Portal Berita Ekonomi Senin, 23 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:05 WIB. Inggris - Agensi perjalanaan Thomas Cook alami kebangkrutan
  • 13:55 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.513 $/ounce
  • 13:55 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,76 $/barel
  • 13:32 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 65,00 $/barel
  • 13:31 WIB. Valas - Dollar menguat 0,29% terhadap Yuan pada level 7,1115 Yuan/Dollar
  • 13:20 WIB. Valas - Dollar menguat 0,15% terhadap Yen pada level 107,72 Yen/Dollar
  • 13:19 WIB. Korea - Ekspor ponsel Korsel turun 18,2% menjadi US$1,06 miliar sampai dengan Agustus 
  • 13:17 WIB. Korea - Ekspor ICT turun 24,5% menjadi US$15,23 miliar pada Agustus
  • 13:17 WIB. Valas - Dollar menguat 0,02% terhadap Poundsterling pada level 1,2475 $/Pound
  • 13:15 WIB. Valas - Dollar melemah 0,06% terhadap Euro pada level 1,1024 $/Euro

AI, IoT, hingga VR Tingkatkan Produktivitas Industri Nasional

AI, IoT, hingga VR Tingkatkan Produktivitas Industri Nasional - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pemerintah bertekad untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai negara yang maju dan sejahtera. Guna mencapai sasaran tersebut, langkah akselerasi yang dilakukan membutuhkan kontribusi dari sektor industri manufaktur.

Oleh karenanya, industri manufaktur terus didorong untuk memperbanyak terobosan di tengah semakin ketatnya persaingan usaha. Inovasi melalui pemanfaatan teknologi dan efisiensi proses produksi akan menjadi kunci bagi penguatan daya saing industri manufaktur di Indonesia.

"Bapak Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan perlu ada lompatan jauh untuk mendahului kemajuan bangsa lain menuju visi Indonesia Maju," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Menperin menjelaskan, Indonesia sudah punya peta jalan dalam kesiapan memasuki era industri 4.0. Ini tertuang dalam Making Indonesia 4.0 yang telah diluncurkan oleh Presiden Jokowi pada April 2018 lalu.

"Jadi, kita sudah punya strategi ke depan dalam menghadapi era digitalisasi. Melaui roadmap tersebut, kita merevitalisasi sektor manufaktur dan membangun ekonomi berbasis inovasi," tuturnya.

Baca Juga: Hadapi Industri 4.0, Pemerintah Harus Ciptakan Regulasi yang Adaptif

Adapun teknologi yang sedang berkembang seiring bergulirnya industri 4.0, antara lain berupa artificial intelligence (AI), advanced robotic, internet of things (IoT), 3D printing, dan augmented reality/virtual reality (AR/VR).

"Teknologi ini dinilai dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas bagi sektor industri secara lebih efisien. Sehingga sektor industri akan terus berkontribusi besar pada ekonomi," imbuhnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor industri masih memberikan kontribusi paling besar terhadap struktur produk domestik bruto (PDB) nasional pada triwulan II 2019 dengan capaian 19,52% (yoy). Ada tiga sektor yang menopang pertumbuhan industri pengolahan nonmigas pada kuartal II tahun ini, dan mampu melampaui pertumbuhan ekonomi yang berada di angka 5,05%.

Tiga sektor utama tersebut, yaitu industri tekstil dan pakaian jadi yang tumbuh melejit hingga 20,71%, disusul industri kertas dan barang dari kertas, percetakan dan reproduksi media rekaman yang tumbuh mencapai 12,49%. Selanjutnya, industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 7,99%.

Sementara itu, terjadi peningkatan investasi di sektor industri manufaktur, yang terlihat dari capaian penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) pada kuartal II 2019 yang melonjak dibanding kuartal sebelumnya. 

Sepanjang periode April-Juni tahun ini, sumbangsih sektor manufaktur pada PMDN senilai Rp22,2 triliun atau di atas perolehan periode sebelumnya yang mencapai Rp16,1 triliun. Sedangkan sumbangsih sektor manufaktur untuk PMA di triwulan II 2019 menyentuh hingga US$2,5 miliar atau lebih tinggi pada triwulan sebelumnya di angka US$1,9 miliar.

"Tentunya investasi memberikan multiplier effect dalam rangka peningkatan nilai tambah bahan baku dalam negeri, membuka lapangan kerja baru, serta penerimaan devisa dari ekspor dan pajak," ungkap Airlangga.

Pertumbuhan industri juga mendorong terwujudnya Indonesia sentris dalam memeratakan pembangunan infrastruktur dan ekonomi secara inklusif.

Baca Juga: Ekspor Karet Meningkat Tajam, Indonesia Produsen Terbesar Kedua di Dunia

Oleh karena itu, Menperin mengemukakan, pemerintah sedang gencar mendongkrak nilai investasi terutama dari sektor industri. Selain guna memperkuat struktur perekonomian nasional, akan pula membawa dampak terhadap pendalaman struktur manufaktur nasional sehingga akan berdaya saing global.

"Investasi pun memacu kapasitas produksi sektor industri, sehingga seperti yang diinginkan oleh Bapak Presiden, kita harus berani melakukan ekspansi. Tidak hanya bermain di pasar dalam negeri, tetapi produk-produk kita harus mampu membanjiri pasar regional dan global," paparnya. 

Sepanjang Januari-Juni 2019, pengapalan produk manufaktur nasional mampu menembus US$60,14 miliar. Nilai ini berkontribusi sebesar 74,88% dari capaian ekspor nasional yang menyentuh angka US$80,32 miliar di semester pertama tahun ini. "Jadi, produk manufaktur masih mendominasi ekspor kita," tutur Airlangga.

Tiga sektor yang menyetor paling besar terhadap nilai ekspor nasional pada semester I 2019, yaitu industri makanan sebesar US$12,36 miliar, kemudian industri logam dasar US$8,14 miliar, serta disusul industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia US$6,37 miliar.

Tag: Industri 4.0, Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence, Virtual Reality (VR)

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Rosmayanti

Foto: Medium

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,771.53 3,734.01
British Pound GBP 1.00 17,665.36 17,487.74
China Yuan CNY 1.00 2,000.03 1,980.24
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,147.00 14,007.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,588.84 9,486.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,804.63 1,786.72
Dolar Singapura SGD 1.00 10,279.76 10,176.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,597.07 15,441.32
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,392.57 3,354.97
Yen Jepang JPY 100.00 13,136.78 13,003.16

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6231.473 -12.997 654
2 Agriculture 1373.405 5.845 21
3 Mining 1665.437 14.211 49
4 Basic Industry and Chemicals 880.940 -6.688 73
5 Miscellanous Industry 1168.551 -4.934 49
6 Consumer Goods 2224.357 -12.734 53
7 Cons., Property & Real Estate 500.602 -0.838 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1228.506 14.718 75
9 Finance 1256.024 -5.058 90
10 Trade & Service 796.555 -5.213 163
No Code Prev Close Change %
1 AHAP 56 75 19 33.93
2 KPAL 560 680 120 21.43
3 TIRA 244 286 42 17.21
4 SAPX 870 1,000 130 14.94
5 POLI 1,165 1,335 170 14.59
6 SMMA 10,000 11,000 1,000 10.00
7 POWR 1,010 1,100 90 8.91
8 HOTL 155 168 13 8.39
9 ABMM 1,805 1,950 145 8.03
10 SSTM 454 490 36 7.93
No Code Prev Close Change %
1 HOME 113 84 -29 -25.66
2 KRAH 1,500 1,135 -365 -24.33
3 VINS 136 103 -33 -24.26
4 OKAS 258 216 -42 -16.28
5 APEX 550 462 -88 -16.00
6 JKON 500 428 -72 -14.40
7 ALKA 488 420 -68 -13.93
8 FILM 480 416 -64 -13.33
9 TRIM 170 150 -20 -11.76
10 GGRP 945 855 -90 -9.52
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,270 1,250 -20 -1.57
2 HOME 113 84 -29 -25.66
3 MAMI 140 147 7 5.00
4 FREN 163 166 3 1.84
5 YELO 176 176 0 0.00
6 BBRI 4,220 4,160 -60 -1.42
7 IPTV 530 520 -10 -1.89
8 TLKM 4,210 4,290 80 1.90
9 KPAL 560 680 120 21.43
10 SWAT 118 120 2 1.69