Portal Berita Ekonomi Minggu, 18 Agustus 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:57 WIB. Hong Kong - CEO Cathay Pacific Airways Rupert Hogg mundur efektif per 19 Agustus
  • 12:12 WIB. San Francisco - Airbnb Inc membukukan nilai booking US$9.4 miliar, naik 31% dari kuartal II tahun lalu.
  • 10:31 WIB. Buenos Aires - Menteri Keuangan Argentina Nicolas Dujovne mengundurkan diri Sabtu (17/8).
  • 09:31 WIB. Inggris - Meadowhall hentikan pemindaian wajah pengunjung menggunakan kamera karena dituding ancam privasi
  • 09:07 WIB. Argentina - Fitch menurunkan ranking hutang pemerintah Argentina dari "B" ke "CCC".
  • 08:04 WIB. Perang dagang - AS mengeluarkan furnitur, keperluan bayi, modem dan routers dari daftar tarif 10% untuk China.
  • 07:35 WIB. SoftBank - SoftBank Group Corp akan memberi pinjaman US$20 miliar bagi karyawan yang ingin membeli saham perusahaan.
  • 06:56 WIB. China - FDI masuk lembaga jasa keuangan di China sebesar USD4, 63 M di Q2

6 Staf Medis di China Ditahan, Diduga Ambil Organ Pasien Secara Ilegal

6 Staf Medis di China Ditahan, Diduga Ambil Organ Pasien Secara Ilegal - Warta Ekonomi
WE Online, Beijing -

Enam staf medis, termasuk seorang dokter, telah ditangkap pihak berwenang di China karena dicurigai melakukan pengambilan organ secara ilegal dari pasiennya.

Pada Rabu (14/8/2019), Thepaper.cn melaporkan bahwa pasien yang dimaksud, Li Ping, telah mengalami mati otak setelah diserang putranya dengan kapak di Provinsi Anhui, tenggara China pada Februari tahun lalu.

Putra Li yang lain, Shi Xianglin, yang juga terluka dalam serangan itu, mengatakan bahwa keluarganya diberitahu bahwa mereka akan diberikan 200.000 yuan (sekira Rp406 juta) dalam bentuk "subsidi pemerintah" jika mereka setuju untuk menyumbangkan organ Li. Pasien itu kemudian dibawa ke sebuah rumah sakit di Nanjing tempat prosedur pengambilan organ dilakukan.

Tetapi Shi menjadi curiga setelah mengetahui bahwa formulir otorisasi transplantasi belum diisi dengan benar dan menghubungi Pusat Administrasi Donasi Organ China.

Dia mengatakan bahwa Kepala Unit Perawatan Intensif Huaiyan, Yang Suxun, menginformasikan kepada keluarganya bahwa dia telah mengajukan "subsidi tingkat tertinggi" dari pemerintah. Tetapi staf dari Palang Merah, yang membantu menjalankan pusat donor organ, mengatakan kepadanya bahwa pemerintah tidak membayar sumbangan.

Li Hiu membeberkan bahwa donasi organ itu gratis dan tidak dipungut biaya sedikitpun apalagi untuk kompensasi kepada keluarga donor.

"Donasi organ gratis. Tidak mungkin membayar ratusan ribu yuan sebagai kompensasi kepada keluarga donor," kata Pimpinan Cabang Palang Merah Huaiyuan, Li Hu sebagaimana dilansir South China Morning Post, Kamis (15/8/2019).

Shi melaporkan kecurigaannya kepada otoritas kesehatan setempat pada Juni tahun lalu dan penyelidikan mulai dilakukan.

Dia juga mengatakan kepada penyelidik bahwa dia telah menerima kiriman pembayaran sebesar 460.000 yuan (sekira Rp943 juta) melalui perantara sebagai upaya agar dia tutup mulut.

Yang dan lima karyawan yang tidak disebutkan namanya dari rumah sakit Nanjing telah ditangkap dan pada Mei tahun ini mereka dituduh menghina mayat, kejahatan yang dapat dijatuhi hukuman maksimal tiga tahun penjara. Kasus ini belum diadili.

Putra yang menyerang Li akhirnya dihukum 14 tahun dan delapan bulan penjara karena serangan fatal. Pengadilan memutuskan bahwa penyakit mental yang dia derita berarti mengurangi tanggung jawabnya.

China membentuk sistem donasi sukarela pada 2015 sebagai bagian dari serangkaian tindakan untuk merespons tuduhan bahwa mereka mengizinkan perdagangan organ dan mengambilnya dari tahanan yang dieksekusi. Proses ini sekarang diawasi oleh Pusat Administrasi Donasi Organ China, yang berafiliasi dengan Palang Merah.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Tag: China (Tiongkok)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,820.46 3,782.19
British Pound GBP 1.00 17,316.60 17,143.57
China Yuan CNY 1.00 2,037.92 2,017.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,329.00 14,187.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,717.93 9,618.79
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,827.35 1,809.22
Dolar Singapura SGD 1.00 10,319.77 10,216.03
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,903.76 15,740.48
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,423.08 3,385.92
Yen Jepang JPY 100.00 13,486.12 13,351.21

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6286.657 29.071 651
2 Agriculture 1385.364 -19.733 21
3 Mining 1611.610 6.842 49
4 Basic Industry and Chemicals 838.279 -1.826 72
5 Miscellanous Industry 1165.921 -4.171 49
6 Consumer Goods 2409.485 55.365 53
7 Cons., Property & Real Estate 501.571 9.118 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1206.906 0.985 74
9 Finance 1267.374 -1.714 91
10 Trade & Service 793.101 -1.849 162
No Code Prev Close Change %
1 NAGA 176 236 60 34.09
2 GLOB 432 540 108 25.00
3 POLL 3,870 4,820 950 24.55
4 ARTO 430 535 105 24.42
5 DAYA 290 360 70 24.14
6 BPFI 930 1,115 185 19.89
7 PUDP 370 438 68 18.38
8 SMMA 8,000 9,200 1,200 15.00
9 SFAN 900 1,035 135 15.00
10 ETWA 60 69 9 15.00
No Code Prev Close Change %
1 INPP 900 745 -155 -17.22
2 YPAS 384 346 -38 -9.90
3 MTPS 1,580 1,435 -145 -9.18
4 TPMA 284 258 -26 -9.15
5 KPIG 157 144 -13 -8.28
6 TIFA 176 162 -14 -7.95
7 RODA 256 236 -20 -7.81
8 PCAR 1,800 1,660 -140 -7.78
9 INKP 8,100 7,525 -575 -7.10
10 SMDM 142 132 -10 -7.04
No Code Prev Close Change %
1 KPIG 157 144 -13 -8.28
2 INKP 8,100 7,525 -575 -7.10
3 MNCN 1,315 1,305 -10 -0.76
4 FREN 166 171 5 3.01
5 ADRO 1,025 1,030 5 0.49
6 ERAA 2,130 2,000 -130 -6.10
7 BBRI 4,250 4,210 -40 -0.94
8 HMSP 2,850 3,020 170 5.96
9 UNTR 20,750 20,500 -250 -1.20
10 TARA 700 755 55 7.86