Portal Berita Ekonomi Jum'at, 24 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:16 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka negatif 0,19% pada level 3.319.
  • 23:15 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka positif 0,11% pada level 29.192.
  • 23:10 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka positif 0,04% pada level 9.405.
  • 23:10 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,43% terhadap Poundsterling pada level 1,3067 USD/GBP.
  • 23:09 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,26% terhadap Euro pada level 1,1026 USD/EUR.
  • 23:09 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,05% terhadap Yen pada level 109,43 JPY/USD.
  • 23:06 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.570 USD/troy ounce.
  • 23:05 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 60,88 USD/barel.
  • 23:04 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 54,41 USD/barel.
  • 16:26 WIB. Valas - Yuan ditutup negatif 0,50% terhadap Dollar AS pada level 6,91 CNY/USD.
  • 16:24 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,41% terhadap Dollar AS pada level 13.582 IDR/USD.
  • 16:23 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,17% pada level 3.240.
  • 16:22 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,15% pada level 27.949.
  • 16:21 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 1,39% pada level 7.611.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,13% pada level 23.827.

Bingung Investasi Properti? Berikut Tipsnya

Bingung Investasi Properti? Berikut Tipsnya - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Bukan hanya sebagai kebutuhan primer, keberadaan properti kini mulai menjadi alternatif investasi yang menjanjikan. Contoh yang paling sering ditemui berupa investasi sewa apartemen, rumah, ruko, kios hingga sewa lahan. 

Pakar investasi properti, Margiman pun menilai bahwa sebelum menanamkan modal untuk berinvestasi, terutama pada properti, investor harus mengetahui beberapa alasan utama orang berinvestasi di sektor ini.

"Yang pertama, permintaan properti di lokasi yang strategis umumnya lebih besar dari persediaan. Luas tanah di muka bumi ini akan selalu tetap dan untuk menjadikan suatu lokasi menjadi strategis dibutuhkan waktu yang panjang dan biaya yang sangat besar (misalkan untuk membuat akses tol, jalur MRT/LRT)," kata dia belum lama ini.

Di sisi lain, jumlah penduduk dan kebutuhannya tentu akan mengalami penambahan, sehingga ketersediaan properti di lokasi strategis terbatas ini memiliki nilai yang terus meningkat.

Baca Juga: Top Markotop! Sepanggung Bareng Trump Jr, Saham Properti Hary Tanoe Cetak Rekor Baru!

Kedua, investor bisa mendapat dua jenis potensi keuntungan, yakni keuntungan modal atau capital gain dari kenaikan nilai properti saat menjual propertinya di waktu yang tepat.

"Keuntungan kedua didapat dari pemasukan tahunan sewa propertinya atau pendapatan lainnya yang berasal dari properti tersebut. Atau yang biasa disebut keuntungan arus kas atau cash flow," tambah pria asal Bandung ini.

Selain itu, alasan berinvestasi di sektor properti adalah potensi untuk melakukan leverage. Artinya, investor dapat melipatgandakan keuntungannya dengan menggunakan modal jauh di bawah nilai propertinya.

Misalkan, saat ada peluncuran produk baru, seringkali developer memberikan cara bayar yang ringan, seperti cicilan uang muka, kemudian pelunasan. Jadi, investor bisa saja hanya mengeluarkan modal 20% untuk kemudian mendapatkan keuntungan dari kenaikan nilai propertinya saat dialihkan ke pembeli lain.

Contoh lain, lokasi strategis tapi luas lahan terbatas, maka meningkatkan nilai aset yang dimiliki dengan hanya menambah luas bangunannya.

"Sebagai contoh pilihan investasi di Batam, Nuvasa Bay yang dikembangkan oleh Sinarmas Land diposisikan sebagai the new face of Batam. Hal ini dapat menjadi bahan pertimbangan bahwa Nuvasa Bay Batam sebagai salah satu potensi investasi properti pilihan yang menguntungkan di masa mendatang. Silahkan cek di www.nuvasabay.com," ungkap pria yang sudah 30 tahun menggeluti bidang ini.

Di luar tiga alasan tersebut, yang juga perlu dipahami adalah model bisnis properti merupakan investasi jangka panjang. Artinya, sang investor perlu beberapa waktu untuk dapat menikmati keuntungan dari investasinya.

Baca Juga: Bisnis Properti di Kuartal II Melambat, Ada Apa?

Tak hanya itu, bisnis properti juga butuh modal yang tidak sedikit, sehingga sebelum memutuskan untuk menggeluti bisnis atau berinvestasi di bidang properti, sebaiknya investor memerhatikan beberapa tips penting ini.

Tips pertama, carilah potensi lokasi yang strategis. "Faktor utama yang mendorong peningkatan nilai properti dimulai dari letak lokasi yang dipilih. Salah satu indikator lokasi strategis adalah pertumbuhan permintaan di lokasi tersebut," beber Margiman.

Perlu diperhatikan hal-hal unik di lokasi tersebut yang menyebabkan permintaan tumbuh. Misalkan akses tol, keberadaan fasilitas pendidikan yang favorit, ketersediaan transportasi umum yang nyaman, dan sebagainya

Tips kedua, perhatikan kontinuitas pengembangannya di masa depan. Selain lokasi, faktor selanjutnya yang menentukan bertahan lama tidaknya bisnis properti adalah rencana pengembangan suatu wilayah di masa depan.

"Bisnis dikatakan bisa bertahan dalam jangka panjang jika dianggap bernilai dan memertimbangkan rencana pengembangan di masa depan. Misalnya, wacana akan diadakannya pelebaran infrastuktur jalan atau pembangunan fasilitas umum atau bahkan perencanaan untuk pengembangan menjadi kota baru mandiri," ujarnya.

Ia juga menambahkan, investor harus peka mengetahui selera pasar. Contohnya, mengetahui tren apa yang sedang berkembang dan sangat dibutuhkan masyarakat sekitar. Sehingga, produk properti yang ditawarkan sesuai dengan tren tersebut dan diminati banyak orang.

Selain itu, tips berikutnya adalah kenali pesaing. Tidak kalah penting, investor juga harus mengenal baik siapa kompetitornya. Untuk dapat bersaing secara sehat tanpa menghalalkan segala cara, investor harus menggali informasi penting seputar kekuatan dan kekurangannya, misalkan menggunakan metode SWOT.

Baca Juga: Berkat Investasi Properti, Idol Korea Selatan Ini Jadi Artis Terkaya

"Dengan demikian, investor tidak tertinggal dengan pesaing dalam menawarkan propertinya," tambah Margiman.

Tips tambahan yang sering terlupakan adalah mengevaluasi rencana dari investasi tersebut. Sejauh mana rencana tersebut masih relevan dengan situasi yang ada. Misalkan, satu lokasi di masa lalu sangat strategis dan diminati banyak pembeli.

Namun, arah pengembangan kota atau hadirnya investor besar di lokasi lain menjadikan lokasi tersebut kurang strategis. Maka, investor harus berani melakukan switching dari properti yang dimilikinya dengan properti yang memiliki potensi yang lebih baik di masa mendatang.

Baca Juga

Tag: Tips Bisnis, Properti

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Rosmayanti

Foto: Unsplash/Breno Assis

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,652.30 3,615.58
British Pound GBP 1.00 17,971.87 17,791.69
China Yuan CNY 1.00 1,975.11 1,955.32
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,700.16 13,563.84
Dolar Australia AUD 1.00 9,377.76 9,281.74
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,762.60 1,745.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,146.01 10,043.57
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,144.16 14,989.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,366.96 3,331.00
Yen Jepang JPY 100.00 12,517.28 12,390.46
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6244.109 -5.101 675
2 Agriculture 1373.668 -16.149 21
3 Mining 1477.166 -4.026 49
4 Basic Industry and Chemicals 971.995 6.046 77
5 Miscellanous Industry 1214.166 -14.289 51
6 Consumer Goods 2063.089 -15.731 57
7 Cons., Property & Real Estate 473.253 0.567 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1099.077 2.296 76
9 Finance 1378.649 3.256 92
10 Trade & Service 741.148 -4.067 167
No Code Prev Close Change %
1 INDO 147 198 51 34.69
2 RELI 130 170 40 30.77
3 LMAS 130 155 25 19.23
4 OMRE 930 1,100 170 18.28
5 KOTA 610 720 110 18.03
6 LPIN 256 298 42 16.41
7 INAF 810 925 115 14.20
8 SDPC 108 123 15 13.89
9 ALMI 308 348 40 12.99
10 PEGE 120 135 15 12.50
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 700 525 -175 -25.00
2 LMSH 446 338 -108 -24.22
3 POLA 171 145 -26 -15.20
4 GLOB 406 350 -56 -13.79
5 DMND 1,530 1,350 -180 -11.76
6 PCAR 324 288 -36 -11.11
7 IGAR 336 300 -36 -10.71
8 SKRN 520 466 -54 -10.38
9 NASA 620 560 -60 -9.68
10 KIOS 420 380 -40 -9.52
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,700 1,690 -10 -0.59
2 TOWR 830 825 -5 -0.60
3 INAF 810 925 115 14.20
4 BMRI 7,775 7,925 150 1.93
5 LMAS 130 155 25 19.23
6 TCPI 6,875 7,000 125 1.82
7 NIKL 695 675 -20 -2.88
8 BBCA 34,200 34,050 -150 -0.44
9 PGAS 1,915 1,880 -35 -1.83
10 BBRI 4,740 4,740 0 0.00