Portal Berita Ekonomi Senin, 14 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:15 WIB. GOLD - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.488 USD/troy ounce
  • 13:14 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 60,04 USD/barel
  • 13:14 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 54,29 USD/barel
  • 13:12 WIB. Valas - Dollar melemah 0,03% terhadap Yen pada level 108,26 Yen/USD
  • 13:11 WIB. Valas - Dollar menguat 0,54% terhadap Poundsterling pada level 1,2599 USD/Pound
  • 13:10 WIB. Valas - Dollar menguat 0,12% terhadap Euro pada level 1,1029 USD/Euro
  • 12:00 WIB. IHSG - IHSG ditutup menguat 0,28% di akhir sesi I.
  • 11:55 WIB. Rupiah - Rupiah menguat 0,11% ke level Rp14.113 per dolar AS.
  • 08:30 WIB. INCO - Vale Indonesia bersama dengan Inalum menandatangani perjanjian pendahuluan divestasi.
  • 08:25 WIB. Pajak - Realisasi penerimaan pajak baru mencapai Rp912 triliun atau 57,81% per 7 Oktober 2019.
  • 08:16 WIB. Singapura - Bank sentral Singapura melonggarkan kebijakan moneter untuk pertama kali dalam tiga tahun terakhir.
  • 08:14 WIB. Duniatex - Pengadilan Niaga New York Selatan mengabulkan permohonan perlindungan hukum enam entitas Duniatex.

Di Lampung, Koperasi Buka Peluang Ekspor

Di Lampung, Koperasi Buka Peluang Ekspor - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Koperasi sebagai organisasi yang berbasiskan anggota merupakan modal sosial yang potensial bagi pelaku usaha untuk berkembang. Lewat koperasi, apa yang tidak dapat dilakukan pelaku usaha perorangan dapat dipenuhi.

Asisten Deputi Penyuluhan pada Deputi Kelembagaan, Kementerian Koperasi dan UKM, Bagus Rachman mengatakan, melalui koperasi sektor riil dapat ditumbuhkembangkan sebagai wadah bagi anggotanya untuk memenuhi kebutuhan produksi. 

Kebutuhan tersebut mulai dari suplai bahan baku, proses produksi, dan pengolahan, pemasaran sampai pada pengiriman produk.

"Organisasi koperasi berbeda dengan badan usaha lainnya. Ciri khas koperasi adalah menempatkan rapat anggota sebagai kekuasaan tertinggi sehingga orientasi bisnisnya untuk meningkatkan promosi ekonomi anggota. Semakin dirasakannya manfaat bagi anggota koperasi, maka militansi anggota akan semakin meningkat. Ini akan menarik masyarakat bergabung ke dalam koperasi," kata Bagus pada Penyuluhan Perkoperasian kepada Kelompok Usaha Bersama di Lampung, Minggu (18/8/2019).

Baca Juga: Sebut Koperasi di Indonesia Semakin Berkualitas, LPDB-KUMKM Berikan Bimtek Dana Bergulir

Kegiatan yang diikuti pelaku UMKM di Lampung ini untuk menginformasikan pentingnya berkoperasi, sekaligus membahas kualitas produk yang dibawa para peserta untuk dikurasi. Ada juga sesi berbagi pengalaman pelaku koperasi di Lampung yang sudah melakukan ekspor.

Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Lampung, Agus Nompitu menyampaikan informasi perkembangan koperasi di provinsi itu. Dikatakan ada lima unsur untuk meningkatkan kualitas koperasi, yaitu terkait SDM, akses pembiayaan, kualitas kelembagaan, akses pemasaran produk, dan adaptasi terhadap teknologi.

"Dinas Koperasi dan UMKM Lampung mengharapkan koperasi yang akan didirikan para kelompok usaha produktif ini menjalankan nilai dan prinsip koperasi dan dapat terus meningkatkan volume usahanya demi peningkatan kesejahteraan anggota," kata Agus.  

Pada sesi berbagi pengalaman, Ketua Koperasi Produsen Tani Hijau Makmur, M Nur Soleh mengaku telah mengekspor pisang mas melalui kerja sama dengan PT Great Giant Pineapple. Ekspor ke Malaysia dan Singapura sebanyak 5 ton pisang atau satu kontainer 20 feet tiap minggunya. Koperasi Produsen Tani Hijau berada di Kabupaten Tanggamus, Lampung. 

Baca Juga: Ini Sebab Utama Koperasi di Indonesia Tak Berkembang

Selain ekspor, koperasi Tani Hijau Makmur juga menyuplai pasar domestik sebanyak 20 ton per minggu untuk dikirim ke DKI Jakarta dengan variasi pisang mas, pisang barangan, dan pisang raja bulu. Ada tujuh kelompok tani yang bergabung dalam wadah koperasi ini. Setiap kelompok tani terdiri dari 20-30 petani/pekebun pisang dengan luasan lahan sekitar 60 hektare per kelompok tani. 

Dengan berkoperasi, para petani anggota koperasi merasakan manfaatnya langsung. Mereka mendapatkan  harga jual di tingkat petani lebih baik karena mereka bisa langsung memasarkan produk pertaniannya melalui koperasi, tidak lagi melalui tengkulak.

Selain itu, dengan telah berbadan hukum koperasi sejak 2017, Koperasi Tani Hijau Makmur dapat menstandarkan harga jual dari para kelompok tani, serta memperkuat daya tawar dalam membangun kemitraan dengan berbagai pihak. 

Penyuluhan perkoperasian ini diakhiri dengan proses kurasi produk para peserta yang sebagian besar adalah produk makanan. Selain produk olahan pisang, gula semut, dan kopi robusta, para pelaku UMKM Lampung juga menampilkan hasil kerajinan tangan, seperti tempat tisu, tas, dan baju yang dikombinasikan dengan kain tapis khas Lampung bernuansa warna cerah, seperti merah, kuning, dan perak.

Baca Juga

Tag: Koperasi, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop-UKM)

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Aditya Pradana Putra

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,785.16 3,747.30
British Pound GBP 1.00 17,882.08 17,698.52
China Yuan CNY 1.00 2,009.37 1,988.25
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,196.63 14,055.37
Dolar Australia AUD 1.00 9,628.15 9,529.54
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,809.96 1,791.79
Dolar Singapura SGD 1.00 10,366.29 10,259.39
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,656.04 15,498.86
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,397.95 3,361.72
Yen Jepang JPY 100.00 13,111.04 12,976.98

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6105.800 82.159 657
2 Agriculture 1350.598 -15.019 20
3 Mining 1619.425 16.269 48
4 Basic Industry and Chemicals 848.281 23.815 74
5 Miscellanous Industry 1154.858 27.727 50
6 Consumer Goods 2149.904 36.488 54
7 Cons., Property & Real Estate 501.752 7.500 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1219.064 25.244 75
9 Finance 1226.750 6.612 90
10 Trade & Service 796.761 7.622 164
No Code Prev Close Change %
1 SLIS 406 505 99 24.38
2 KONI 580 710 130 22.41
3 ABBA 132 161 29 21.97
4 TELE 278 338 60 21.58
5 INAF 1,185 1,390 205 17.30
6 INPP 720 840 120 16.67
7 AKPI 406 470 64 15.76
8 JSPT 810 935 125 15.43
9 SMDM 123 140 17 13.82
10 GIAA 525 580 55 10.48
No Code Prev Close Change %
1 YPAS 498 374 -124 -24.90
2 TIRA 252 190 -62 -24.60
3 BAYU 1,600 1,250 -350 -21.88
4 TNCA 402 320 -82 -20.40
5 TFCO 464 384 -80 -17.24
6 APEX 615 510 -105 -17.07
7 ANDI 2,290 1,915 -375 -16.38
8 PYFA 178 160 -18 -10.11
9 TALF 368 332 -36 -9.78
10 OPMS 308 278 -30 -9.74
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 210 212 2 0.95
2 IPTV 505 510 5 0.99
3 MNCN 1,270 1,310 40 3.15
4 TELE 278 338 60 21.58
5 TCPI 6,400 6,825 425 6.64
6 ABBA 132 161 29 21.97
7 OPMS 308 278 -30 -9.74
8 TRAM 118 120 2 1.69
9 FREN 218 220 2 0.92
10 ERAA 1,620 1,655 35 2.16