Portal Berita Ekonomi Selasa, 17 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:21 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.496,37 $/ounce
  • 13:20 WIB. OIL - Minyak bumi acuan Brent diperdagangkan pada level 68,78 $/barel
  • 13:19 WIB. OIL - Minyak bumi acuan WTI diperdagangkan pada level 62,38 $/barel
  • 13:11 WIB. Valas -  Dollar menguat 0,07% terhadap Yen pada level 108,20 Yen/Dollar
  • 13:10 WIB. Valas - Dollar menguat 0,28% terhadap Yuan pada level 7,0882 Yuan/Dollar
  • 13:08 WIB. Valas - Dollar menguat 0,13% terhadap Poundsterling pada level 1,24 $/Pound
  • 13:07 WIB. Valas - Dollar melemah 0,05% terhadap Euro pada level 1,10 $/Euro
  • 12:50 WIB. Korea - Kemenkes umumkan UU baru akan segera diterapkan untuk larang pemasaran alat e-cigarattes 
  • 12:00 WIB. IHSG - IHSG ditutup hijau 0,06% di akhir sesi I.
  • 11:46 WIB. Jerman - Wirecard gandeng UnionPay untuk jadi mitra utama di Asia
  • 08:59 WIB. Hong Kong - HKSAR: Perubahan prospek peringkat HK oleh Moody's Investors Service tidak berdasar faktual
  • 08:53 WIB. Korea - BoonTheShop (Shinsegae Group) akan buka di Harrods, London 
  • 08:49 WIB. Minyak - CEO Chevron Michael Wirth: Serangan terhadap kilang minyak Saudi tidak akan mempengaruhi AS dalam jangka pendek.
  • 08:43 WIB. Korea - Hanwha Total Petrochemical co selesaikan perluasan fasilitas produksi ethylene dan propylene
  • 08:39 WIB. Investasi - Cargill akan investasi US$100 juta untuk perluas kantor pusat Asia-Pasifik di Shanghai

Pasar Modal RI Masih 'Dijajah' Asing, Belum Merdeka?

Pasar Modal RI Masih 'Dijajah' Asing, Belum Merdeka? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Meski Indonesia genap berusai 74 tahun hari ini (17/8/2019) dan merayakan kemerdekaannya, dari sisi pasar modal, Indonesia masih belum “merdeka”. Pasalnya, investor asing masih mendominasi.

Oleh karena itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengharapkan di usia kemerdekaan Indonesia yang semakin bertambah, pasar modal bisa semakin maju. Salah satunya dengan peningkatan dominasi investor domestik.

Menurutnya, kemerdekaan juga ditunjukkan dengan investor domestik menjadi tuan rumah di Tanah Air, sehingga mengurangi ketergantungan dari dana asing.

Baca Juga: Dana Ratusan Triliun Diraup dari Pasar Modal, Begini Respons Bos OJK

"Sudah 74 tahun Indonesia merdeka dan diharapkan untuk lebih bisa medeka, dalam arti kemandirian kita semakin bagus. Seperti soal kepemilikikan saham diharapkan kita (domestik) bisa mayoritas melebihi dari asing," ujarnya.

Tak hanya kepemilikan portofolio saham, Inarno juga berharapm dalam transaksi harian di pasar modal, investor domestik juga bisa mendominasi. Lagi-lagi untuk membuat pasar modal kuat oleh karena investor domestik.

"Dalam hal transaksi, harus sebagai tuan rumah di negara sendiri. Investor domestik harus lebih berkembang dan mandiri sehingga pasar modal juga jadi lebih kuat," katanya.

Baca Juga: Ini Kawan dan Lawan Pasar Modal Indonesia Menurut Bos OJK

Inarno menekankan, jika investor domestik semakin mendominasi dalam kepemilikan saham maupun transaksi, pasar modal Indonesia tak perlu lagi bergantung dengan modal asing. Sehingga jika terjadi gejolak pada ekonomi global, ketika modal asing keluar dari Tanah Air, pasar modal Indonesia bisa bertahan oleh karena modal yang ditanamkan para investor domestik.

"Jadi ingin lebih mandiri. Ketergantungan terhadap asing lebih berkurang, dan menjadi tuan rumah di negera sendiri. Investor domestik harus lebih dominan," katanya.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Tag: Pasar Modal, Bursa Efek Indonesia (BEI)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Antara/Aprillio Akbar

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,778.03 3,739.77
British Pound GBP 1.00 17,598.96 17,421.21
China Yuan CNY 1.00 2,003.53 1,983.46
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,171.00 14,029.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,700.05 9,600.04
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,811.94 1,793.53
Dolar Singapura SGD 1.00 10,297.94 10,192.53
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,607.94 15,445.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,394.25 3,356.22
Yen Jepang JPY 100.00 13,109.16 12,975.40

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6219.435 -115.408 652
2 Agriculture 1361.119 -4.695 21
3 Mining 1679.100 9.097 49
4 Basic Industry and Chemicals 894.538 -4.674 72
5 Miscellanous Industry 1188.637 -9.828 49
6 Consumer Goods 2222.625 -143.391 53
7 Cons., Property & Real Estate 496.194 -2.638 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1196.711 -0.304 75
9 Finance 1248.458 -20.517 90
10 Trade & Service 806.205 -6.008 162
No Code Prev Close Change %
1 SKYB 67 90 23 34.33
2 LPLI 125 158 33 26.40
3 ITIC 800 1,000 200 25.00
4 MYTX 63 77 14 22.22
5 TALF 312 360 48 15.38
6 APEX 530 580 50 9.43
7 AHAP 57 62 5 8.77
8 POLL 4,630 5,025 395 8.53
9 SHID 3,350 3,600 250 7.46
10 ARTA 364 390 26 7.14
No Code Prev Close Change %
1 GGRM 68,800 54,600 -14,200 -20.64
2 OMRE 1,740 1,400 -340 -19.54
3 HMSP 2,800 2,290 -510 -18.21
4 JAWA 150 124 -26 -17.33
5 BMSR 120 100 -20 -16.67
6 AKSI 580 486 -94 -16.21
7 BRAM 7,400 6,225 -1,175 -15.88
8 OKAS 224 193 -31 -13.84
9 BCAP 199 172 -27 -13.57
10 BAPI 150 130 -20 -13.33
No Code Prev Close Change %
1 HMSP 2,800 2,290 -510 -18.21
2 MNCN 1,305 1,285 -20 -1.53
3 GGRM 68,800 54,600 -14,200 -20.64
4 IPTV 555 540 -15 -2.70
5 BBRI 4,310 4,190 -120 -2.78
6 MAMI 129 130 1 0.78
7 BAPI 150 130 -20 -13.33
8 IATA 50 50 0 0.00
9 BMTR 376 364 -12 -3.19
10 ADRO 1,375 1,430 55 4.00