Portal Berita Ekonomi Kamis, 06 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:03 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,44% terhadap Yuan pada level 6,94 CNY/USD.
  • 16:00 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,62% pada level 25.102.
  • 16:00 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 1,40% pada level 2.311.
  • 15:59 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,73% pada level 2.534.
  • 15:59 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,17% pada level 3.377.
  • 15:58 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,26% pada level 22.514.
  • 15:57 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,68% pada level 6.077.
  • 15:56 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,51% terhadap Dollar AS pada level 14.550 IDR/USD.

Kecelakaan Pesawat Emiliano Sala Diduga Disebabkan Gas Ini

Kecelakaan Pesawat Emiliano Sala Diduga Disebabkan Gas Ini
WE Online, Paris -

Kabar gas karbon monoksida yang meracuni Emiliano Sala dan Pilot David Ibbotson sempat dikonfirmasi kebenarannya oleh Air Accidents Investigation Branch (AAIB) pada Rabu (14/8/2019) waktu setempat. Gas tersebut diduga muncul sebelum pesawat yang diterbangkan David jatuh.

Dalam pernyataannya, AAIB mengungkap pada hasil tes toksiologi ditemukan tanda-tanda adanya gas beracun pada jasad mantan pemain Nantes itu. Tim investigasi itu juga menyatakan hal itu juga kemungkinan terjadi kepada sang pilot (Ibbotson) yang belum ditemukan hingga kini.

Pada hari Rabu kemarin, tim investigasi telah menunjukkan temuan barunya tersebut.

"Bahaya paparan karbon monoksida terdapat pada kedua mesin pesawat yakni piston dan turbin." pungkas AAIB.

Dari hasil tes itu dinyatakan pula bahwa Sala dan sang pilot mengalami hal yang sama.

"Hasil tes toksiologi menghasilkan Sala memiliki tingkat saturasi COHb yang tinggi," lanjutnya. 

Namun pihaknya belum bisa menyimpulkan hasil investigasi sekarang ini.

"Ketika investigasi kami telah rampung semua, kami akan memberitahukan kabar terbarunya." 

Menanggapi hasil itu, Inspektur AAIB Geraint Herbert mengungkapkan dampak yang akan dihasilkan ketika teracuni karbon monoksida.

"Karbon monoksida adalah gas yang tidak berbau dan berwarna. Gejala pada tingkat paparan rendah dapat berupa kantuk dan pusing." tuturnya.

Bahkan, lanjut dia, jika gas yang terhirup semakin banyak, maka akan menimbulkan dampak fatal seperti ketidaksadaran tubuh dan kematian.

"Namun, ketika tingkat paparan meningkat hal itu dapat menyebabkan ketidaksadaran dan kematian." tambah sang inspektur.

Hasil dari investigasi itu menimbulkan banyak pertanyaan bagi keluarga Sala. Keluarga ingin mengetahui bagaimana gas itu bisa masuk ke kabin pesawat. Keluarga juga ingin pemeriksaan lebih lanjut terus dilakukan supaya hasil yang kongkrit dapat disimpulkan.

Keluarga Sala berharap pemecahan dari tragedi ini dapat menjadi pembelajaran. Sehingga, tragedi yang sama tidak terulang kembali. 

Emiliano Sala terbang ke Cardif untuk menuntaskan transfernya pada 21 Januari lalu. Namun, pesawat Piper Malibu yang membawanya bersama pilot hilang kontak sejam setalah penerbangan.

Beberapa hari kemudian, pesawat dinyatakan jatuh di bagian utara Gurnsey atau Selat Inggris. Sejak saat itu, pencarian setiap hari terus dilakukan.

Pada Februari, keduanya dinyatakan tewas. Namun, hanya jasad Sala yang ditemukan tim pencari dan sang pilot juga dinyatakan tewas setelah keberadaannya yang belum jelas sampai saat ini.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Tag: Kecelakaan, Pesawat

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: SINDOnews

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,918.44 3,879.14
British Pound GBP 1.00 19,226.93 19,032.71
China Yuan CNY 1.00 2,110.42 2,089.18
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,696.12 14,549.89
Dolar Australia AUD 1.00 10,562.10 10,449.73
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,896.27 1,877.33
Dolar Singapura SGD 1.00 10,713.02 10,602.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,363.47 17,186.33
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,493.25 3,455.21
Yen Jepang JPY 100.00 13,923.37 13,783.53
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5127.051 52.049 696
2 Agriculture 1155.132 -0.286 23
3 Mining 1399.666 40.451 48
4 Basic Industry and Chemicals 749.122 6.097 80
5 Miscellanous Industry 905.550 12.406 52
6 Consumer Goods 1911.618 34.786 57
7 Cons., Property & Real Estate 289.258 0.452 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 904.224 19.899 78
9 Finance 1122.591 2.025 93
10 Trade & Service 615.708 4.701 173
No Code Prev Close Change %
1 KAEF 2,280 2,850 570 25.00
2 INAF 2,280 2,850 570 25.00
3 PEHA 1,390 1,735 345 24.82
4 PYFA 775 965 190 24.52
5 CENT 106 128 22 20.75
6 ALTO 334 400 66 19.76
7 JIHD 470 560 90 19.15
8 CNTX 218 258 40 18.35
9 PGLI 178 210 32 17.98
10 DPNS 246 286 40 16.26
No Code Prev Close Change %
1 UANG 412 384 -28 -6.80
2 KBAG 324 302 -22 -6.79
3 DART 236 220 -16 -6.78
4 LUCK 266 248 -18 -6.77
5 SRAJ 148 138 -10 -6.76
6 WOWS 74 69 -5 -6.76
7 RICY 89 83 -6 -6.74
8 PCAR 386 360 -26 -6.74
9 SINI 476 444 -32 -6.72
10 KICI 268 250 -18 -6.72
No Code Prev Close Change %
1 KAEF 2,280 2,850 570 25.00
2 PSAB 262 290 28 10.69
3 MDKA 1,810 1,935 125 6.91
4 BBRI 3,080 3,080 0 0.00
5 FREN 132 144 12 9.09
6 INAF 2,280 2,850 570 25.00
7 TOWR 1,160 1,160 0 0.00
8 TLKM 2,950 3,020 70 2.37
9 MSIN 270 270 0 0.00
10 BRIS 535 550 15 2.80