Portal Berita Ekonomi Minggu, 05 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:39 WIB. IDR/USD - 16.337 (30/3), 16.310 (31/3), 16.450 (1/4), 16.475 (2/4), 16.425 (3/4).
  • 11:37 WIB. CNY/USD - 7,1003 (30/3), 7,0825 (31/3), 7,1001 (1/4), 7,0841 (2/4), 7,0928 (3/4).
  • 11:35 WIB. JPY/USD - 107,82 (30/3), 107,54 (31/3), 107,17 (1/4), 107,92 (2/4), 108,46 (3/4).
  • 11:33 WIB. USD/GBP - 1,2418 (30/3), 1,2420 (31/3), 1,2378 (1/4), 1,2394 (2/4), 1,2262 (3/4).
  • 11:31 WIB. USD/EUR - 1,1048 (30/3), 1,1031 (31/3), 1,0964 (1/4), 1,0858 (2/4), 1,0809 (3/4).

Kinerja Reksa Dana Valas Off Shore Positif, Bahana Dapat Apresiasi

Kinerja Reksa Dana Valas Off Shore Positif, Bahana Dapat Apresiasi - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

PT Bahana TCW Investment Management menorehkan pertumbuhan kinerja reksa dana global valas alias off shore yang positif pada tahun ini. Padahal volatilitas pasar saham global saat ini diterpa berbagai isu geopolitik, seperti perang dagang Amerika Serikat dan China.

Capaian positif ini terwujud dari produk reksa dana Bahana Sharia Global Emerging USD, reksa dana berbentuk valas, di mana mayoritas instrumen investasinya berupa efek syariah luar negeri minimum 51% dan saham dalam negeri, serta sekitar 0-20% merupakan instrumen pasar uang.

Produk yang diluncurkan sejak Agustus 2016 ini mencetak pertumbuhan kinerja sebesar 12,6% secara year to date (ytd) dibandingkan dengan tolak ukurnya, MSCI ACWI Islamic USD STRD sebesar 11,3% (ytd).

Baca Juga: Bahana Kasih Rekomendasi Hold untuk Saham ASII, Kenapa?

Pertumbuhan kinerja reksa dana valas off shore yang positif di tengah ketidakpastian global ini mendapat apresiasi dari majalah Investor. PT Bahana TCW Investment Management memperoleh penghargaan sebagai Best Syariah 2019 dalam sektor reksa dana syariah, terutama untuk kategori reksa dana syariah saham USD periode satu tahun.

"Kinerja reksa dana Bahana USD sharia lebih stabil dibandingkan produk reksa dana serupa. Pemilihan saham dalam portofolio USD syariah dilakukan secara teliti, menyeimbangkan antara imbal hasil dan risiko dengan tujuan mendapatkan hasil optimal dalam jangka menengah," tutur Soni Wibowo, Direktur Riset PT Bahana TCW Investment Management, Jumat (23/8/2019).

Soni mengakui, tantangan mengelola portofolio investasi di luar negeri jauh lebih besar dibandingkan dalam negeri karena penuh dengan ketidakpastian situasi politik dan ekonomi global.

Meski demikian, anak usaha dari PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) ini berusaha mengurangi volatilitas pasar dengan menghindari pasar saham yang sensitif, seperti pasar Eropa dan China.

Baca Juga: Fintech Asal Australia Ini Rilis di Indonesia, Minimal Investasi Reksa Dana Rp10 Ribu

Di samping itu, Bahana cenderung mengalokasikan portofolio di saham-saham yang defensif, misalnya di sektor industri barang konsumsi seperti Nestle, Procter and Gamble Co, dibandingkan saham-saham yang naik daun seperti Apple Inc.

"Kami mencari kestabilan. Konsentrasi alokasi portofolio kami secara mayoritas di bursa saham Amerika. Namun, kami lebih memilih saham yang pergerakannya stabil, sehingga ketika market turun, kami bisa menghasilkan imbal hasil positif," jelas Soni.

Soni menambahkan, saat ini adalah waktu yang tepat untuk berinvestasi di reksa dana off shore bagi para investor yang memiliki valas, tapi ingin memperoleh pertumbuhan yang optimal dibandingkan mengalokasikannya di deposito valas maupun obligasi valas.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Baca Juga

Tag: PT Bahana TCW Investment Management, Reksa Dana

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Aprillio Akbar

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,398.86 4,352.78
British Pound GBP 1.00 20,494.27 20,285.43
China Yuan CNY 1.00 2,336.23 2,311.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,546.32 16,381.68
Dolar Australia AUD 1.00 10,032.03 9,928.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,134.68 2,113.30
Dolar Singapura SGD 1.00 11,569.24 11,453.32
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,964.34 17,779.04
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,803.75 3,758.13
Yen Jepang JPY 100.00 15,340.55 15,185.09
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4623.429 91.744 687
2 Agriculture 936.003 11.914 22
3 Mining 1225.526 31.432 49
4 Basic Industry and Chemicals 652.518 51.220 78
5 Miscellanous Industry 736.691 0.113 51
6 Consumer Goods 1712.721 8.686 57
7 Cons., Property & Real Estate 326.084 -0.307 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 825.116 22.729 79
9 Finance 990.464 18.601 92
10 Trade & Service 596.613 2.104 170
No Code Prev Close Change %
1 REAL 61 82 21 34.43
2 KOBX 67 90 23 34.33
3 BTON 130 165 35 26.92
4 DOID 109 137 28 25.69
5 KBLI 400 500 100 25.00
6 SAMF 272 340 68 25.00
7 SAPX 935 1,165 230 24.60
8 DNAR 250 310 60 24.00
9 TMAS 80 99 19 23.75
10 PJAA 480 590 110 22.92
No Code Prev Close Change %
1 SRAJ 200 186 -14 -7.00
2 KRAH 486 452 -34 -7.00
3 BBHI 86 80 -6 -6.98
4 JAST 505 470 -35 -6.93
5 HRME 535 498 -37 -6.92
6 KONI 494 460 -34 -6.88
7 POLL 9,450 8,800 -650 -6.88
8 SRTG 3,080 2,870 -210 -6.82
9 AGII 470 438 -32 -6.81
10 MAPA 1,705 1,590 -115 -6.74
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,870 2,890 20 0.70
2 REAL 61 82 21 34.43
3 BRPT 830 1,000 170 20.48
4 BBCA 27,050 27,475 425 1.57
5 ELSA 181 204 23 12.71
6 MEDC 432 480 48 11.11
7 FREN 62 76 14 22.58
8 PGAS 800 800 0 0.00
9 LPPF 1,160 1,095 -65 -5.60
10 PAMG 107 104 -3 -2.80