Portal Berita Ekonomi Senin, 27 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:08 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,08% terhadap Poundsterling pada level 1,3063 USD/GBP.
  • 08:59 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,07% terhadap Euro pada level 1,1033 USD/EUR.
  • 08:57 WIB. Valas - Rupiah dibuka positif 0,06% terhadap Dollar AS pada level 13.590 IDR/USD.
  • 08:56 WIB. Valas  - Dollar AS melemah 0,29% terhadap Yen pada level 108,96 JPY/USD.
  • 08:55 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,05% di awal pekan.
  • 08:54 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka negatif 1,67% pada level 23.428.
  • 08:51 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.581 USD/troy ounce.
  • 08:50 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 59,44 USD/barel.
  • 08:50 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 52,96 USD/barel.

Bidik Naik Kelas, BRI Agro Incar Rp700 Miliar dari Right Issue

Bidik Naik Kelas, BRI Agro Incar Rp700 Miliar dari Right Issue - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

PT Bank BRI Agroniaga Tbk (AGRO) mengaku akan melaksanakan Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue pada September 2019 mendatang. Anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI ini berencana bakal melepas saham baru sebanyak 3 miliar saham atau 12,32 persen dari modal yang disetor.

Adapun periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD akan berlangsung pada 10-17 September 2019. Sebelum itu, BRI Agro menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 26 Juni 2019, diikuti dengan proyeksi tanggal efektif penyataan pendaftaran HMETD pada 27 Agustus 2019.

Direktur Utama BRI Agro, Agus Noorsanto mengatakan, pihaknya menargetkan dapat menambah dana hingga Rp700 miliar dari aksi korporasi tersebut.

Baca Juga: Terbitkan Saham Baru, BRI Agro Dapat Restu Pemegang Saham

"Tujuan untuk memperbesar kapasitas bisnis, kalau modal nambah maka kapasitas bertambah. Kedua, kita ingin mmperkuat infrastruktur IT (digital) kita, kita butuh tambahaan modallah paling tidak Rp50-100 miliar kita alokasikan disitu," ujar Agus saat temu media di Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Agus menjelaskan, dalam aksi kali ini, BRI tidak akan menggunakan haknya. Dengan begitu, kepemilikan saham bank terbesar di Indonesia itu akan terdelusi menjadi sekitar 76,35 persen dari saat ini sebesar 87,10 persen.

"Kepemilikan BRI sekarang tidak diambil karena ingin perbesar porsi masyarakat supaya lebih liquid. Dari right issue, harapannya saham publik dari 6,5% meningkat menjadi 20% saham yang dimiliki masyarakat," ungkapnya.

Lewat righst issue tersebut, BRI Agro berharap bisa naik kelas dari Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) II menjadi BUKU III. Adapun saat ini modal yang dimiliki perusahaan sekira Rp 4,45 triliun. Sementara bila emiten berkode AGRO ink ingin naik BUKU III maka wajib memiliki modal paling sedikit Rp5 triliun.

Baca Juga: Bank BRI Agro Jalin Gandeng Lion Group untuk Salurkan Pinjaman Berbasis Digital,

"Syukur-syukur bisa jadi bank BUKU III. Dengan naik (BUKU III) maka aktivitas funding meningkat dan otomatis fee based kami juga meningkat. Kami optimis," jelasnya.

Selain itu, Agus menambahkan, dana dari right issue ini juga akan digunakan BRI Agro untuk menambah pencadangan atau Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) guna menyiapkan diri dalam menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71 yang mulai berlaku tahun depan.

Asal tahu saja, PSAK 71 yang mengacu kepada International Financial Reporting Standard (IFRS) 9 ini akan menggantikan PSAK 55 yang sebelumnya berlaku.

Standar baru ini mengubah secara mendasar metode penghitungan dan penyediaan cadangan untuk kerugian akibat pinjaman yang tak tertagih. Jika berdasarkan PSAK 55, kewajiban pencadangan baru muncul setelah terjadi peristiwa yang mengakibatkan risiko gagal bayar (incurred loss), PSAK 71 memandatkan korporasi menyediakan pencadangan sejak awal periode kredit.

Baca Juga: Dalam Tiga Bulan, Kinerja BRI Agro Masih Sesuai Target

Kini, dasar pencadangan adalah ekspektasi kerugian kredit (expected credit loss) di masa mendatang berdasarkan berbagai faktor; termasuk di dalamnya proyeksi ekonomi di masa mendatang.

Meskipun telah memastikan diri akan right issue September 2019 mendatang, namun Agus masih enggan menyebutkan berapa harga saham ditawarkan saat right issue. Yang pasti, lanjutnya, harganya akan sangat kompetitif dan menarik untuk pasar.

Pada Desember 2018, saham AGRO tercatat Rp310 per lembar saham, kemudian mencapai Rp320 per lembar saham pada akhir Maret 2019 dan mencapai Rp372 pada 2 Agustus 2019.

Baca Juga

Tag: PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Kumairoh

Foto: Fajar Sulaiman

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,652.30 3,615.58
British Pound GBP 1.00 17,971.87 17,791.69
China Yuan CNY 1.00 1,975.11 1,955.32
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,700.16 13,563.84
Dolar Australia AUD 1.00 9,377.76 9,281.74
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,762.60 1,745.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,146.01 10,043.57
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,144.16 14,989.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,366.96 3,331.00
Yen Jepang JPY 100.00 12,517.28 12,390.46
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6244.109 -5.101 675
2 Agriculture 1373.668 -16.149 21
3 Mining 1477.166 -4.026 49
4 Basic Industry and Chemicals 971.995 6.046 77
5 Miscellanous Industry 1214.166 -14.289 51
6 Consumer Goods 2063.089 -15.731 57
7 Cons., Property & Real Estate 473.253 0.567 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1099.077 2.296 76
9 Finance 1378.649 3.256 92
10 Trade & Service 741.148 -4.067 167
No Code Prev Close Change %
1 INDO 147 198 51 34.69
2 RELI 130 170 40 30.77
3 LMAS 130 155 25 19.23
4 OMRE 930 1,100 170 18.28
5 KOTA 610 720 110 18.03
6 LPIN 256 298 42 16.41
7 INAF 810 925 115 14.20
8 SDPC 108 123 15 13.89
9 ALMI 308 348 40 12.99
10 PEGE 120 135 15 12.50
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 700 525 -175 -25.00
2 LMSH 446 338 -108 -24.22
3 POLA 171 145 -26 -15.20
4 GLOB 406 350 -56 -13.79
5 DMND 1,530 1,350 -180 -11.76
6 PCAR 324 288 -36 -11.11
7 IGAR 336 300 -36 -10.71
8 SKRN 520 466 -54 -10.38
9 NASA 620 560 -60 -9.68
10 KIOS 420 380 -40 -9.52
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,700 1,690 -10 -0.59
2 TOWR 830 825 -5 -0.60
3 INAF 810 925 115 14.20
4 BMRI 7,775 7,925 150 1.93
5 LMAS 130 155 25 19.23
6 TCPI 6,875 7,000 125 1.82
7 NIKL 695 675 -20 -2.88
8 BBCA 34,200 34,050 -150 -0.44
9 PGAS 1,915 1,880 -35 -1.83
10 BBRI 4,740 4,740 0 0.00