Portal Berita Ekonomi Jum'at, 14 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:14 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 41,93 USD/barel.
  • 16:14 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 44,63 USD/barel.
  • 16:13 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,02% terhadap Euro pada level 1,1812 USD/EUR.
  • 16:12 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,06% terhadap Poundsterling pada level 1,3075 USD/GBP.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 0,19% pada level 25.183.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 1,23% pada level 2.407.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 1,19% pada level 3.360.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 1,19% pada level 3.360.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,07% pada level 23.265.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,58% pada level 2.580.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 2,32% pada level 6.042.
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,08% terhadap Yuan pada level 6,95 CNY/USD.
  • 16:03 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,14% terhadap Dollar AS pada level 14.795 IDR/USD.
  • 16:02 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,20% terhadap Yen pada level 106,72 JPY/USD.
  • 16:01 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.947 USD/troy ounce.

Pasar Modal RI Masih 'Dijajah' Asing, Belum Merdeka?

Pasar Modal RI Masih 'Dijajah' Asing, Belum Merdeka?
WE Online, Jakarta -

Meski Indonesia genap berusai 74 tahun hari ini (17/8/2019) dan merayakan kemerdekaannya, dari sisi pasar modal, Indonesia masih belum “merdeka”. Pasalnya, investor asing masih mendominasi.

Oleh karena itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengharapkan di usia kemerdekaan Indonesia yang semakin bertambah, pasar modal bisa semakin maju. Salah satunya dengan peningkatan dominasi investor domestik.

Menurutnya, kemerdekaan juga ditunjukkan dengan investor domestik menjadi tuan rumah di Tanah Air, sehingga mengurangi ketergantungan dari dana asing.

Baca Juga: Dana Ratusan Triliun Diraup dari Pasar Modal, Begini Respons Bos OJK

"Sudah 74 tahun Indonesia merdeka dan diharapkan untuk lebih bisa medeka, dalam arti kemandirian kita semakin bagus. Seperti soal kepemilikikan saham diharapkan kita (domestik) bisa mayoritas melebihi dari asing," ujarnya.

Tak hanya kepemilikan portofolio saham, Inarno juga berharapm dalam transaksi harian di pasar modal, investor domestik juga bisa mendominasi. Lagi-lagi untuk membuat pasar modal kuat oleh karena investor domestik.

"Dalam hal transaksi, harus sebagai tuan rumah di negara sendiri. Investor domestik harus lebih berkembang dan mandiri sehingga pasar modal juga jadi lebih kuat," katanya.

Baca Juga: Ini Kawan dan Lawan Pasar Modal Indonesia Menurut Bos OJK

Inarno menekankan, jika investor domestik semakin mendominasi dalam kepemilikan saham maupun transaksi, pasar modal Indonesia tak perlu lagi bergantung dengan modal asing. Sehingga jika terjadi gejolak pada ekonomi global, ketika modal asing keluar dari Tanah Air, pasar modal Indonesia bisa bertahan oleh karena modal yang ditanamkan para investor domestik.

"Jadi ingin lebih mandiri. Ketergantungan terhadap asing lebih berkurang, dan menjadi tuan rumah di negera sendiri. Investor domestik harus lebih dominan," katanya.

Lihat Sumber Artikel di Okezone Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Okezone. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Okezone.

Tag: Pasar Modal, Bursa Efek Indonesia (BEI)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Antara/Aprillio Akbar

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,997.86 3,957.77
British Pound GBP 1.00 19,577.52 19,379.75
China Yuan CNY 1.00 2,157.44 2,135.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,991.59 14,842.42
Dolar Australia AUD 1.00 10,705.49 10,597.49
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,934.40 1,914.93
Dolar Singapura SGD 1.00 10,918.06 10,807.85
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,708.07 17,530.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,574.53 3,533.07
Yen Jepang JPY 100.00 14,018.69 13,877.91
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5239.250 5.798 698
2 Agriculture 1197.150 8.188 23
3 Mining 1397.826 2.228 48
4 Basic Industry and Chemicals 762.931 -1.567 80
5 Miscellanous Industry 953.200 -0.327 52
6 Consumer Goods 1931.632 16.356 58
7 Cons., Property & Real Estate 295.862 -0.799 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 889.469 5.192 78
9 Finance 1164.347 -1.003 93
10 Trade & Service 633.771 -3.745 174
No Code Prev Close Change %
1 MBAP 1,820 2,270 450 24.73
2 DVLA 2,450 3,040 590 24.08
3 KIOS 160 194 34 21.25
4 CNTX 218 250 32 14.68
5 ALTO 354 400 46 12.99
6 TRUS 284 320 36 12.68
7 PNLF 185 206 21 11.35
8 BIKA 179 199 20 11.17
9 TDPM 94 104 10 10.64
10 BMSR 53 58 5 9.43
No Code Prev Close Change %
1 GLOB 144 134 -10 -6.94
2 MREI 5,200 4,840 -360 -6.92
3 BPTR 87 81 -6 -6.90
4 SGER 262 244 -18 -6.87
5 FOOD 131 122 -9 -6.87
6 BRAM 5,100 4,750 -350 -6.86
7 EMTK 5,475 5,100 -375 -6.85
8 MSKY 1,025 955 -70 -6.83
9 PAMG 74 69 -5 -6.76
10 BOLA 163 152 -11 -6.75
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,090 1,030 -60 -5.50
2 BBRI 3,350 3,330 -20 -0.60
3 FREN 128 120 -8 -6.25
4 BBNI 5,125 5,075 -50 -0.98
5 BMTR 264 248 -16 -6.06
6 PURA 129 134 5 3.88
7 TLKM 2,950 3,010 60 2.03
8 MDKA 1,810 1,770 -40 -2.21
9 EXCL 2,430 2,610 180 7.41
10 PNLF 185 206 21 11.35