Portal Berita Ekonomi Senin, 18 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:46 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,02% pada level 7.304
  • 17:46 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,61% pada level 3.258
  • 17:45 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,62% pada level 2.909
  • 17:44 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,49% pada level 23.416
  • 17:43 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,07% pada level 2.160
  • 17:42 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 1,35% pada level 26.681
  • 17:41 WIB. Valas - Yuan ditutup menguat 0,07% terhadap USD pada level 7,0141 Yuan/USD
  • 17:40 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,01% terhadap USD pada level Rp.14.078/USD
  • 17:39 WIB. Valas - Dollar melemah 0,54% terhadap Poundsterling pada level 1,2967 USD/Pound
  • 17:32 WIB. Valas - Dollar melemah 0,11% terhadap Euro pada level 1,1063 USD/Euro
  • 17:30 WIB. Valas - Dollar menguat 0,23% terhadap Yen pada level 109,05 Yen/USD
  • 16:01 WIB. IHSG - IHSG turun -0,09% di akhir sesi II.
  • 12:55 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.465 USD/troy ounce
  • 12:53 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 63,33 USD/barel
  • 12:52 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 57,74 USD/barel

Kementan Dorong Penggunaan Pestisida Nabati Ramah Lingkungan

Kementan Dorong Penggunaan Pestisida Nabati Ramah Lingkungan - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Kementerian Pertanian (Kementan) hingga saat ini tetap berkomitmen untuk melakukan penanggulangan dampak penggunaan pestisida kimia dalam praktik budidaya tanaman. Pasalnya, upaya ini dinilai dapat meningkatkan produksi pangan secara berkelanjutan.

Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Edy Purnawan menjelaskan Kebijakan Kementan dalam mengurangi dampak penggunaan pestisida kimia dikeluarkan dalam bentuk Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) dan kegiatan-kegiatan Kementan.

"Pertama, melalui Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT, red). SLPHT ini salah satu program nasional yang sudah berjalan cukup lama dan memberikan banyak manfaat bagi perubahan pola pikir petani untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia,” ujarnya Edy di Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Baca Juga: Irjen: Pencopotan Pejabat Kementan Dilakukan untuk Mitigasi Risiko

Pembelajarannya, jelas Edy, mulai dari praktek budidaya sampai dengan pemanfaatan agens pengendali hayati (APH) dan pestisida nabati yang ramah lingkungan. Lebih dari 209.400 orang petani yang telah dilatih dalam program SLPHT selama ini.

"Kegiatan kedua, yakni melalui Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PPHT, red). Selepas era SLPHT, pada Tahun 2015 sampai dengan sekarang Kementan melaksanakan program PPHT di seluruh provinsi di Indonesia," ujarnya.

Edy menyebutkan pada program ini petani diberikan bantuan sarana untuk perbanyakan APH sehingga petani bisa langsung melakukan aksi di lapangan dengan pendampingan dari petugas. Bahkan, sampai saat ini program PPHT sudah dilaksanakan seluas 46.650 ha di seluruh Indonesia.

Ketiga, lanjut Edy, yakni melalui Demonstrasi Area Budidaya Tanaman Sehat, tambahnya. Sejak tahun 2017 Kementan telah melaksanakan kegiatan Demonstrasi Area Budidaya Tanaman Sehat.

Baca Juga: Kementan Dorong Petani Cianjur Tanam Kedelai Karena Lebih Menguntungkan

“Tiap Poktan kami beri bantuan sarana produksi non kimia seperti pembenah tanah, pupuk organik, pestisida biologi atau hayati dan tanaman refugi,” ungkapnya.

Edy berharap melalui bantuan tersebut kelompok tani atau gabungan kelompok tani mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia dan pestisida kimia dalam mengendalikan OPT. Menurut catatan Kementan, sejak tahun 2017 sampai 2019 kegiatan ini telah dilaksanakan seluas 147.610 ha di seluruh Indonesia.

"Hasilnya provitas rata-rata meningkat dari 6 ton per hektar menjadi 8 ton per hektar, dan kualitas lingkungan pun lebih sehat," bebernya.

Lebih lanjut Edy menuturkan langkah keempat dalam pengurangan dampak penggunaan petisida, yakni sosialisasi dan bimbingan teknis. Kegiatan ini dilakukan secara rutin oleh petugas Pengendali OPT (POPT) kepada petani. Setiap kecamatan ada satu orang POPT yang ditugaskan setiap minggu memberikan bimbingan teknis cara pengendalian OPT yang ramah lingkungan dan cara tepat menggunakan pestisida kimia.

Baca Juga: Kementan Gerak Cepat Amankan Produksi Pangan Jawa Tengah saat Puncak Kemarau

“Terakhir, kelima, kami juga ada kegiatan pengujian rutin kandungan residu pestisida, cemaran logam berat dan aflatoksin,” terangnya.

Edy menambahkan balai di instansinya melakukan pengambilan sampel produk tanaman dari petani langsung. Dalam 3 tahun terakhir (2017-2019) BPMPT telah melakukan pengambilan sampel di 20 propinsi 67 kabupaten/kota di Indonesia.

"Sebanyak 1.670 sampel telah diambil dan diuji. Hasil uji inilah yang kami kasih ke Dinas Pertanian di daerah untuk dijadikan bahan pembinaan bagi petani di wilayahnya,” cetusnya.

Di tempat terpisah, Harso Ketua Poktan di desa Ponjong, Kabupaten Gunungkidul mengatakan salah satu program Kementan yang dirasakan manfaatnya yakni budidaya tanaman sehat. Areal lahan sawahnya seluas 50 hektar sekarang meningkat provitasnya dari 6 ton per hektar jadi 9 ton per hektar.

"Kami tanam refugia juga, selain terlihat indah juga manfaat melestarikan musuh alami. Panen kali ini kami sangat senang bisa berhasil mendapat produksi yang tinggi,” katanya.

Baca Juga

Tag: Pestisida, Petani, Kementerian Pertanian (Kementan)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Kumairoh

Foto: Kementan

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,772.00 3,734.27
British Pound GBP 1.00 18,285.73 18,098.18
China Yuan CNY 1.00 2,017.05 1,996.13
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,145.38 14,004.63
Dolar Australia AUD 1.00 9,644.32 9,545.56
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,806.72 1,788.72
Dolar Singapura SGD 1.00 10,396.43 10,289.96
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,646.20 15,484.92
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,406.88 3,369.74
Yen Jepang JPY 100.00 13,002.46 12,869.54

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6122.625 -5.720 662
2 Agriculture 1388.559 2.970 20
3 Mining 1501.047 22.496 49
4 Basic Industry and Chemicals 954.421 -0.201 76
5 Miscellanous Industry 1177.316 -0.936 50
6 Consumer Goods 2060.657 -6.314 54
7 Cons., Property & Real Estate 507.973 -0.049 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1128.813 -12.467 76
9 Finance 1266.233 2.133 90
10 Trade & Service 782.981 -3.567 165
No Code Prev Close Change %
1 TEBE 1,095 1,640 545 49.77
2 ESIP 344 430 86 25.00
3 SINI 595 740 145 24.37
4 ALMI 266 328 62 23.31
5 PORT 414 500 86 20.77
6 BYAN 13,300 15,800 2,500 18.80
7 PALM 208 242 34 16.35
8 ALKA 450 510 60 13.33
9 IMJS 280 316 36 12.86
10 VINS 119 134 15 12.61
No Code Prev Close Change %
1 FITT 84 55 -29 -34.52
2 RODA 175 115 -60 -34.29
3 ICON 99 72 -27 -27.27
4 JTPE 880 660 -220 -25.00
5 MPOW 244 183 -61 -25.00
6 TGRA 280 210 -70 -25.00
7 ENVY 2,070 1,555 -515 -24.88
8 DEAL 865 650 -215 -24.86
9 SQMI 372 280 -92 -24.73
10 HITS 550 414 -136 -24.73
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,410 1,410 0 0.00
2 MAMI 244 248 4 1.64
3 BBRI 4,090 4,120 30 0.73
4 IPTV 494 505 11 2.23
5 TLKM 4,080 4,000 -80 -1.96
6 TCPI 4,780 5,175 395 8.26
7 IRRA 450 498 48 10.67
8 ACES 1,695 1,700 5 0.29
9 BBTN 1,920 1,955 35 1.82
10 BRPT 1,075 1,130 55 5.12