Portal Berita Ekonomi Senin, 14 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:43 WIB. Cadangan Devisa - China US$ 3,1 Triliun - Jepang US$ 1,3 Triliun - India US$ 437 Miliar - Hong Kong US$ 432 Miliar - Korea Selatan US$ 403 Miliar
  • 08:00 WIB. Pertumbuhan Ekonomi - China 6,20% - India 5,00% - Korea Selatan 2,00% - Jepang 1,00% - Hong Kong 0,50% - 
  • 07:56 WIB. GDP Per Kapita - Jepang US$ 48.919 - Hong Kong US$ 38.784 - Korea Selatan US$ 26.761 - China US$ 7.755 - India US$ 2.104
  • 07:44 WIB. Suku Bunga Asia - India 5,15% - China 4,20% - Korea Selatan 1,50% - Hong Kong 2,25% - Jepang -0,10%

DBS Group Research: Tingkat Bunga Pasar Valas Asia Cukup Menarik

DBS Group Research: Tingkat Bunga Pasar Valas Asia Cukup Menarik - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

“Tantangan Kebijakan Keuangan” adalah judul sangat tepat untuk tema simposium tentang bank sentral, yang diselenggarakan oleh Bank Sentral Kansas di Jackson Hole pada 23 Agustus. Investor telah menduga bahwa, dengan keseluruhan kurva imbal hasil obligasi Amerika Serikat di bawah suku bunga Bank Sentral AS (Fed Funds Rate), Bank Sentral AS harus memangkas suku bunga secara tajam dan secepat mungkin.

Namun, Presiden Bank Sentral St Louis James Bullard, kepala bank sentral yang bersifat paling lunak, mengingatkan pada akhir minggu ini bahwa perpindahan dana dari ekuitas ke obligasi baru-baru ini terlalu berlebihan. Oleh karena itu, penurunan imbal hasil satu arah baru-baru ini kemungkinan akan menghadapi tantangan.

Philip Wee, FX Strategist DBS Group Research menyatakan di pasar berkembang di Asia, mata uang Thailand, baht, kemungkinan melemah melewati level kunci 31 terhadap dolar AS. Data GDP triwulan kedua 2019 saat ini diperkirakan akan mencatatkan pertumbuhan paling lambat (konsensus 2,3% secara tahunan vs 2,8% sebelumnya) untuk Thailand sejak triwulan keempat 2014. Bank of Thailand (BoT) pada 7 Agustus lalu menurunkan suku bunga kebijakannya sebesar 25 basis poin menjadi 1,50%.

Baca Juga: Bank DBS Dukung Pembiayaan Industri Ramah Lingkungan

"Kekuatan baht adalah salah satu alasan di balik pelonggaran itu. Pertumbuhan kredit kepemilikan rumah baru melambat menjadi 7,8% secara tahunan pada triwulan kedua 2019 dari 9,1% pada triwulan sebelumnya. Kenaikan di atas 31 akan membuka jalan bagi nilai tukar dolar AS terhadap bath Thailand untuk meningkat ke 31,3," kata dia belum lama ini.

Ditambahkan, secara umum, tingkat bunga Asia tidak sebagus tingkat bunga dalam dolar AS dalam menghadapi gejolak baru-baru ini. Kekhawatiran akan resesi dan pasar ekuitas, yang agak goyah, telah merusak sentimen, dan hal ini telah mencegah penurunan imbal hasil pasar berkembang sebesar yang seharusnya.

"Dengan mempertimbangkan situasi saat ini, Indikator Valuasi Tingkat Bunga Asia (ARVI) kami menunjukkan bahwa nilai relatif telah muncul di Indonesia, Malaysia, dan India. Secara relatif, obligasi pemerintah dalam mata uang lokal pada umumnya mengabaikan pembelian berlebihan pada pertengahan Juli," tambah dia.

Baca Juga: Investree Thailand Hadir di Bangkok Fintech Fair 2019

Ia melanjutkan, dengan inflasi, yang diredam, dan prospek pertumbuhan masih suram, pengaturan kebijakan keuangan diharapkan bersifat akomodatif. Tingkat bunga Asia memiliki ruang untuk turun saat sentimen kembali stabil.

"Terkait tingkat bunga dolar AS, kami bersikap netral setelah penurunan cukup tajam dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, reli di obligasi berjangka sangat panjang terlihat sedikit dipaksakan dan berhati-hati dalam menurunkan imbal hasil," lanjut dia.

Baca Juga

Tag: DBS Group Research, Valas

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Kumairoh

Foto: Ibtimes.com

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,788.73 3,750.67
British Pound GBP 1.00 17,681.50 17,499.19
China Yuan CNY 1.00 2,009.13 1,989.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,210.00 14,068.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,625.85 9,526.85
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,811.76 1,793.63
Dolar Singapura SGD 1.00 10,342.07 10,237.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,659.42 15,497.31
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,397.08 3,360.73
Yen Jepang JPY 100.00 13,165.94 13,030.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6105.800 82.159 657
2 Agriculture 1350.598 -15.019 20
3 Mining 1619.425 16.269 48
4 Basic Industry and Chemicals 848.281 23.815 74
5 Miscellanous Industry 1154.858 27.727 50
6 Consumer Goods 2149.904 36.488 54
7 Cons., Property & Real Estate 501.752 7.500 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1219.064 25.244 75
9 Finance 1226.750 6.612 90
10 Trade & Service 796.761 7.622 164
No Code Prev Close Change %
1 SLIS 406 505 99 24.38
2 KONI 580 710 130 22.41
3 ABBA 132 161 29 21.97
4 TELE 278 338 60 21.58
5 INAF 1,185 1,390 205 17.30
6 INPP 720 840 120 16.67
7 AKPI 406 470 64 15.76
8 JSPT 810 935 125 15.43
9 SMDM 123 140 17 13.82
10 GIAA 525 580 55 10.48
No Code Prev Close Change %
1 YPAS 498 374 -124 -24.90
2 TIRA 252 190 -62 -24.60
3 BAYU 1,600 1,250 -350 -21.88
4 TNCA 402 320 -82 -20.40
5 TFCO 464 384 -80 -17.24
6 APEX 615 510 -105 -17.07
7 ANDI 2,290 1,915 -375 -16.38
8 PYFA 178 160 -18 -10.11
9 TALF 368 332 -36 -9.78
10 OPMS 308 278 -30 -9.74
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 210 212 2 0.95
2 IPTV 505 510 5 0.99
3 MNCN 1,270 1,310 40 3.15
4 TELE 278 338 60 21.58
5 TCPI 6,400 6,825 425 6.64
6 ABBA 132 161 29 21.97
7 OPMS 308 278 -30 -9.74
8 TRAM 118 120 2 1.69
9 FREN 218 220 2 0.92
10 ERAA 1,620 1,655 35 2.16