tertekan oleh penurunan harga komoditas batu bara dan CPO sehingga turut memengaruhi permintaan alat berat dari UNTR. 

5. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)

saham berikutnya kembali datang dari sektor perbankan, yaitu BMRI. Saat ini, asing telah menarik keuntungan dari saham BMRI dengan akumulasi nilai jual bersih sebesar Rp10,9 miliar. Alhasil, saham BMRI amblas 2,00% ke level Rp7.350 per saham.

Baca Juga: Bank Mandiri: Isu Bangkrut seperti Diskenariokan!

Asal tahu saja, beberapa waktu lalu BMRI diterpa oleh berbagai kondisi kurang baik, seperti saldo rekening nasabah yang bermasalah hingga beredarnya pesan gelap melalui Whatsapp yang menyebutkan BMRI berpotensi bangkrut sehingga akan jatuh ke tangan China.

Manajemen BMRI telah menepi isu kebangkrutan tersebut dan mengatakan bahwa pesan tersebut sengaja disebar oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan mendiskreditkan BMRI sebagai salah satu bank milik pemerintah. 

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Baca Juga

Tag: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Astra International Tbk, PT United Tractors Tbk

Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,398.86 4,352.78
British Pound GBP 1.00 20,494.27 20,285.43
China Yuan CNY 1.00 2,336.23 2,311.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,546.32 16,381.68
Dolar Australia AUD 1.00 10,032.03 9,928.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,134.68 2,113.30
Dolar Singapura SGD 1.00 11,569.24 11,453.32
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,964.34 17,779.04
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,803.75 3,758.13
Yen Jepang JPY 100.00 15,340.55 15,185.09
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4623.429 91.744 687
2 Agriculture 936.003 11.914 22
3 Mining 1225.526 31.432 49
4 Basic Industry and Chemicals 652.518 51.220 78
5 Miscellanous Industry 736.691 0.113 51
6 Consumer Goods 1712.721 8.686 57
7 Cons., Property & Real Estate 326.084 -0.307 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 825.116 22.729 79
9 Finance 990.464 18.601 92
10 Trade & Service 596.613 2.104 170
No Code Prev Close Change %
1 REAL 61 82 21 34.43
2 KOBX 67 90 23 34.33
3 BTON 130 165 35 26.92
4 DOID 109 137 28 25.69
5 KBLI 400 500 100 25.00
6 SAMF 272 340 68 25.00
7 SAPX 935 1,165 230 24.60
8 DNAR 250 310 60 24.00
9 TMAS 80 99 19 23.75
10 PJAA 480 590 110 22.92
No Code Prev Close Change %
1 SRAJ 200 186 -14 -7.00
2 KRAH 486 452 -34 -7.00
3 BBHI 86 80 -6 -6.98
4 JAST 505 470 -35 -6.93
5 HRME 535 498 -37 -6.92
6 KONI 494 460 -34 -6.88
7 POLL 9,450 8,800 -650 -6.88
8 SRTG 3,080 2,870 -210 -6.82
9 AGII 470 438 -32 -6.81
10 MAPA 1,705 1,590 -115 -6.74
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,870 2,890 20 0.70
2 REAL 61 82 21 34.43
3 BRPT 830 1,000 170 20.48
4 BBCA 27,050 27,475 425 1.57
5 ELSA 181 204 23 12.71
6 MEDC 432 480 48 11.11
7 FREN 62 76 14 22.58
8 PGAS 800 800 0 0.00
9 LPPF 1,160 1,095 -65 -5.60
10 PAMG 107 104 -3 -2.80