Portal Berita Ekonomi Kamis, 16 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 2,00% pada level 24.970.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,82% pada level 2.183.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,76% pada level 22.770.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 4,50% pada level 3.210.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,88% pada level 2.625.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,78% pada level 6.243.
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,15% terhadap Yuan pada level 6,99 CNY/USD.
  • 16:03 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,26% terhadap Dollar AS pada level 14.625 IDR/USD.

Presiden Ancam Tutup, PTAN Mau Terapkan Teknologi Solutif hingga Strategi Baru

Presiden Ancam Tutup, PTAN Mau Terapkan Teknologi Solutif hingga Strategi Baru
WE Online, Jakarta -

PT Aquafarm Nusantara (PTAN) baru-baru ini mengumumkan pergantian kepemilikan dan strategi baru dengan meluncurkan merek 'Regal Springs Indonesia' yang didukung investasi di bidang akuakultur berkelanjutan di bawah program Regal Springs Indonesia Kami Peduli 2023.

Asal tahu saja, Kami Peduli 2023 merupakan program keberlanjutan yang menyeluruh dan terpadu di bidang akuakultur dan pengolahan ikan pertama di dunia dan di Indonesia, selaras dengan tujuan pembangunan keberlanjutan (SDGs) PBB.

"Sebagai bagian dari komitmen PTAN dalam memimpin investasi akuakultur berkelanjutan dan bertanggung jawab di Indonesia, perusahaan tengah menerapkan sejumlah solusi inovatif," kata Komisaris Utama PTAN Sammy Hamzah dalam rilisnya, Jumat (16/8/2019).

Baca Juga: Hasil Blusukkan Jokowi ke Danau Toba, Hasilnya Apa?

Berikut beberapa inisiatif program berkelanjutan yang akan diterapkan perusahaan:

1. Penerapan teknologi baru untuk mengurangi dampak lingkungan pada air danau

PTAN saat ini sedang berkolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan beberapa pihak lainnya melakukan studi untuk mengkaji metode terbaru guna secara signifikan mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan akuakultur dengan teknologi lokal.

"Kami bekerja sama dengan IPB untuk mencari solusi inovatif baru untuk kegiatan pertanian yang lebih bertanggung jawab dengan menggunakan teknologi lokal," jelas Sammy.

2. Teknologi baru sistem daur ulang otomatis yang dipasang di bawah Keramba Jaring Apung

Investasi besar dalam bidang keberlanjutan ini sedang dalam proses pengujian. Cara kerja teknologi ini ialah dengan mengumpulkan dan mendaur ulang sisa-sisa pakan yang sudah dicerna dan langsung diolah menjadi pupuk

3. Penerapan teknologi terbaru berupa alat distribusi pakan otomatis

PTAN telah berinvestasi dengan dikenalkannya 10 unit alat distribusi pakan otomatis di danau yang sedang dipantau selama 10 bulan ke depan. Perusahaan berencana mengimplementasikan teknologi ini di seluruh keramba perusahaan di masa yang akan datang.

Baca Juga: Masih Cemari Danau Toba? Ancaman Jokowi Mengerikan

"Saat ini kami sedang berada dalam tahap uji coba sistem daur ulang otomatis dan alat distribusi pakan otomatis. Ini adalah rencana ambisius yang akan kami terapkan secara penuh, kami mengadaptasi teknologi tersebut agar sesuai dengan kegiatan operasional kami. Setelah diterapkan, kedua inovasi tersebut akan signifikan mengurangi dampak ekosistem," tukas Sammy.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengamcam akan menutup PTAN dan beberapa perusahaan budi daya ikan air tawar lainnya. Pasalnya keramba jaring apung (KJA) yang digunakan perusahaan telah mencemari air Danau Toba.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyetujui rencana penutupan tersebut sehingga air Danau Toba kembali bersih dari pencemaran dan sesuai standar kelas I atau air siap minum.

Baca Juga

Tag: Danau Toba, Joko Widodo (Jokowi)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: PTAN

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,920.85 3,881.43
British Pound GBP 1.00 18,471.15 18,280.08
China Yuan CNY 1.00 2,102.27 2,080.16
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,705.16 14,558.84
Dolar Australia AUD 1.00 10,271.55 10,166.44
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,896.80 1,877.74
Dolar Singapura SGD 1.00 10,566.33 10,457.43
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,769.76 16,597.08
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,449.49 3,411.16
Yen Jepang JPY 100.00 13,749.57 13,608.94
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5098.374 22.576 696
2 Agriculture 1104.248 -7.049 23
3 Mining 1291.177 -5.626 48
4 Basic Industry and Chemicals 779.493 2.164 80
5 Miscellanous Industry 930.148 11.865 52
6 Consumer Goods 1876.311 46.088 57
7 Cons., Property & Real Estate 313.113 -2.544 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 894.119 4.368 78
9 Finance 1111.213 -1.708 93
10 Trade & Service 603.737 -1.454 173
No Code Prev Close Change %
1 WIIM 192 258 66 34.38
2 WOWS 63 77 14 22.22
3 PORT 466 565 99 21.24
4 HDFA 159 187 28 17.61
5 BLTZ 3,100 3,600 500 16.13
6 DPUM 68 78 10 14.71
7 PRAS 111 127 16 14.41
8 MERK 3,500 3,940 440 12.57
9 TCPI 3,400 3,770 370 10.88
10 PGLI 226 250 24 10.62
No Code Prev Close Change %
1 DART 258 240 -18 -6.98
2 BRNA 1,075 1,000 -75 -6.98
3 JIHD 650 605 -45 -6.92
4 ENVY 130 121 -9 -6.92
5 JMAS 232 216 -16 -6.90
6 SMMA 17,800 16,575 -1,225 -6.88
7 ABMM 1,310 1,220 -90 -6.87
8 NIKL 585 545 -40 -6.84
9 TARA 161 150 -11 -6.83
10 ESTI 59 55 -4 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 PURA 122 118 -4 -3.28
2 TOWR 1,055 1,065 10 0.95
3 HMSP 1,705 1,850 145 8.50
4 KRAS 360 376 16 4.44
5 TCPI 3,400 3,770 370 10.88
6 BBRI 3,130 3,140 10 0.32
7 MEDC 472 488 16 3.39
8 WIIM 192 258 66 34.38
9 BRIS 490 492 2 0.41
10 GIAA 258 264 6 2.33