Portal Berita Ekonomi Rabu, 21 Agustus 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:06 WIB. Italia - PM Giuseppe Conte merencanakan untuk mundur.
  • 22:47 WIB. China - Pendapatan Baidu capai 26,3M Yuan atau naik 1% (y on y)  di Q2
  • 22:33 WIB. Kredivo - Bidik konsumen e-commerce, Kredivo luncurkan fitur zero-click checkout.
  • 21:30 WIB. Maskapai - Korea Air Lines Co akan kurangi penerbangan ke Jepang beberapa bulan mendatang
  • 21:08 WIB. Otomotif - Departemen Lingkungan Hidup Korsel akan larang penjualan 8 model mobil diesel Audi, VW dan Poersche karena soal emisi
  • 20:22 WIB. Brexit - Miliarder Hong Kong nekat membeli pub Greene King senilai US$3,3 miliar di Inggris.
  • 19:48 WIB. Emas - Investor Mark Mobius menyarankan untuk membeli emas di harga berapa pun.
  • 19:10 WIB. Rohingnya - PBB dan Bangladesh mulai survei kemungkinan pemulangan kaum Rohingya.
  • 18:47 WIB. Malang - Walikota Malang siap jelaskan ke Mendagri terkait keributan terkait Papua.
  • 18:16 WIB. Sorong - Sampai Selasa (20/8) sore  sejumlah jalan masih ditutup.
  • 18:14 WIB. RAPBN 2020 - Alokasi dana otonomi khusus Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat Rp 8,4 triliun.
  • 18:00 WIB. MPR - Koalisi Indonesia Kerja belum setuju pimpinan MPR harus 10 orang.
  • 17:46 WIB. Cyber crime - Bareskrim tangkap Iren, otak penipuan online senilai Rp100 miliar.

Manulife Yakin Mampu Memutus Rantai Generasi Sandwich Lewat Mifip

Manulife Yakin Mampu Memutus Rantai Generasi Sandwich Lewat Mifip - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Perusahaan asuransi jiwa PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) gencar menggarap pasar potensial di Tanah Air dengan berbagai strategi jitu. Termasuk menghadirkan produk-produk unggulan yang menarik sehingga bisa diterima masyarakat Indonesia dengan baik. Hal itu diyakini bisa meningkatkan peringkat Manulife di papan atas jajaran perusahaan-perusahaan asuransi jiwa di Indonesia. 

 

“Strategi utama kami adalah fokus kepada nasabah. Ini merupakan cara terbaik untuk bertumbuh. Kami sangat yakin bisa memberikan yang terbaik untuk nasabah. Makanya, kami optimistis dengan strategi ini peringkat kami tentu bisa naik,” ujar Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Manulife Indonesia Ryan Charland dalam jumpa pers peluncuran produk baru Manulife untuk Persiapan Hari Tua Nasabah yakni MiFuture Income Protector (Mifip) di Jakarta, Kamis (15/8/2019). 

 

Baca Juga: Manulife Indonesia Fokus Jaga Kepercayaan Nasabah

 

Ryan Charland mengaku, sejak resmi memimpin Manulife Indonesia per Juli 2019, hal pertama yang ia pikirkan adalah apa yang bisa dilakukan untuk memproteksi keluarga-keluarga di Indonesia. 

 

Saat ini, Manulife Indonesia berada di posisi ketiga pada peringkat perusahaan asuransi jiwa versi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengacu dari nilai aset. Nilai aset Manulife sebesar Rp 47,63 triliun tidak terpaut jauh dari runner up yang dipegang AIA Financial dengan aset Rp 47,89 triliun. Posisi teratas masih dipegang Prudential dengan nilai aset Rp 72,53 triiun. 

 

Ia tidak menampik, optimisme itu didukung kinerja memuaskan dalam beberapa tahun belakangan ini. Tahun 2018, Manulife mencetak laba tahun berjalan yang melonjak 170% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 2,6 triliun. Hasil positif itu karena adanya pertumbuhan pendapatan premi bersih, beban perusahaan yang lebih rendah, dan pergerakan suku bunga selama 2018. Pendapatan premi bersih Manulife Rp 9,2 triliun atau naik 4% dari 2017. Saat ini Manulife Indonesia melayani nasabah yang totalnya mencapai 2,5 juta nasabah. 

 

“Kinerja 2018 itu merupakan hasil kerja yang bagus dari tim manajemen. Memang kami tidak mematok target berapa, tetapi yang kami pastikan, Manulife akan memberi solusi yang baik ke nasabah. Kalau kita fokus ke nasabah, tentu income premi akan mengikuti,” tutur dia.

 

Baca Juga: Manulife Catatkan Kenaikan Laba 170% Menjadi Rp 2,6 Triliun

 

Terkait produk terbaru, Charland menjelaskan, Mifip dirancang untuk nasabah yang menginginkan ketenangan jangka panjang dan tidak terpengaruh pergerakan pasar. Produk itu dipasarkan via jalur keagenan. Menurut dia, produk asuransi tradisional ini memberi berbagai manfaat hingga enam kali jumlah premi yang dibayarkan, sehingga nasabah siap menghadapi hari tua. 

 

“Selama lebih dari 34 tahun di Indonesia, kami berkomitmen kuat terus membantu memudahkan hidup masyarakat Indonesia pada setiap tahap kehidupannya, termasuk hari tua mereka,” ujar Charland.

 

Pada kesempatan itu, Head of Product Manulife Indonesia Richard A Sondakh memaparkan, produk Mifip hadir dilatarbelakangi meningkatnya kelas menengah di Indonesia. Berdasarkan kajian Boston Consulting Group, pertumbuhan masyarakat kelas menengah Indonesia akan meningkat 64% dari tahun 2012 hingga 2020 yakni dari 41,6 juta jiwa menjadi 68,2 juta jiwa. 

 

Ia melanjutkan, merujuk pada data Manulife Investor Sentiment Index (MISI) yang diluncurkan pada 2017, sebagian besar masyarakat Indonesia optimistis terhadap hari tua mereka. Mereka memiliki ekspektasi memiliki 57% lebih baik dari gaya hidup saat ini. Di sisi lain, hanya 19% investor yang khawatir akan kehabisan uang pada masa pensiun nanti. 

 

Namun, meskipun pensiun berada dalam tiga besar prioritas keuangan utama, mayoritas investor hanya dapat menyiapkan dana pensiun kurang dari Rp 100 juta. Uang sejumlah itu akan habis dalam 2-3 tahun jika dihitung dengan rata-rata pengeluaran rumah tangga sebesar Rp 4 juta per bulan. 

 

“Pertumbuhan kelas menengah menjadi kesempatan bagi perusahaan asuransi untuk meningkatkan penetrasi. Tetapi kenyataannya tidak ternyata pas. Optimisme tidak didukung persiapan finansial yang matang,” tutur dia.

 

Baca Juga: Manulife Bayarkan Klaim Rp7 Triliun per Tahun

 

Saat ini masih banyak generasi sandwich, di mana kalangan kelas menengah masih dihadapkan persoalan menanggung kebutuhan orangtua mereka dan keluarganya sendiri yakni istri dan anak-anak. Apalagi, berdasarkan data OJK, hanya 13,5 juta pekerja atau sekitar 27% dari 50 juta pekerja formal di Indonesia yang memiliki program pensiun. Lewat produk Mifip, kata Richard, Manulife Indonesia ingin memutus mata rantai generasi sandwich. Karena nasabah bisa menyiapkan hari tua dengan lebih baik, tanpa membebani anak mereka. Apalagi, tidak semua anak bisa sukses.

 

Sementara itu, Chief Agency Officer Manulife Indonesia Jeffrey Kie menjelaskan, Mifip dijual lewat jalur distribusi keagenan. Saat ini, sekitar 7.000 tenaga pemasaran di 25 kantor pemasaran Manulife siap memasarkan Mifip. 

 

“Lewat MiFIP, masyarakat tidak perlu khawatir akan income tetap, terutama ketika mereka sudah tidak lagi bekerja,” ujar dia. 

 

Kita juga harus mengantisipasi berbagai risiko kehidupan untuk mencegah bergantung pada anak dan menjadikan mereka beban. Melalui salah satu keunggulan MiFuture Income Protector, produk ini dapat menjadi solusi agar generasi penerus tetap terlindungi dari risiko yang tidak menentu dan mempertahankan kesejahteraan yang sudah ada sebelumnya.

 

Sejumlah keunggulan Mifip adalah, memberikan benefit pembayaran hingga enam kali jumlah premi yang dibayarkan. Lalu, keleluasaan bagi nasabah untuk menentukan usia mapan (fleksibilitas) dan besaran dana mapan yang diinginkan. Selain itu, adanya kemudahan Underwriting, dan kemudahan bagi nasabah untuk memilih dalam mata uang Rupiah maupun Dollar Amerika Serikat.

 

Setidaknya, nasabah akan mendapatkan hingga 800% dari dana mapan yang dibayarkan. Soalnya, ada manfaat pembayaran tunai usia mapan yakni 100 persen dana mapan dibayarkan sekaligus ketika mencapai usia mapan. Lalu adanya manfaat pembayaran tunai tahunan. Yakni, sebesar 400% dana mapan yang dibayarkan selama 20 tahun. Kemudian, manfaat akhir masa perrtanggunan di mana 200% dana mapan dibayarkan sekaligus. Kemudian adanya manfaat meninggal dunia karena kecelakaan yakni 100% dana mapan diberikan.

 

Ryan Charland melanjutkan, besarnya generasi sandwich menunjukkan literasi keuangan di Indonesia perlu ditingkatkan. Menurut Ryan, produk terbaru itu sebagai upaya Manulife meningkatkan literasi keuangan di Tanah Air. 

 

Ia menjelaskan, populasi Indonesia mencapai 265 juta jiwa, sedangkan penetrasi asuransi masih sangat kecil yakni 1,3 persen. “Ini peluang besar bagi kami. Produk Mifip ini sebagai upaya kami meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia atas proteksi. Sebab, setiap orang butuh asuransi,” kata dia.

 

Baca Juga: Incar Kelas Atas, Manulife Luncurkan Produk Proteksi Premium

 

Menurut Ryan Charland, produk Mifip menolong masyarakat Indonesia. Selama 34 tahun berada di Indonesia, Manulife berkomitmen memudahkan kehidupan masyarakat, termasuk di hari tua.

 

Beberapa waktu lalu, Deputi Direktur Pengawasan Asuransi OJK I Wayan Wijana mengakui, literasi atau kesadaran masyarakat terhadap produk asuransi terhitung rendah. OJK mencatat, tingkat literasi masyarakat pada produk-produk asuransi masih berada di angka 11 persen dari total penduduk Indonesia.

 

Sebelumnya, Ketua Bidang Hukum dan Kepatuhan AAJI Maryoso Sumaryono mengatakan, industri asuransi saat ini perlu mendapatkan perhatian lebih. “Karena sekarang penetration rate asuransi jiwa di Indonesia termasuk yang terendah di Asia Tenggara," ujar Maryoso.

 

Berdasarkan data AAJI, penetrasi asuransi jiwa pada 2018 tercatat sebesar 1,3%, menurun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1,4%.

Tag: PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, Asuransi

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Ist

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,821.73 3,783.66
British Pound GBP 1.00 17,391.66 17,217.94
China Yuan CNY 1.00 2,034.38 2,014.22
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,333.00 14,191.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,720.64 9,617.24
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,826.88 1,808.72
Dolar Singapura SGD 1.00 10,348.74 10,244.73
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,891.00 15,732.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,428.95 3,392.54
Yen Jepang JPY 100.00 13,448.11 13,313.63

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6295.738 -0.977 651
2 Agriculture 1349.159 -17.863 21
3 Mining 1600.305 -2.201 49
4 Basic Industry and Chemicals 848.690 -0.631 72
5 Miscellanous Industry 1151.944 -0.538 49
6 Consumer Goods 2425.964 18.526 53
7 Cons., Property & Real Estate 504.801 0.125 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1229.883 12.971 74
9 Finance 1260.435 -9.035 91
10 Trade & Service 788.732 -1.689 162
No Code Prev Close Change %
1 DIGI 1,685 2,000 315 18.69
2 DAYA 304 360 56 18.42
3 ARTA 340 390 50 14.71
4 VINS 96 109 13 13.54
5 JKON 478 540 62 12.97
6 FORU 89 100 11 12.36
7 COWL 200 220 20 10.00
8 CCSI 266 292 26 9.77
9 DWGL 172 188 16 9.30
10 PSDN 154 168 14 9.09
No Code Prev Close Change %
1 PDES 1,330 1,000 -330 -24.81
2 BLUE 740 635 -105 -14.19
3 FISH 2,890 2,500 -390 -13.49
4 ITIC 875 780 -95 -10.86
5 IBFN 222 202 -20 -9.01
6 APEX 575 525 -50 -8.70
7 ICON 108 99 -9 -8.33
8 ARMY 232 214 -18 -7.76
9 MKNT 57 53 -4 -7.02
10 KBLM 338 316 -22 -6.51
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 4,180 4,100 -80 -1.91
2 MDKA 5,750 5,975 225 3.91
3 MCOR 174 174 0 0.00
4 PGAS 1,995 1,920 -75 -3.76
5 TLKM 4,340 4,470 130 3.00
6 MNCN 1,275 1,260 -15 -1.18
7 ERAA 1,930 1,875 -55 -2.85
8 BTPS 3,350 3,200 -150 -4.48
9 MAMI 89 90 1 1.12
10 BMRI 7,350 7,375 25 0.34